Portal Berita Ekonomi Senin, 20 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:57 WIB. Apple - iPhone 2018 berlapis emas seharga Rp1,8 miliar sudah bisa dipesan.
  • 07:54 WIB. Instagram - Selebgram bisa kena hukuman bila endorse produk sembarangan di Instagram.
  • 07:53 WIB. Go-Jek - Go-Jek nyaris untung di semua segmen, kecuali transportasi.
  • 07:52 WIB. Google - Google siapkan asisten pintar untuk jaga rutinitas olahraga dan asupan nutrisi.
  • 07:51 WIB. WhatsApp - Mulai 12 November, backup pesan WhatsApp tak akan ambil kuota 15 GB di Google Drive. 
  • 07:50 WIB. Google - AI, Kecerdasaan buatan Google bisa deteksi lebih dari 50 tipe penyakit mata.
  • 05:49 WIB. Youtube - Youtube hapus iklan film horor The Nun karena mengandung kekerasan.
  • 05:44 WIB. Apple - Seorang remaja asal Melbourne curi data 90 GB dari server Apple.
  • 05:38 WIB. Google - Gmail hadirkan fitur mode rahasia untuk perangkat Android.
  • 05:35 WIB. Galaxy Note 9 - Caviar umunkan Galaxy Note 9 "Fine Gold" backplate emas seharga Rp900 juta.
  • 05:30 WIB. Ransomware - Ransomware masih jadi tren serangan siber.

AS Minta Indonesia Bayar Denda Senilai US$350 Juta

Foto Berita AS Minta Indonesia Bayar Denda Senilai US$350 Juta
Warta Ekonomi.co.id, Geneva -

Amerika Serikat telah meminta Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk membiarkannya menjatuhkan sanksi terhadap Indonesia setelah memenangkan sengketa perdagangan yang dikatakannya mengorbankan bisnis AS hingga US$350 juta pada tahun 2017, sebuah pengajuan AS yang diterbitkan oleh WTO menunjukkan pada Senin (6/8/2018).

Amerika Serikat dan Selandia Baru sama-sama memenangkan putusan WTO tahun lalu terhadap pembatasan impor Indonesia pada makanan, tanaman dan produk hewani, termasuk apel, anggur, kentang, bawang, bunga, jus, buah kering, sapi, ayam dan daging sapi.

Pengajuan terbaru AS mengatakan bahwa Indonesia belum mematuhi putusan itu, sehingga Washington mencari sanksi tahunan untuk mengkompensasi kerusakan yang dilakukan terhadap kepentingan AS.

"Berdasarkan analisis awal dari data yang tersedia untuk produk tertentu, tingkat ini diperkirakan sementara hingga sekitar US$350 juta untuk 2017," ungkapnya, sebagaimana dikutip dari Reuters, Selasa (7/8/2018).

“Amerika Serikat akan memperbarui angka ini setiap tahun, karena ekonomi Indonesia terus berkembang," tambahnya.

Indonesia masih mempelajari langkah AS untuk mencari sanksi, ujar Oke Nurwan, direktur jenderal perdagangan luar negeri Kemendag, dengan menambahkan bahwa pihak berwenang percaya Indonesia telah memenuhi keputusan panel WTO. Dia juga mengatakan aturan tentang impor makanan Indonesia sudah direvisi.

Proses mencari kompensasi sering membutuhkan waktu bertahun-tahun, dan Indonesia kemungkinan akan menentang ukuran sanksi potensial.

Tidak ada tanda langsung dari permintaan sanksi serupa dari Selandia Baru, yang mengatakan tahun lalu pembatasan Indonesia diperkirakan telah mengorbankan sektor daging sapi Selandia Baru hingga 1 miliar dolar Selandia Baru atau senilai ($673 juta)

Indonesia telah melobi pejabat senior AS untuk menjaga negara Asia Tenggara dalam daftar negara-negara yang menerima persyaratan perdagangan khusus di bawah Sistem Preferensi Umum, sebuah fasilitas yang memberikan pengurangan tarif hingga sekitar $2 miliar ekspor Indonesia.

Kantor Perwakilan Dagang AS pada bulan April mengatakan sedang mengkaji kelayakan Indonesia untuk GSP dalam kaitan dengan pengenaan Indonesia di berbagai hambatan perdagangan dan investasi yang menciptakan efek negatif yang serius pada perdagangan A.S.

Menteri Perdagangan Indonesia Enggartiasto Lukita pada bulan Juli mengatakan dia akan menyarankan Washington bahwa Indonesia akan menghapus hambatan perdagangan untuk apel AS menyusul keputusan WTO sebagai bagian dari lobi untuk GSP.

Tag: Perang Dagang, Kementerian Perdagangan (Kemendag)

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Jonathan Ernst

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Aug
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10

Recommended Reading

Senin, 20/08/2018 03:42 WIB

Minyak Tumpah di Ambon, Apa Kata Pertamina?

Minggu, 19/08/2018 23:04 WIB

Rex Marindo: Jangan Jadi Pengusaha

Minggu, 19/08/2018 22:20 WIB

Google Hapus Layanan Pencarian Gambar

Minggu, 19/08/2018 18:28 WIB

DPR Akan Panggil OJK Soal Regulasi Fintech

Minggu, 19/08/2018 08:58 WIB

Apa Itu Merdeka Finansial?

Jum'at, 17/08/2018 17:08 WIB

Indeks Merosot 4,83% Sepanjang Pekan Ini

Jum'at, 17/08/2018 16:51 WIB

Ahok Dapat Remisi Dua Bulan, 2019 Bebas