Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 04:59 WIB. EPL - Liverpool 4 vs 3 Crystal Palace
  • 04:57 WIB. EPL - AFC Bournemouth 2 vs 0 West Ham United
  • 04:51 WIB. EPL - Wolverhampton Wanderers 4 vs 3 Leicester City

Menkeu: Momentum Pertumbuhan Konsumsi Harus Dijaga

Foto Berita Menkeu: Momentum Pertumbuhan Konsumsi Harus Dijaga
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan momentum pertumbuhan konsumsi rumah tangga (RT) harus terus dijaga di kisaran lima persen agar perekonomian domestik juga tetap tumbuh di atas 5%.

Menurut Menkeu, pertumbuhan konsumsi RT pada triwulan kedua 2018 dibandingkan triwulan kedua 2017 sebesar 5,14 % merupakan angka yang cukup tinggi dan ia berharap akan terus berlanjut pada triwulan-triwulan berikutnya.

"Momentum untuk konsumsi kami harap bisa dijaga di atas lima persen, terutama ada perhelatan seperti Asian Games. Asian Games itu karena ada di kota besar, maka consumption support-nya akan signifikan," katanya saat jumpa pers di Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jakarta.

Selain itu, lanjutnya, seiring tahun ajaran baru maka akan meningkatkan permintaan atas barang-barang anak sekolah, sehingga akan juga mendorong kenaikan konsumsi masyarakat.

"Jadi masih seasonal, tapi di sisi lain pemerintah juga tetap menjaga inflasi rendah, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga," katanya.

Menkeu menilai, pertumbuhan konsumsi masyarakat salah satunya disumbangkan inflasi yang konsisten rendah. Ia menyebutkan saat ini sudah memasuki tahun keempat dengan laju inflasi relatif rendah di kisaran 3-3,5%.

Pemerintah bersama Bank Indonesia berkomitmen menjaga inflasi, terutama pada semester kedua 2018 dengan adanya pelemahan rupiah yang berpotensi membuat barang-barang impor mengalami peningkatan harga.

"Kami akan tetap bersama Bank Indonesia menjaga dari sisi administered price-nya, dari sisi makanan dan barang-barang produk yang dijaga oleh pemerintah. Dari sisi BI yaitu dari sisi kebijakan moneter, bagaimana jumlah uang beredar tetap bisa di-balance dengan permintaan. Ke depan, kami tetap akan berusaha supaya daya beli masyarakat tetap terjaga," ujar Sri Mulyani.

Kendati demikian, ia juga menyebut peningkatan konsumsi masyarakat juga didorong sejumlah kebijakan seperti peningkatan program keluarga harapan (PKH) untuk masyarakat bawah dan perbaikan dana desa dengan strategi pemberian uang harian (cash forward).

"Jadi setidaknya untuk masyarakat pada level 40% terbawah mereka mendapatkan support yang cukup konsisten dari pemerintah," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga memberikan tunjangan hari raya (THR) dan juga gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN), termasuk tunjangan kinerja, yang meningkatkan konsumsi.

"Itu mem-boosting untuk kelompok menengah di Indonesia, dikombinasikan dengan liburan, maka mereka punya waktu untuk belanja," kata Sri Mulyani.

Tag: Sri Mulyani Indrawati

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56