Portal Berita Ekonomi Rabu, 17 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:28 WIB. Twitter - Peneliti AS bikin alat pemantau ujaran kebencian di Twitter.
  • 06:23 WIB. Xiaomi - Xiaomi konfirmasi Mi Mix 3 akan dirilis pada 25 Oktober.
  • 06:17 WIB. Jeff Bezos - Jeff Bezos prediksi 1 triliun manusia tersebar di Tata Surya.
  • 06:16 WIB. Paul Allen - Semasa hidup, sedekah Paul Allen sentuh Rp30 triliun.
  • 06:12 WIB. Apple - Contek Google Maps, Apple Maps kumpulkan data pakai ransel.
  • 06:10 WIB. MSI - Motherboard MSI Z390 bakal gebrak pasar Indonesia.
  • 06:04 WIB. Realme - Realme 2 pecahkan rekor penjualan online Lazada.
  • 06:01 WIB. Facebook - Facebook akan ungkap identitas pengiklan politik di Inggris.
  • 06:00 WIB. Huawei - Huawei pastikan smartphone seri Mate 20 akan dijual di Indonesia.
  • 05:58 WIB. Uber - Proposal penawaran saham Uber capai US$120 miliar.
  • 05:54 WIB. Google - Google kenakan biaya akses Play Store ke produsen Android di Eropa.
  • 09:21 WIB. Youtube - Youtube bakal beri sanki untuk konten video duplikat.

Memanas! Nasdem dan Gerindra 'Perang', Ini Pembahasannya

Foto Berita Memanas! Nasdem dan Gerindra 'Perang', Ini Pembahasannya
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Beberapa hari lalu  Sekjen NasDem, Johnny G Plate, menyinggung rekomendasi Dewan Kehormatan Militer tentang pemecatan Prabowo Subianto dari TNI pada Mei 1998 silam. Atas pernyataan itu sejumlah kader Partai Gerindra pun angkat bicara. 

Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade, menjelaskan tidak ada namanya Dewan Kehormatan Militer. Menurutnya yang ada ialah Dewan Kehormatan Perwira (DKP). Berdasarkan Surat Keputusan Panglima ABRI Nomor 838/1995 tentang DKP, Panglima ABRI tidak punya wewenang membuat DKP untuk perwira tinggi. Sehingga pemecatan Prabowo hanya melalui surat rekomendasi DKP.

"Johnny salah bicara soal Dewan Kehormatan Militer," katanya di Jakarta, Senin (6/8/2018).

Ia menambahkan, pemberhentian Prabowo dari ABRI bukan dikarenakan adanya tindakan melanggar hukum. Namun DKP yang dibentuk Wiranto, saat itu menjabat Panglima ABRI, melebihi wewenang sebagai Pangab demi ambisi pribadi untuk menyingkirkan Prabowo Subianto,

"Panglima ABRI hanya mempunyai modal membuat DKP untuk perwira menengah. Lalu dalam DKP itu disebutkan minimal tiga orang harus berpangkat lebih tinggi dari terperiksa. Faktanya dalam DKP Prabowo hanya satu yang lebih tinggi, yaitu KSAD Jenderal Subagyo," terangnya.

Untuk itu, dirinya meminta Sekjen NasDem tidak asal bicara apabila tidak mengetahui sejarah. 

Perlu diketahui, Johnny menanggapi pernyataan Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat (PD), Ferdinand Hutahaean, yang menyayangkan pernyataan 'berani jika diajak berantem' dari Jokowi kepada relawannya. PD meminta Jokowi tidak berlaku seperti provokator.

Atas pernyatan itu, Jhonny menyebut tudingan kekerasan yang dilontarkan Demokrat mengingatkan dirinya pada peristiwa Reformasi '98. Dia menyinggung rekomendasi dewan kehormatan militer saat itu.

"Ini membangun memori masyarakat bahwa tanda-tanda kekerasan dulu itu ada. Kita tahu peristiwa kekerasan 98, rekomendasi dewan kehormatan militer," ujarnya.

Sehingga ia menilai PD gagal paham dengan pesanJokowi kepada relawannya. 

"Jokowi justru berpesan agar Pemilu 2019 dipenuhi kegembiraan," imbuhnya.

 

Tag: Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Nasional Demokrat (Nasdem)

Penulis/Editor: Irfan Mualim

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,072.49 4,031.33
British Pound GBP 1.00 20,101.94 19,900.49
China Yuan CNY 1.00 2,210.97 2,188.98
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,282.00 15,130.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,908.29 10,796.77
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,950.28 1,930.86
Dolar Singapura SGD 1.00 11,111.76 10,999.64
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,708.78 17,526.59
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,682.41 3,641.40
Yen Jepang JPY 100.00 13,649.52 13,512.55

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5800.817 73.561 610
2 Agriculture 1499.514 -10.316 20
3 Mining 1908.385 14.778 47
4 Basic Industry and Chemicals 734.213 11.492 70
5 Miscellanous Industry 1207.433 19.109 45
6 Consumer Goods 2472.151 56.797 49
7 Cons., Property & Real Estate 404.376 3.894 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.496 21.972 70
9 Finance 1055.585 7.521 91
10 Trade & Service 790.225 1.656 147
No Code Prev Close Change %
1 CITY 436 545 109 25.00
2 DIGI 805 1,005 200 24.84
3 AKPI 825 970 145 17.58
4 RMBA 330 376 46 13.94
5 BACA 268 304 36 13.43
6 LMAS 69 78 9 13.04
7 POLL 1,500 1,695 195 13.00
8 LAND 1,050 1,185 135 12.86
9 PJAA 1,120 1,260 140 12.50
10 GHON 1,150 1,275 125 10.87
No Code Prev Close Change %
1 IBST 7,200 5,775 -1,425 -19.79
2 VRNA 127 110 -17 -13.39
3 LPCK 1,385 1,200 -185 -13.36
4 GOOD 2,510 2,210 -300 -11.95
5 MYTX 140 124 -16 -11.43
6 KARW 92 82 -10 -10.87
7 VINS 98 88 -10 -10.20
8 TELE 730 660 -70 -9.59
9 TRAM 220 199 -21 -9.55
10 APEX 1,760 1,600 -160 -9.09
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 220 199 -21 -9.55
2 PNLF 280 288 8 2.86
3 CPRO 50 50 0 0.00
4 INKP 11,700 12,250 550 4.70
5 TKIM 10,050 10,300 250 2.49
6 PGAS 2,040 2,200 160 7.84
7 SKRN 1,185 1,170 -15 -1.27
8 TLKM 3,660 3,780 120 3.28
9 ERAA 1,960 2,040 80 4.08
10 PTBA 4,440 4,390 -50 -1.13