Portal Berita Ekonomi Sabtu, 19 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 05:27 WIB. Eredivisie Belanda - Vitesse 3 vs 2 Excelsior
  • 05:23 WIB. Ligue1 Prancis - Lille 2 vs 1 Amiens
  • 05:21 WIB. Bundesliga Jerman - Hoffenheim 1 vs 3 FC Bayern München
  • 05:10 WIB. LaLiga Spanyol - Getafe 4 vs 0 Deportivo Alaves
  • 22:06 WIB. Debat Pilpres - Trafik Telkomsel dan XL melonjak saat debat pilpres perdana.
  • 19:42 WIB. Google - Google akuisisi Divisi Smartwatch Fossil.
  • 19:39 WIB. Apple - iPad murah kabarnya segera rilis.
  • 19:38 WIB. Huawei - Universitas Oxford setop terima dana dari Huawei.
  • 19:36 WIB. Tesla - Susul Proton,  Tesla kena imbas dari Airbag Takata.
  • 19:34 WIB. Ghosn - Pengacara ajukan banding atas penolakan bebas bersyarat Ghosn.
  • 19:32 WIB. Wuling - SUV Wuling Almaz sudah dikenalkan ke kalangan khusus.
  • 19:31 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo janji aturan penyiaran dan data pribadi rampung di kuarta I 2019.
  • 19:29 WIB. MediaTek - MediaTek bantah kabar akhiri kerja dengan Xiaomi.
  • 18:42 WIB. BPPT - BPPT ingatkan desain teknologi LRT perlu uji coba lapangan. 
  • 18:29 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo akan uji coba 700 Mhz untuk mitigasi bencana alam.

Kebutuhan Lulusan SMK Kelautan Masih Tinggi

Foto Berita Kebutuhan Lulusan SMK Kelautan Masih Tinggi
Warta Ekonomi.co.id, Cianjur -

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Mochammad Iriawan mengatakan siswa lulusan SMKN 1 Cidaun tak perlu khawatir ketika akan mencari kerja. Sebab belum banyak masyarakat yang memiliki keahlian khususnya bidang kelautan. Ditambah perusahaan swasta maupun pemerintah masih banyak membutuhkan SDM bidang kelautan.

"Mereka bisa langsung bekerja karena kejuruan mereka sudah menguasai," kata Iriawan saat menijau SMKN 1 Cidaun, Kabupaten Cianjur, belum lama ini.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara peninjauan ke Jabar bagian Selatan untuk melihat dan mendengar langsung keluhan masyarakat.

Iriawan menilai, SMKN 1 Cidaun yang fokus vokasionalnya kelautan ini sudah cukup mumpuni untuk menyiapkan siswa-siswi dalam bidang kelautan. 

"Saya pikir cukup bagus sekolah kejuruaan ini, dalam pembelajaran juga mereka cukup menguasai ada praktek membuat makanan dari olahan ikan, lalu administrasi dan hal lainnya," ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Iriawan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat akan berusaha untuk memfasilitasi tempat pelatihan dan sertifikasi bidang kelautan bagi para siswa. Pasalnya, selama ini mereka mengikuti praktik sertifikasi kelautan di Provinsi Bali yang perlu biaya besar dan jarak tempuh jauh.

Sekolah kelautan ini memang menjadi salah satu SMKN unggulan di Jabar. Sekolah berbasis potensi daerah ini sejak berdirinya tahun 2003 kini telah meluluskan 12 angkatan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2015 lalu bahkan telah menetapkannya sebagai sekolah rujukan.

SMKN 1 Cidaun sendiri memiliki lima jurusan yaitu Nautika Kapal Penangkap Ikan, Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian, Agribisnis Perikanan, Administrasi Perkantoran, serta Teknologi Komputer dan Jaringan.

Selain itu, pihaknya akan segera mengkaji dengan dinas terkait agar segera bisa merealisasikan keinginan para siswa SMKN 1 Cidaun itu.

"Terkait sarana pelatihan, dimana mereka biasa diberi pelatihan di kawasan Teluk Benoa Bali, tapi mereka ingin ada di fasilitasi disini, karena kalau ke Benoa biayanya tinggi dan waktu tidak efisien," ucapnya.

Selain SMKN 1 Cidaun, pihaknya juga berencana untuk meninjau sekolah kelautan lainnya di Jabar, salahsatunya yaitu di SMKN 1 Mundu Kota Cirebon.

"Ada juga di Cirebon saya akan lihat juga beberapa tempat SMK kelautan apa yang bisa kita bantu untuk bisa meningkatkan keahlian," pungkasnya.

Tag: Mochamad Iriawan

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Rahmat Saepulloh

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56