Portal Berita Ekonomi Senin, 15 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:40 WIB. Bursa - Pemerintah akan lelang obligasi dan sukuk negara dengan target indikatif Rp4 triliun. 
  • 16:36 WIB. Jiwasraya - Hotbonar Sinagadesak desak supaya permasalahan likuiditas Jiwasraya ditangani dengan serius. 
  • 16:33 WIB. JSMR - Jasa Marga lakukan inovasi skema pendanaan melalui DINFRA.
  • 16:31 WIB. GMF - AFI KLM E&M adalah mitra paling cocok dalam hal branding.
  • 16:30 WIB. GMF - GMF dan AFI KLM E&M lakukan kesepakatan strategis di Indonesia Investment Forum 2018. 
  • 16:30 WIB. BUMI - BUMI telah bayar US$167,48 juta secara tunai atas pokok dan Tranche A.
  • 16:23 WIB. TOWR - Protelindo dan JPMorgan tanda tangani perubahan fasilitas pinjaman senilai Rp300 miliar.
  • 16:23 WIB. Perbankan - Paninvest beli 222.576.416.200 saham PNIN pada tanggal 8--12/10/2018
  • 16:22 WIB. Infrastruktur - Jasa Marga akan dapatkan dana segar dari penerbitan KIK-DINFRA oleh PT Mandiri Sekuritas sebesar US$112 juta. 
  • 16:21 WIB. JSMR - JSMR estimasikan kebutuhan belanja modal tahun depan mencapai Rp28 triliun.
  • 16:21 WIB. OJK - OJK setujui pengangkatan Paulus Endra sebagai Direktur Compliance and Risk PT Bank Mandiri Taspen.
  • 16:21 WIB. OJK - Zudan Arief disetujui OJK untuk jadi Komisaris Independen PT Bank Mandiri Taspen. 
  • 16:20 WIB. Saham - 53,9 juta saham Hero telah dibeli oleh JMH awal Oktober lalu.
  • 16:20 WIB. Bursa -  Antam beli saham IMC senilai Rp27 miliar.
  • 16:19 WIB. CIMB - BNGA siapkan dana Rp11,4 miliar untuk bayar bunga obligasi kedelapan. 

Triwulan II-2018, Ekonomi Sumut Tumbuh 5,30%

Foto Berita Triwulan II-2018, Ekonomi Sumut Tumbuh 5,30%
Warta Ekonomi.co.id, Medan -

Geliat ekonomi domestik menopang perekonomian Sumatera Utara pada triwulan II-2018. Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada triwulan II 2018 tumbuh sebesar5,30 % (yoy) jauh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya yaitu 4,73% (yoy).

Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Wilayah Sumut, Hilman Tisnawan mengatakan, pencapaian ini diatas pertumbuhan ekonomi nasional (5,27%, yoy) dan regional Sumatera (4,65%, yoy). Bahkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata historis periode yang sama dalam tiga tahun terakhir yaitu 5,26% (yoy).

"Pertumbuhan ekonomi bersumber dari permintaan domestik, terutama konsumsi rumah tangga dan investasi. Konsumsi rumah tangga meningkat tajam dari 4.98% (yoy) pada triwulan sebelumnya menjadi 6.64% (yoy)," katanya, Selasa (7/8/2018).

Selain itu, pelaksanaan PILKADA 2018 pada 27 Juni 2018 juga turut menggerakkan permintaan domestik lebih lanjut, tercermin dari pertumbuhan konsumsi LPNRT yang meningkat tajam dari 7,06% (yoy) menjadi 11,10% (yoy). Pertumbuhan investasi di triwulan II 2018 naik dari 6,96% (yoy) menjadi 7,37% (yoy), didorong oleh kebutuhan investasi non bangunan, terutama mesin dan peralatan.

"Dari sisi eksternal, Ekspor di triwulan II 2018 tercatat 5,38% (yoy) lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang mengalami kontraksi -0.08% (yoy). Ekspor Sumut menguat didorong perbaikan kinerja sektor industri pengolahan di tengah perkembangan harga internasional komoditas CPO dan karet yang relatif terbatas," ujarnya.

Namun demikian, peningkatan ini diimbangi oleh akselerasi pertumbuhan impor sejalan dengan kebutuhan investasi non bangunan yang tinggi. Impor Sumatera Utara di triwulan II 2018 tumbuh hingga 9,95% (yoy), meningkat tajam dari 0,88% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Hal ini antara lain dipengaruhi oleh masih belum kuatnya industri substitusi barang impor di dalam negeri.

"Pertumbuhan ekonomi yang kuat dari sisi permintaan juga tercermin dari perbaikan kinerja sektor utama Sumatera Utara triwulan II 2018. Meningkatnya aktivitas konsumsi tercermin oleh perbaikan kinerja sektor perdagangan yang tumbuh sebesar 6,02% (yoy) dengan andil 1,06% (yoy)," ujarnya.

Kinerja sektor pertanian tumbuh 5,02% (yoy) dan memberikan andil pertumbuhan sebesar 1,24% (yoy). Peningkatan produksi bahan baku dari sektor pertanian dan perkebunan disertai tingginya investasi non bangunan mendorong perbaikan kinerja sektor industri pengolahan. 

"Sektor industri pengolahan yang memiliki pangsa kedua terbesar Sumatera Utara tercatat tumbuh signifikan dari 2,31% (yoy) pada triwulan sebelumnya menjadi 3,50% (yoy) dengan andil 0,67% (yoy)," katanya.

Kedepan, pertumbuhan ekonomi Sumut di triwulan III 2018 berpotensi tetap tumbuh di rentang 5,0 – 5,4% (yoy). Pertumbuhan diprediksi bersumber dari realisasi investasi dan belanja pemerintah yang cenderung kuat pada semester kedua. 

"Sisi eksternal diperkirakan tetap tumbuh didorong oleh perbaikan kinerja sektor perkebunan ditengah perkembangan harga komoditas yang relatif terbatas. Selain itu, pengoperasian Pelabuhan Kuala Tanjung serta Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi I diharapkan dapat memperlancar distribusi perdagangan arus barang dan jasa," pungkasnya.

Tag: Bank Indonesia (BI)

Penulis: Khairunnisak Lubis

Editor: Vicky Fadil

Foto: Muhamad Ihsan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,071.78 4,031.14
British Pound GBP 1.00 20,215.95 20,005.65
China Yuan CNY 1.00 2,209.20 2,187.21
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,270.00 15,118.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,875.29 10,764.02
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,948.90 1,929.37
Dolar Singapura SGD 1.00 11,118.39 11,003.71
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,722.36 17,544.44
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,677.75 3,637.63
Yen Jepang JPY 100.00 13,605.99 13,469.35

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5727.256 -29.234 610
2 Agriculture 1509.830 -12.368 20
3 Mining 1893.607 -32.593 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.721 -27.621 70
5 Miscellanous Industry 1188.324 -0.762 45
6 Consumer Goods 2415.354 -13.287 49
7 Cons., Property & Real Estate 400.482 -4.050 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1024.524 -8.265 70
9 Finance 1048.064 10.116 91
10 Trade & Service 788.569 -6.051 147
No Code Prev Close Change %
1 SURE 785 970 185 23.57
2 RBMS 144 174 30 20.83
3 SMCB 1,570 1,850 280 17.83
4 APEX 1,510 1,760 250 16.56
5 VRNA 109 127 18 16.51
6 MFMI 680 770 90 13.24
7 GMFI 272 304 32 11.76
8 TMPO 126 140 14 11.11
9 SONA 4,950 5,500 550 11.11
10 TIRA 138 153 15 10.87
No Code Prev Close Change %
1 INKP 14,300 11,700 -2,600 -18.18
2 PANI 248 210 -38 -15.32
3 ASJT 392 332 -60 -15.31
4 LPCK 1,625 1,385 -240 -14.77
5 DIGI 930 805 -125 -13.44
6 TKIM 11,600 10,050 -1,550 -13.36
7 KONI 238 210 -28 -11.76
8 AKPI 930 825 -105 -11.29
9 MLPT 890 790 -100 -11.24
10 LPIN 1,005 900 -105 -10.45
No Code Prev Close Change %
1 SKRN 1,310 1,185 -125 -9.54
2 TKIM 11,600 10,050 -1,550 -13.36
3 INKP 14,300 11,700 -2,600 -18.18
4 SMCB 1,570 1,850 280 17.83
5 RBMS 144 174 30 20.83
6 PGAS 2,120 2,040 -80 -3.77
7 KPIG 131 133 2 1.53
8 MNCN 755 745 -10 -1.32
9 BBRI 2,950 3,000 50 1.69
10 TLKM 3,680 3,660 -20 -0.54