Portal Berita Ekonomi Rabu, 22 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:30 WIB. APBN - Pembangunan SDM jadi prioritas APBN 2019.
  • 13:29 WIB. Laos - Banjir luas di Laos.
  • 13:27 WIB. Asian Games - Kayak puteri lolos ke final.
  • 13:25 WIB. Asian Games - Emas bagi Indonesia dari paralayang.
  • 13:24 WIB. Asian Games - Ramai asian games bukan berarti lupa gempa Lombok.
  • 10:59 WIB. Sanksi AS - Rusia tegaskan akan respons sanksi baru AS.
  • 10:58 WIB. Jerman - AS deportasi eks penjaga penjara Nazi ke Jerman.
  • 10:56 WIB. Donald Trump - Mantan pengacara akui Trump menyuap saat kampanye.
  • 10:55 WIB. United States - Microsoft kantongi bukti baru peretasan politikus AS.
  • 10:54 WIB. Kolombia - Kolombia tuduh militer Venezuela masuk perbatasan tanpa izin.
  • 10:54 WIB. Venezuela - Gempa 7,3 SR guncang pesisir pantai timur Venezuela.
  • 10:51 WIB. Rusia - AS memberlakukan sanksi baru untuk Rusia atas aktivitas terkait dengan 'cyber'.
  • 10:51 WIB. Rusia - AS memberlakukan sanksi baru untuk Rusia atas aktivitas terkait dengan 'cyber'.
  • 10:49 WIB. Nuklir - Rusia bersiap untuk mencari rudal bertenaga nuklir yang hilang di laut beberapa bulan lalu.
  • 10:48 WIB. Tarif Impor - Trump: AS akan menetapkan tarif 25% untuk setiap mobil dari Uni Eropa.

Akhir 2019, Huawei Optimis Jadi Vendor Smartphone Nomor 1

Foto Berita Akhir 2019, Huawei Optimis Jadi Vendor Smartphone Nomor 1
Warta Ekonomi.co.id, Hong Kong -

Huawei Technologies Co Ltd dari China, yang melampaui Apple Inc sebagai vendor smartphone terbesar kedua di dunia pada kuartal Juni, memperkirakan pengiriman smartphone global melebihi 200 juta tahun ini, sebuah pemulihan setelah penurunan tajam pada tahun lalu.

Huawei juga akan mewakili pertumbuhan 31 persen dalam pengiriman untuk 2018. Huawei [HWT.UL] telah mengirimkan 153 juta ponsel pintar tahun lalu, naik hanya 10 persen dibandingkan tahun 2016. Pengirimannya telah meningkat sebesar 29 persen pada 2016.

Pihak perusahaan mengatakan pada briefing pada Jumat (3/8/2018) jika Huawei mengirim lebih dari 95 juta smartphone dalam enam bulan pertama, dengan menambahkan mereka kemungkinan bisa menjadi vendor nomor 1 di dunia pada kuartal keempat tahun depan.

"Perkiraan pengiriman datang sebagai pelambatan di pasar smartphone terbesar dunia, China, telah mereda. Huawei juga berhasil melampaui pesaing dengan menjual lebih banyak ponsel berfitur lengkap," ujar analis.

“Tidak diragukan lagi bahwa kita menjadi No.2 tahun depan; di Q4 tahun depan mungkin kita menjadi No.1,” Richard Yu, CEO grup bisnis konsumen Huawei, yang mencakup operasi ponsel cerdas, mengatakan pada konferensi tersebut, sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (3/8/2018).

Huawei menyusul Apple untuk pertama kalinya dalam pengiriman smartphone pada kuartal kedua tahun ini, menurut data dari pelacak industri IHS Markit dan Strategy Analytics, dengan pangsa pasar lebih dari 15 persen, sebagian didorong oleh keuntungan di China.

Pasar China adalah kunci untuk Huawei karena mendapat kecaman dari Amerika Serikat, Australia dan negara-negara lain atas kekhawatiran itu bisa memfasilitasi mata-mata pemerintah China. Perusahaan ini secara virtual ditutup dari Amerika Serikat tanpa ada operator besar di sana yang menjual smartphone-nya.

Huawei telah membantah pihaknya telah memata-matai dan mengatakan itu adalah perusahaan swasta yang tidak di bawah kendali pemerintah China dan tidak tunduk pada undang-undang keamanan China di luar negeri.

"Yu mengatakan produk Huawei membukukan pertumbuhan 147 persen selama paruh pertama tahun ini dibandingkan dengan periode tahun lalu. Perusahaan berencana menambah 10.000 toko ritel di seluruh dunia ke 53.000 yang ada sebelum akhir 2018," pungkasnya.

Tag: Huawei Technologies Co Ltd

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Philippe Wojazer

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5944.301 52.109 599
2 Agriculture 1614.738 25.794 20
3 Mining 1998.786 -15.550 46
4 Basic Industry and Chemicals 823.432 20.382 70
5 Miscellanous Industry 1273.081 9.488 45
6 Consumer Goods 2419.918 56.708 46
7 Cons., Property & Real Estate 443.209 3.925 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1011.366 -1.421 70
9 Finance 1061.408 1.105 91
10 Trade & Service 853.400 6.553 144
No Code Prev Close Change %
1 ANDI 424 530 106 25.00
2 PGLI 199 248 49 24.62
3 FILM 1,360 1,545 185 13.60
4 PSDN 256 290 34 13.28
5 APLI 91 103 12 13.19
6 IPCM 392 440 48 12.24
7 ERAA 2,590 2,890 300 11.58
8 HERO 905 1,000 95 10.50
9 RELI 260 286 26 10.00
10 NICK 130 143 13 10.00
No Code Prev Close Change %
1 SDMU 103 87 -16 -15.53
2 LPIN 1,085 965 -120 -11.06
3 INCF 212 190 -22 -10.38
4 PYFA 189 170 -19 -10.05
5 PALM 398 360 -38 -9.55
6 GLOB 170 154 -16 -9.41
7 LMSH 655 600 -55 -8.40
8 TGKA 2,720 2,500 -220 -8.09
9 SIMA 139 128 -11 -7.91
10 PBSA 615 575 -40 -6.50
No Code Prev Close Change %
1 TLKM 3,390 3,350 -40 -1.18
2 BBRI 3,180 3,150 -30 -0.94
3 FILM 1,360 1,545 185 13.60
4 PTBA 4,260 4,120 -140 -3.29
5 PGAS 1,860 1,930 70 3.76
6 TRAM 224 220 -4 -1.79
7 ERAA 2,590 2,890 300 11.58
8 TKIM 14,125 15,150 1,025 7.26
9 LPPS 108 106 -2 -1.85
10 ENRG 130 138 8 6.15

Recommended Reading