Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 04:59 WIB. EPL - Liverpool 4 vs 3 Crystal Palace
  • 04:57 WIB. EPL - AFC Bournemouth 2 vs 0 West Ham United
  • 04:51 WIB. EPL - Wolverhampton Wanderers 4 vs 3 Leicester City

30 Juta Jiwa Terdampak Pencemaran Sungai Citarum

Foto Berita 30 Juta Jiwa Terdampak Pencemaran Sungai Citarum
Warta Ekonomi.co.id, Bandung -

Sekitar 34.000 ton limbah industri masuk ke Sungai Citarum, maka 30 juta orang masyarakat disekitar bantaran Sungai Citarum akan terkena dampaknya.

Menko Maritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan berdasarkan hasil penelitian IPB Bogor, ditemukan banyak kerusakan dan pencemaran, hampir semua ikan tidak layak untuk dimakan, orang yang makan, atau minum air yang bersumber dari Sungai Citarun, disinyalir akan terkena penyakit kuntet.

"Sekitar 30 juta jiwa disekitar bantaran Sungai Citarum akan terkena dampaknya," katanya kepada wartawan di Hotel Hilton Bandung, Rabu (1/8/2018).

Luhut mengungkapkan berdasarkan Perpres No. 15 Tahun 2018. Pemerintah melalui Kementerian Koordinator bidang Maritim, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kodam III/Siliwangi, terus berkomunikasi dan berkoordinasi untuk merealisasikan Percepatan revitalisasi Sungai Citarum.

Kali ini melibatkan beberapa Perusahaan, terutama yang memanfaatkan aliran Sungai Citarum. Pertemuan antara Kementrian Koordinator bidang Maritim, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan dengan Perusahaan di DAS Citarum.

"Agar semua pihak harus mulai mengikuti aturan," tegasnya.

Adapun, Ketua Apindo Pusat, Sanny Inskandar menyebutkan dengan merujuk pada PP no. 24 tahun 2009 dan UU Perindustrian, yang didalamnya mengatur tentang relokasi, maka untuk itu Apindo siap sediakan lahan kawasan idustri. Diupayakan lokasi dan harga serta infra strukturnya cukup. 

"Termasuk, pengaturan tata ruang baik, pointnya pengendalian kawasan lingkungan, waste water, power plan, yang bermuara di instalasi pengolahan limbah, dengan hanya melalui satu outlet," jelasnya.

Tentunya, kata Sany, masih banyak cara lain dalam upaya percepatan pembenahan Sungai Citarum ini, selain penegakkan aturan, seperti Investasi dengan memanfaatkan teknologi ramah lingkungan, dengan mempekerjakan tenaga lokal,membangun induatri hulu hilir,  ataupun  memacu menjadikan DAS Citarum menjadi Turis destinasi.

"Dengan memperbaiki infrastruktur tentunya akan meningkatkan industri pariwisata," imbuhnya.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Jawa Barat  Komjen Pol Mochamad Iriawan, mengingatkan kembali bahwa, berdasarkan Perpres No. 15 tahun 2018  Tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran Dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum, maka pengelolaan bantaran Sungai Citarum yang merupakan sumber kehidupan bagi 35 juta jiwa harus benar-benar dilaksanakan sesuai aturan karena jika DAS Citarum rusak maka akan merugikan kehidupan. 

“Perlu upaya semua peduli,  tidak begitu sulit, yang sulit di cegah masih ada beberapa ratus Pabrik yang membuang limbahnya ke Sungai” ujarnya.

Iriawan menambahkan kegiatan pembersihan dan pembenahan tidak saja dilakukan  di sepanjang DAS Citarum, tetapi juga dilakukan di daerah Hulu, yaitu di Situ Cisanti dan daerah sekitarnya. Di Situ Cisanti tumbuhan ganggang  akan dibersihkan, dan akan terus dilakukan pembibitan pohon-pohonan yang nantinya akan ditanam di sekitar wilayag tersebut. Diperkirakan sekitar 125 juta pohon dalam kurun 7 tahun akan tertanam. 

Ia juga menyayangkan karena saat ini masih terdapat alih fungsi lahan yang kurang tepat, yaitu dipergunakan untuk tanaman sayur, kentang dan akan di ganti menjadi kopi atau peternakan seperti Oxbow di Bale Edah. 

"Masih banyak industri yang menyumbang sampah dan limbah ke DAS Citarum," pungkasnya.

Tag: Luhut Binsar Pandjaitan

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Kemenko Maritim

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56