Portal Berita Ekonomi Senin, 18 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:14 WIB. Rupiah - Pukul 11.13 WIB, rupiah menguat 0,41% ke level Rp14.085 per dolar AS. 
  • 11:13 WIB. Rupiah - Pukul 11.13 WIB, rupiah menguat 0,41% ke level Rp14.085 per dolar AS. 
  • 09:10 WIB. Samsung - Samsung akan umumkan Galaxy M30 pada 27 Februari di India. 
  • 09:08 WIB. Apple - Apple akan luncurkan iPhone XS dan XS Max warna merah.
  • 08:59 WIB. IHSG - Senin pagi, IHSG dibuka hijau 0,61% ke level 6.428,28 di awal sesi I.
  • 07:20 WIB. BlackBerry - Produsen BlackBerry ikutan garap ponsel layar lipat.
  • 07:11 WIB. Redmi - Redmi akan rilis ponsel berotak Snapdragon 855.
  • 07:09 WIB. Twitter - Twitter simpan DM pengguna selama bertahun-tahun.
  • 07:08 WIB. NASA - NASA gelontorkan Rp3 triliun teliti asal usul alam semesta.
  • 07:05 WIB. Amazon - Amazon investasi Rp9,8 triliun ke startup kendaraan listrik, Rivian. 
  • 06:39 WIB. Asus - Asus fokus lini gaming dan ponsel baterai berkapasitas jumbo.
  • 06:37 WIB. Kaesang - Kaesang targetkan Sang Pisang jadi unicorn lima tahun lagi.

Masalah Perang Dagang Bawa Harga Minyak Turun

Foto Berita Masalah Perang Dagang Bawa Harga Minyak Turun
Warta Ekonomi.co.id, New York -

Harga minyak mentah berjangka turun pada akhir perdagangan pada, Sabtu (4/8/2018) pagi WIB, yang menyerahkan keuntungan dari sesi sebelumnya, karena kekhawatiran perang perdagangan membebani pasar dan memicu kecemasan tentang permintaan.

Minyak berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, kehilangan 0,47 dolar AS menjadi menetap di 68,49 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange,.

Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober, turun 0,24 dolar AS menjadi ditutup pada 73,21 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Kedua kontrak acuan sempat diperdagangkan turun lebih dari satu dolar AS per barel. Minyak mentah AS mengakhiri minggu ini dengan penurunan 0,4 persen, sementara Brent telah jatuh 1,5 persen sepanjang minggu ini.

"Ini adalah perasaan gelisah, selama kita memiliki ketidakpastian sanksi Iran dan ketidakpastian tarif, dan tidak perlu banyak pemicu ayunan signifikan dengan cara apa pun atau lainnya," kata Jim Ritterbusch, analis di Galena, Illinois, dikutip dari Reuters.

Ketakutan bahwa permintaan Tiongkok dapat berkurang memicu kemunduran pada Jumat (3/8), setelah perusahaan minyak utama negara itu, Sinopec, memangkas pembelian minyak mentah AS.

Unipec dari Tiongkok, unit perdagangan Sinopec, telah menghentikan impor minyak mentah dari Amerika Serikat akibat meningkatnya perselisihan perdagangan antara Washington dan Beijing, tiga sumber yang akrab dengan situasi tersebut mengatakan pada Jumat (3/8).

"Permintaan Tiongkok dari penyuling independen juga lebih rendah, sementara perang perdagangan yang meningkat juga tidak membantu sentimen," kata Warren Patterson, analis komoditas di ING.

Tiongkok mengatakan pihaknya berencana memberlakukan tarif pada gas alam cair, meningkatkan kekhawatiran bahwa negara itu juga dapat mengenakan tarif atas minyak, kata John Kilduff, mitra di Again Capital Management di New York.

Lapangan pekerjaan non pertanian AS naik pada Juli, tetapi defisit perdagangan AS mencatat peningkatan terbesar dalam lebih dari satu setengah tahun pada Juni, karena dorongan untuk ekspor dari pengiriman kedelai memudar dan harga minyak yang lebih tinggi mengangkat tagihan impor.

Departemen Perdagangan mengatakan pada Jumat (3/8), defisit perdagangan AS melonjak 7,3% menjadi US$46,3 miliar.

Produksi minyak Rusia naik 150.000 barel per hari (bph) pada Juli dari bulan sebelumnya menjadi 11,21 juta barel per hari, data kementerian energi menunjukkan pada Kamis (2/8).

Produksi oleh eksportir utama Arab Saudi juga telah meningkat baru-baru ini, menjadi sekitar 11 juta barel per hari, dan produksi AS juga berada di sekitar tingkat itu.

Arab Saudi, Rusia, Kuwait dan Uni Emirat Arab telah meningkatkan produksi mereka untuk membantu mengimbangi kemungkinan pengurangan dalam pasokan minyak mentah Iran, setelah rencana sanksi AS mulai berlaku tahun ini.

Tetapi penghentian total pasokan Iran tampaknya tidak mungkin, karena Bloomberg melaporkan pada Jumat (3/8) bahwa Tiongkok, pelanggan terbesar Iran, telah menolak permintaan AS untuk memotong impor dari anggota OPEC tersebut.

Persediaan AS yang rendah masih menyediakan lantai untuk harga, dengan keseluruhan persediaan minyak mentah AS di bawah rata-rata lima tahun sekitar 420 juta barel. Tapi ada kekhawatiran tentang potensi kenaikan persediaan ketika pasokan dari fasilitas produksi Kanada yang telah ditutup dibuka kembali.

Perusahaan-perusahaan pengeboran AS mengurangi rig mereka untuk minggu kedua berturut-turut dalam tiga minggu, mengurangi jumlah rig minyak dua rig menjadi 859 rig. Jumlah rig dapat menjadi indikator produksi ke depan.

Hedge fund dan manajer uang lainnya memangkas taruhan bullish mereka untuk minyak mentah AS dalam minggu terakhir, karena harga minyak bergerak dalam kisaran sempit, terjepit di antara kekhawatiran tentang ketatnya pasokan akibat sanksi dan kekhawatiran bahwa perselisihan perdagangan dapat mengekang permintaan.

Kelompok spekulan mengurangi posisi berjangka dan opsi gabungan mereka di New York dan London sebanyak 5.287 kontrak menjadi 407.001 kontrak selama pekan yang berakhir 31 Juli, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi AS (CFTC) mengatakan pada Jumat (3/8).

Tag: Minyak

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Reuters/Essam Al-Sudani

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,783.30 3,744.53
British Pound GBP 1.00 18,150.85 17,967.77
China Yuan CNY 1.00 2,097.95 2,076.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,187.00 14,045.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,058.58 9,952.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.88 1,789.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.06 10,334.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.70 15,848.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,472.95 3,433.99
Yen Jepang JPY 100.00 12,861.03 12,731.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31