Portal Berita Ekonomi Minggu, 19 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:18 WIB. Daerah -¬†Gubernur DKI Jakarta lepas 20 truk bantuan logistik untuk Lombok.
  • 15:17 WIB. Daerah - BMKG deteksi 140 titik panas di Riau.
  • 15:17 WIB. Politik - Presiden Jokowi apresiasi pembentukan kontingen gabungan Korea di Asian Games.
  • 15:16 WIB. Transportasi - Proyek Jembatan Tol Teluk Balikpapan ditargetkan mulai Oktober 2018.
  • 15:16 WIB. Asian Games - Presiden Jokowi kunjungi arena pertandingan taekwondo.
  • 12:42 WIB. Kofi Annan - Kofi Annan tercatat sebagai orang Afrika pertama yang menduduki posisi prestisius di PBB.
  • 12:41 WIB. Israel - PLO desak dunia hentikan tindakan Israel tutup Al-Aqsha.
  • 12:40 WIB. Iran - KBRI Tehran Tingkatkan Layanan WNI di Iran.
  • 12:40 WIB. Kofi Annan - Kofi Annan menerbitkan rekomendasi solusi damai untuk wilayah konflik.
  • 12:39 WIB. Impor - AS menaikkan tarif impor produk besi dan aluminium asal Turki.
  • 12:38 WIB. Iphone - Warga Turki ramai-ramai hancurkan Iphone.
  • 12:34 WIB. Pentagon - Mattis: Latihan pasukan gabungan Turki-AS segera dimulai.
  • 12:33 WIB. Masjid Al-Aqsa - Polisi Israel tutup seluruh gerbang Masjid Al-Aqsa.
  • 12:33 WIB. Recep Tayyip Erdogan - Erdogan kembali pimpin Partai AK yang berkuasa di Turki.
  • 12:32 WIB. China - Tiongkok tegaskan dukungan untuk ekonomi Turki.

Dua Faktor yang Pengaruhi Produktivitas Petani Sawit di Riau

Foto Berita Dua Faktor yang Pengaruhi Produktivitas Petani Sawit di Riau
Warta Ekonomi.co.id, Pekanbaru -

Dikenal sebagai salah satu sentra penghasil komoditi kelapa sawit di Indonesia, bukan jaminan bagi Riau untuk unggul dalam produktivitas petani sawit.

Menurut, Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) area Riau, Gulat Medali Emas Manurung, ada beberapa persoalan yang mendera petani sawit swadaya di provinsi ini.

Persoalan tersebut menurutnya muncul dari dua arah. Ia mengatakan dengan luas area lebih dari 2 juta hektar, penggarapan lahan sawit oleh petani rakyat umumnya terkendala oleh pengetahuan akan komoditi kelapa sawit itu sendiri.

"Pertama, soal pengetahuan. Banyak produktivitas petani sawit seret lantaran cara menggarap kebun. Misalkan untuk memaksimalkan luas area kebun, petani menanam kelapa sawit terlalu rapat, ini mengabaikan jarak tanam," jelasnya kepada Warta Ekonomi, di kantornya, Kamis (2/8/2018).

Lanjutnya, Persoalan jarak tanam (jarak tanam ideal jangan dibawah 8 x 9 m), hanyalah satu contoh, itu belum termasuk jenis bibit dan pupuk yang digunakan.

"Sawit itu kan bukan tanaman yang panennya setahun atau lima tahun setelah tanam. Artinya jika pada tahap penanaman salah, maka efeknya bisa bertahun-tahun. Nah sawit itu usianya paling lama 25 tahun. Jadi kalau ada 100 pohon, maka yang mungkin optimal panennya ada 60 pohon," tambahnya.

Problem berikutnya, lanjut Gulat rantai penjualan. Sebagai petani swadaya, hasil panen tak mudah menembus pabrik milik perusahaan. Hal itu disebabkan perusahaan lebih mengutamakan komoditi sawit dari petani-petani mitra (petani plasma).

"Sehingga menjualnya ke pengepul. Nah, pengepul tentu membeli dengan harga miring lantaran mengincar keuntungan. Itu sebabnya APKASINDO berupaya merampingkan rantai penjualan ini, agar petani swadaya langsung menjual ke pabrik," sambungnya.

Gulat pun berharap agar petani sawit di Riau merespon program replanting (peremajaan) yang digalakkan pemerintah pusat. Menurutnya itu dapat menjadi solusi untuk dalam mengembangkan kebun kelapa sawit tahap berikutnya.

Adapun Presiden Jokowi pada tahun 2018 mematok angka 25 ribu hektar untuk program replanting sawit di Riau. Program ini merupakan bantuan dana kepada petani swadaya sebesar Rp25 juta per hektar dengan maksimal lahan yang diberi bantuan 4 hektar.

Tag: Sawit

Penulis: Satria Kurnia

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Rahmad

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Aug
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10

Recommended Reading

Minggu, 19/08/2018 08:58 WIB

Apa Itu Merdeka Finansial?

Jum'at, 17/08/2018 17:08 WIB

Indeks Merosot 4,83% Sepanjang Pekan Ini

Jum'at, 17/08/2018 16:51 WIB

Ahok Dapat Remisi Dua Bulan, 2019 Bebas

Kamis, 16/08/2018 17:17 WIB

Pemerintah Targetkan Defisit APBN 2019 1,8%