Portal Berita Ekonomi Sabtu, 15 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Begini Penjelasan Jokowi Soal Arahannya Ajak 'Berantem'

Foto Berita Begini Penjelasan Jokowi Soal Arahannya Ajak 'Berantem'
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pernyataannya tekait arahan Presiden RI kepada relawannya agar berani jika diajak berantem, ternyata menuai banyak polemik. Bahkan sebagaian pengurus parpol, di antaranya Partai Demokrat beranggapan bahwa arahan tersebut sesuatu yang buruk, begitu pula Partai Gerindra.

Presiden RI, Joko Widodo, mengatakan seharusnya pernyataan tersebut ditonton hingga selesai. Sebab yang disampaikan yakni mengenai aset terbesar Indonesia adalah persatuan dan kerukunan. Oleh sebab itu, jangan sampai membangun kebencian, saling mencela, dan menjelekkan.

"Ditonton yang komplit dong. Saya kan sampaikan aset terbesar kita adalah persatuan, kerukunan. Oleh sebab itu jangan sampai membangun kebencian, mencela, dan menjelekkan. Itu yang saya sampaikan," terangnya di Jakarta, Senin (6/8/2018).

Menurutnya, arahan tersebut diberikan di depan para relawannya untuk Pilpres 2019 di Sentul, Sabtu (4/8/2018) lalu. Karenanya, ia meminta arahan tersebut jangan dipotong-potong, sebab tidak akan bagus untuk dikomentari.

"Coba dirunut dari atas, jangan diambil sepotongnya saja," imbuhnya.

Diketahui, arahan Jokowi kepada relawan di Pilpres 2019 agar 'berani jika diajak berantem' ramai diperbincangkan. Padahal dalam arahan tersebut, Jokowi meminta agar para relawan bersatu, militan, dan kerja keras. 

"Tidak usah suka mencela dan menjelekkan orang lain. Tapi kalau diajak berantem juga berani. Tapi jangan mengajak. Saya bilang tadi, tolong digarisbawahi. Jangan mengajak. Kalau diajak, tidak boleh takut," jelasnya.

Dikesempatan itu, Ketua Umum PROJO, Budi Arie Setiadi, menjelaskan arahan Jokowi bukan berarti memerintahkan relawannya untuk berkelahi. 

 

Tag: Joko Widodo (Jokowi)

Penulis/Editor: Irfan Mualim

Foto: Antara/Wahyu Putro A

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00