Portal Berita Ekonomi Selasa, 23 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:24 WIB. KEK - Pemprov Sumsel terus maksimalkan pembangunan KEK dan Pelabuhan Samudera Tanjung Api-Api.
  • 15:22 WIB. Udang - Pemkab Situbondo dorong masyarakat membudidayakan udang vaname skala rumah tangga.
  • 15:21 WIB. Sembako - Harga sembako di Kabupaten Sleman relatif stabil dan tidak terdampak oleh kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah.
  • 15:19 WIB. Ekspor - Kemendag menggenjot berbagai perjanjian perdagangan dengan negara lain sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja ekspor.
  • 15:18 WIB. Garam - Produksi garam di Kabupaten Probolinggo melimpah akibat musim kemarau panjang pada tahun 2018.
  • 15:15 WIB. Ekspor - Menteri Susi memastikan nilai dan volume ekspor produksi perikanan pada 2018 meningkat dibanding tahun sebelumnya.
  • 15:13 WIB. Beras - Harga beras Ciliwung yang di pasarkan di pasar sentral Baruga seharga Rp50.000 per 5 kilogram.
  • 15:12 WIB. Beras - Harga beras di pasar Sultra masih stabil karena stok beras yang tersedia dari beberapa daerah masih cukup banyak.
  • 15:10 WIB. Ekspor - DPR minta anggaran yang terdapat di Kemendag dapat benar-benar dimaksimalkan untuk mendorong ekspor.
  • 15:09 WIB. ITPC - ITPC diminta lebih giat mencari investor.
  • 15:07 WIB. Petani - Distan Bangka sarankan petani bentuk koperasi.
  • 15:06 WIB. Bekraf - Bekraf: ekonomi kreatif tumbuh di atas PDB.
  • 15:03 WIB. UMP - UMP 2019 Jabar naik jadi Rp1,6 juta.
  • 14:31 WIB. Kabul - Afghanistan bertekad selidiki tuduhan kecurangan dalam pemilu.
  • 14:30 WIB. Khashoggi - Indonesia sampaikan belasungkawa kepada keluarga Khashoggi.

Angka Kemiskinan Valid Hanya Dimiliki BPS, Benarkah?

Foto Berita Angka Kemiskinan Valid Hanya Dimiliki BPS, Benarkah?
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Dalam mengukur kemiskinan di Indonesia Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan konsep kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar (basic need approach), sehingga angka kemiskinan yang dikeluarkan oleh BPS diklaim paling valid. Namun sebagian lagi, tidak mempercayai hal tersebut, seperti baru-baru ini Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan hal yang berbeda dengan data BPS.

Ekonom INDEF, Enny Srihartati, menjelaskan BPS adalah satu-satunya lembaga di Indonesia diakui. Sebab BPS merupakan lembaga independen yang mengukur angka kemiskinan di Indonesia yang datanya tidak pernah salah. Bahkan untuk menentukan kategori miskin tersebut, lembaga itu mengeluarkan data dua kali dalam setahun.

"Data yang dikeluarkan BPS dua kali dalam satu tahun, itu kan sudah ada metodologinya sendiri," tegasnya di Jakarta, Sabtu (4/8/2018). 

Ia menambahkan, angka kemiskinan juga harus diperhatikan seiring dengan bantuan sosial (bansos) yang diberikan pemerintah sehingga berkurangnya angka kemiskinan. Bahkan menurutnya hal itu berhasil. Akan tetapi setelah program bansos selesai yang harus diwaspadai adalah peningkatan pada angka kemiskinan tersebut, sebab ada beberapa faktor yang mempengaruhi. 

"Mulai daya beli yang harus diperbaiki, ekonomi yang ditingkatkan. Agar berkesinambungan, supaya setelah program bansos selesai mereka tidak jatuh miskin lagi," terangnya.

Enny mengatakan, dalam 5 tahun kemiskinan di Indonesia berkurang hingga 2,17 juta orang atau turun 1,4%. Dari penyampaian BPS, penurunan angka kemiskinan per Maret 2018 dikarenakan beberapa faktor, di antaranya inflasi umum periode September 2017-Maret 2018 sebesar 1,92%, rata-rata pengeluaran perkapita/bulan untuk rumah tangga yang berada di 40% lapisan terbawah selama periode itu tumbuh 3,06%.

 

Tag: Badan Pusat Statistik (BPS), Kemiskinan

Penulis/Editor: Irfan Mualim

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,074.00 4,032.94
British Pound GBP 1.00 19,818.76 19,620.15
China Yuan CNY 1.00 2,204.27 2,182.35
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,284.00 15,132.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,804.26 10,693.78
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,949.96 1,930.55
Dolar Singapura SGD 1.00 11,068.95 10,958.07
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,521.58 17,341.27
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,674.92 3,634.88
Yen Jepang JPY 100.00 13,578.54 13,439.91

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5840.435 3.144 610
2 Agriculture 1570.332 -4.068 20
3 Mining 1918.413 8.447 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.577 0.126 70
5 Miscellanous Industry 1252.288 -2.704 45
6 Consumer Goods 2470.043 -1.914 49
7 Cons., Property & Real Estate 411.035 1.920 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1064.616 17.661 70
9 Finance 1050.751 -3.316 91
10 Trade & Service 788.480 -4.485 147
No Code Prev Close Change %
1 MINA 472 585 113 23.94
2 MPRO 254 314 60 23.62
3 IBFN 324 400 76 23.46
4 BCAP 135 159 24 17.78
5 DART 250 294 44 17.60
6 UNIC 3,400 3,930 530 15.59
7 SKYB 138 159 21 15.22
8 LPGI 3,550 4,050 500 14.08
9 SHIP 950 1,065 115 12.11
10 MYTX 126 138 12 9.52
No Code Prev Close Change %
1 NICK 159 140 -19 -11.95
2 MAYA 8,150 7,275 -875 -10.74
3 LPPF 5,625 5,025 -600 -10.67
4 PBSA 770 690 -80 -10.39
5 INCF 125 114 -11 -8.80
6 JKON 505 466 -39 -7.72
7 BMAS 368 340 -28 -7.61
8 MMLP 530 490 -40 -7.55
9 INCI 610 565 -45 -7.38
10 VINS 96 89 -7 -7.29
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 344 362 18 5.23
2 LPPF 5,625 5,025 -600 -10.67
3 KPIG 135 138 3 2.22
4 PGAS 2,270 2,340 70 3.08
5 ISAT 2,680 2,840 160 5.97
6 PTBA 4,540 4,610 70 1.54
7 PNLF 286 288 2 0.70
8 FREN 99 105 6 6.06
9 BBCA 23,375 23,150 -225 -0.96
10 WSKT 1,540 1,600 60 3.90