Portal Berita Ekonomi Sabtu, 15 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:15 WIB. Pertamina - Pertamina menyalurkan bantuan senilai Rp481 juta kepada tiga panti asuhan di Jayapura.
  • 14:14 WIB. AP II - AP II menyiapkan program "customer happiness" dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru 2019.
  • 10:54 WIB. Pertamina - menjelang Natal dan Tahun Baru 2019, Pertamina menyiapkan SPBU 24 jam.
  • 10:00 WIB. ISEF - ISEF membukukan 19 kesepakatan senilai Rp6,75 triliun.

Harga Minyak Menguat Didukung Ekspektasi Persediaan Akan Turun

Foto Berita Harga Minyak Menguat Didukung Ekspektasi Persediaan Akan Turun
Warta Ekonomi.co.id, New York -

Harga minyak menguat pada Kamis (Jumat pagi WIB), dengan minyak mentah AS naik hampir dua persen setelah para pedagang melihat sebuah laporan industri yang menunjukkan stok minyak mentah domestik akan segera turun lagi setelah meningkat tak terduga di minggu terakhir.

Para pedagang mengatakan harga reli sejak awal ketika penyedia informasi industri Genscape melaporkan bahwa persediaan minyak mentah di Cushing, Oklahoma, pusat pengiriman untuk minyak mentah AS, turun 1,1 juta barel sejak Jumat, 27 Juli.

Pada Rabu (1/8), harga minyak merosot karena pemerintah AS melaporkan bahwa pada minggu sebelumnya, total persediaan AS naik 3,8 juta barel, sementara persediaan di Cushing turun 1,3 juta barel.

"Ada harapan bahwa peningkatan dari minggu ini akan hilang pada minggu depan," kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group di Chicago. Dia juga mencatat angka produksi bulanan AS jatuh pada Mei.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober, patokan internasional, bertambah 1,06 dolar AS atau 1,5 persen menjadi ditutup pada 73,45 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara itu, minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, naik 1,30 dolar AS atau 1,9% menjadi menetap di 68,96 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sebelum laporan Genscape memicu reli, harga minyak turun karena kekhawatiran tentang kelebihan pasokan.

Arab Saudi, Rusia, Kuwait dan Uni Emirat Arab telah meningkatkan produksi untuk membantu mengompensasi kekurangan yang diantisipasi dalam pasokan minyak mentah Iran setelah sanksi AS diberlakukan.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitra-mitranya termasuk Rusia, telah memangkas produksi untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan.

"Minyak bertahan dengan cukup baik ... Banyak dari ini adalah harga premium risiko untuk Iran dan kapan kita mulai melihat dampak terhadap pasokan di sana," kata ahli strategi komoditas ING, Warren Patterson.

"Saat ini, ada ketidaksesuaian dalam penentuan waktu, di mana ada peningkatan pasokan OPEC dan kami tidak melihat penurunan signifikan dalam pasokan Iran," kata Patterson.

Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters pada Rabu (1/8) bahwa mereka percaya Iran sedang mempersiapkan diri untuk melakukan latihan besar di Teluk, tampaknya menjadi lebih cepat karena ketegangan meningkat.

Keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir internasional dan menerapkan kembali sanksi terhadap Iran telah membuat marah Teheran.

"Ada banyak poin eskalasi yang bisa terjadi dengan sangat cepat dan itu membuat saya khawatir," Jonathan Barratt, kepala investasi di Ayers Alliance di Sydney, mengatakan.

Kekhawatiran tentang kemungkinan hilangnya pasokan Iran sedang diimbangi oleh kekhawatiran bahwa ketegangan perdagangan global dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menghambat permintaan energi.

Trump telah memberikan tekanan pada Tiongkok untuk konsesi perdagangan dengan mengusulkan tarif lebih tinggi 25 persen pada impor dari Tiongkok senilai US$200 miliar. Tiongkok mengatakan akan membalasnya.

"Hampir dapat dipastikan bahwa Tiongkok akan mengenakan bea tambahan pada minyak dan produk olahan yang diimpor dari AS, jika pemerintahan Trump menerapkan tarif tambahan pada tahap berikutnya atas barang-barang Tiongkok. Ini bisa sangat menghambat daya saing minyak AS dan turunannya di pasar Tiongkok," kata Abhishek Kumar, analis energi senior di Interfax Energy, demikian Reuters.

Tag: Minyak

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00