Portal Berita Ekonomi Selasa, 13 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:01 WIB. Indosat - Indosat transformasi pegawai demi tingkatkan bisnis.
  • 07:00 WIB. Go-Jek - Go-jek gandeng Bank DBS perkuat layanan Go-Pay di Asia Tenggara.
  • 06:57 WIB. China - China kembangkan silikon braille agar tunanetra mudah pakai ponsel.
  • 06:55 WIB. Blits - Mobil listrik Blits telah diuji sekitar 1.000 km.
  • 06:54 WIB. Microsoft - Microsoft kini jadi pemilik Github setelah menggelontorkan Rp19 triliun.
  • 06:52 WIB. Indosat - Indosat akui jaringan miliknya tertinggal dari kompetitor.
  • 06:43 WIB. Twitter - Twitter kembali gencarkan bersih-bersih akun palsu.
  • 21:59 WIB. AP I - AP I menargetkan pembangunan terminal kargo Bandara Ahmad Yani rampung November ini dan digunakan awal Desember 2018.
  • 21:57 WIB. BTN - BTN memperkirakan selama periode promo ini akan ada penambahan pembiayaan KPR dan KPA senilai Rp2,5 triliun.
  • 21:53 WIB. Pertamina - Layanan Go Pertamina dalam aplikasi Go Life pun sampai saat ini masih dalam bentuk "beta".
  • 21:51 WIB. Pertamina - Pertamina masih melakukan uji coba untuk layanan Go Pertamina.
  • 21:46 WIB. BNI - BNI mengatakan saat ini setidaknya sudah 43% realisasi KUR BNI masuk ke sektor produksi.
  • 21:44 WIB. BNI - Tahun depan BNI menargetkan pertumbuhan cash management lebih tinggi 20% dari capaian tahun 2018.
  • 21:43 WIB. BNI - BNI menargetkan jumlah transaksi cash management hingga 94,9 juta kali.
  • 21:32 WIB. Pertamina - Pertamina telah melakukan pengapalan atas penjualan LNG dari Sanga Sanga yang dikelola oleh PHSS.

Rencana Sanksi Terhadap Iran Dongkrak Penguatan Dolar AS

Foto Berita Rencana Sanksi Terhadap Iran Dongkrak Penguatan Dolar AS
Warta Ekonomi.co.id, New York -

Kurs dolar menguat terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan, Selasa (7/8/2018) pagi WIB, karena investor mempertimbangkan keputusan Amerika Serikat untuk menerapkan kembali sanksi-sanksi terhadap Iran.

Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan Senin (6/8) bahwa Amerika Serikat (AS) akan mengaktifkan kembali sejumlah sanksi terhadap sektor keuangan dan industri Iran mulai Selasa (7/8).

Tindakan tersebut, diikuti oleh serangkaian sanksi lain yang dijadwalkan untuk November. Itu akan membawa sanksi-sanksi AS terhadap Iran ke tingkat setara dengan yang terjadi sebelum kesepakatan multilateral utama dicapai pada 2015.

Sejumlah sanksi pertama menargetkan pembelian Teheran terhadap uang kertas AS, perdagangan emas dan logam mulia lainnya, serta penggunaan grafit, batu bara, aluminium dan baja dalam proses industri.

Putaran sanksi lainnya, yang akan diterapkan pada November, akan termasuk sektor pelabuhan, energi dan pengiriman, transaksi terkait perminyakan, dan transaksi asing dengan Bank Sentral Iran, menurut pernyataan itu.

Beberapa analis mengatakan bahwa ketidakpastian global adalah positif bagi dolar AS, karena greenback dilihat oleh beberapa investor sebagai mata uang "safe-heaven". Demikian seperti yang dikutip Xinhua.

Tidak ada data ekonomi utama yang keluar pada Senin (6/8).

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, meningkat 0,22% menjadi 95,3546 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1553 dolar AS dari 1,1579 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2943 dolar AS dari 1,3009 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7389 dolar AS dari 0,7404 dolar AS.

Dolar AS dibeli 111,39 yen Jepang, lebih tinggi dari 111,23 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9963 franc Swiss dari 0,9940 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3001 dolar Kanada dari 1,2981 dolar Kanada.

Tag: Dolar Amerika Serikat (AS)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,951.32 3,911.55
British Pound GBP 1.00 19,179.86 18,982.46
China Yuan CNY 1.00 2,133.25 2,111.95
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,821.00 14,673.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,724.48 10,614.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,891.86 1,872.89
Dolar Singapura SGD 1.00 10,751.54 10,642.63
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,790.71 16,617.17
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,542.30 3,504.42
Yen Jepang JPY 100.00 13,003.16 12,872.18

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5777.053 -97.101 615
2 Agriculture 1471.193 -20.031 20
3 Mining 1850.021 -9.803 47
4 Basic Industry and Chemicals 741.527 -8.068 71
5 Miscellanous Industry 1323.857 -43.137 45
6 Consumer Goods 2255.249 -57.850 49
7 Cons., Property & Real Estate 410.436 -6.394 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1055.398 -2.343 71
9 Finance 1087.300 -19.593 90
10 Trade & Service 790.700 -12.910 150
No Code Prev Close Change %
1 DIGI 1,400 1,750 350 25.00
2 SOSS 800 1,000 200 25.00
3 TCPI 6,300 7,550 1,250 19.84
4 SSTM 384 460 76 19.79
5 IBST 8,200 9,800 1,600 19.51
6 TAMU 2,300 2,700 400 17.39
7 DUCK 1,475 1,665 190 12.88
8 HELI 104 117 13 12.50
9 AKPI 810 900 90 11.11
10 SATU 124 137 13 10.48
No Code Prev Close Change %
1 PSDN 210 178 -32 -15.24
2 KBLV 452 402 -50 -11.06
3 LPPF 5,275 4,760 -515 -9.76
4 DPNS 332 300 -32 -9.64
5 ASJT 340 312 -28 -8.24
6 ABMM 2,200 2,020 -180 -8.18
7 TIRA 151 140 -11 -7.28
8 SSIA 472 438 -34 -7.20
9 PTPP 1,565 1,460 -105 -6.71
10 ARII 975 910 -65 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 HMSP 3,400 3,300 -100 -2.94
2 ESTI 94 96 2 2.13
3 UNVR 40,325 39,375 -950 -2.36
4 BBRI 3,340 3,280 -60 -1.80
5 PGAS 2,110 2,070 -40 -1.90
6 SATU 124 137 13 10.48
7 ADRO 1,580 1,510 -70 -4.43
8 TKIM 10,550 10,625 75 0.71
9 SRIL 360 360 0 0.00
10 UNTR 34,900 33,075 -1,825 -5.23