Portal Berita Ekonomi Rabu, 26 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:29 WIB. Pertamina - Pertamina telah terlibat dalam beberapa proyek di bidang energi di Aljazair.
  • 07:29 WIB. BRI Life - BRI Life menargetkan dapat menjual 500.000 polis asuransi Lentera pada tahun ini.
  • 06:53 WIB. BRI Life - BRI Life akan menggunakan jaringan Bank BRI untuk¬†memasarkan Asuransi Lentera.
  • 06:45 WIB. BRI - BRI menaikkan suku bunga kredit pada segmen konsumer sekitar 50-100 bps.
  • 06:44 WIB. BTN - BTN optimistis proses akuisisi perusahaan manajemen investasi akan rampung pada bulan depan.
  • 06:36 WIB. WIKA - Ada lima proyek potensial senilai total sekitar Rp9,23 triliun yang bisa digarap Wika di Aljazair.
  • 06:29 WIB. WIKA - WIKA tengah mengerjakan pembangunan 5.350 unit rumah susun di beberapa wilayah di Aljazair.
  • 06:25 WIB. WIKA - WIKA terlibat dalam beberapa proyek infrastruktur di Aljazair.
  • 06:20 WIB. ADHI - Konsorsium Adhi resmi mendapat persetujuan untuk membangun jalan tol prakarsa Solo-Yogyakarta-Kulonprogo.
  • 06:18 WIB. PII - Pada proyek Bandara Komodo, PII belum menentukan struktur penjaminan.¬†
  • 06:07 WIB. PII - PII siap memberi bantuan penyiapan proyek dan pendampingan transaksi untuk lima di sektor perhubungan.
  • 06:06 WIB. PPProp - PP Properti bidik penjualan Rp40 miliar dari pameran IPEX 2018.
  • 06:06 WIB. BTN - Penyaluran KPR iB kepada masyarakat melalui UUS BTN hingga akhir Agustus tercatat sebesar Rp15,08 triliun.
  • 06:00 WIB. APP - Angkasa Pura Propertindo masih akan terus melakukan ekpansi di bisnis properti.
  • 22:43 WIB. PBB - PBB berjanji libatkan generasi muda dalam pembangunan global.

Raih Rp2,62 Triliun dari Jualan Susu, Ultra Jaya Masih Gagal Imbangi Kenaikan Bahan Baku

Foto Berita Raih Rp2,62 Triliun dari Jualan Susu, Ultra Jaya Masih Gagal Imbangi Kenaikan Bahan Baku
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Ultrajaya Milk Industries Tbk (ULTJ) mengalami penurunan laba bersih sebesar 6,6% menjadi Rp365,52 miliar rupiah pada paruh pertama tahun 2018 ini. Pada periode yang sama setahun sebelumnya, produsen produk susu ini membukukan laba bersih sebesar Rp391,55 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan (belum diaudit), hingga semester I 2018, Ultrajaya sebenarnya berhasil meningkatkan penjualannya menjadi Rp2,62 triliun, naik 13,2% dari tingkat penjualan di semester I 2017 sebesar Rp2,32 triliun.

Hanya saja, di sisi lain, beban pokok penjualan juga ikut menjulang, dari Rp1,45 triliun di semester I 2017 menjadi Rp1,68 triliun di semester II tahun ini. Artinya, beban pokok penjualan naik sebesar 15,2%, lebih besar dari persentase kenaikan penjualan.

Jika ditelaah lebih lanjut, kenaikan beban pokok penjualan ini disebabkan karena kenaikan pada pengeluaran pemakaian bahan baku langsung (direct material). Angkanya sebesar Rp1,39 triliun, naik Rp204,37 miliar dari angka di semester I tahun 2017.

Walhasil, laba usaha Ultrajaya juga mengalami penurunan menjadi Rp 440,14 miliar, turun dari tahun sebelumnya Rp464,19 miliar.

Besarnya laba yang dapat diatribusikan untuk pemilik entitas induk juga mengalami penurunan menjadi Rp359,05 miliar, turun dari Rp383,1 miliar. Akibatnya besarnya laba per saham dasar (earning per share atau EPS) juga turun dari Rp33 menjadi Rp31 per lembar saham.

Penurunan laba ini juga berimbas pada arus kas perusahaan. Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Ultrajaya pada enam bulan pertama 2018 adalah sebesar Rp312,49 miliar, turun dari Rp579,32 miliar di periode yang sama setahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, jumlah aset perusahaan pada akhir Juni 2018 adalah sebesar 5,4 triliun, naik dari jumlah aset perusahaan di akhir 2017 sebesar Rp5,12 triliun. Adapun utang perusahaan juga mengalami penurunan dari Rp978,19 miliar di akhir tahun 2017 menjadi Rp965,68 miliar di semester I 2018.

Tag: PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk

Penulis/Editor: Thomas Rizal

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,990.77 3,951.21
British Pound GBP 1.00 19,615.75 19,420.30
China Yuan CNY 1.00 2,186.88 2,165.25
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,967.00 14,819.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,836.11 10,724.51
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,915.70 1,896.59
Dolar Singapura SGD 1.00 10,956.01 10,843.70
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,565.27 17,385.65
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,623.09 3,582.93
Yen Jepang JPY 100.00 13,260.39 13,128.10

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5874.299 -7.921 602
2 Agriculture 1559.439 -8.071 20
3 Mining 1942.424 18.950 46
4 Basic Industry and Chemicals 799.490 -12.818 71
5 Miscellanous Industry 1231.155 10.426 45
6 Consumer Goods 2453.180 1.457 47
7 Cons., Property & Real Estate 417.837 -2.637 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1015.005 3.459 69
9 Finance 1061.250 -2.002 91
10 Trade & Service 817.631 -3.451 145
No Code Prev Close Change %
1 PANI 476 595 119 25.00
2 PKPK 140 175 35 25.00
3 DIGI 825 1,030 205 24.85
4 INAF 4,020 4,970 950 23.63
5 NIKL 2,830 3,480 650 22.97
6 SIMA 119 144 25 21.01
7 SHID 2,800 3,300 500 17.86
8 PNSE 665 770 105 15.79
9 LPLI 151 174 23 15.23
10 JPRS 206 234 28 13.59
No Code Prev Close Change %
1 ABMM 2,100 1,680 -420 -20.00
2 LPIN 1,205 1,015 -190 -15.77
3 ERTX 137 120 -17 -12.41
4 KPAL 496 436 -60 -12.10
5 SONA 5,950 5,500 -450 -7.56
6 VRNA 107 99 -8 -7.48
7 MTDL 775 720 -55 -7.10
8 PTSN 318 296 -22 -6.92
9 LMSH 690 645 -45 -6.52
10 ICON 93 87 -6 -6.45
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 210 214 4 1.90
2 BMTR 420 418 -2 -0.48
3 KPIG 690 680 -10 -1.45
4 PKPK 140 175 35 25.00
5 NUSA 182 171 -11 -6.04
6 TKIM 14,000 13,500 -500 -3.57
7 BBRI 3,010 3,030 20 0.66
8 BHIT 90 89 -1 -1.11
9 BCAP 300 296 -4 -1.33
10 MEDC 815 890 75 9.20