Portal Berita Ekonomi Sabtu, 15 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Stimulus Fiskal Gagal, Penguatan Ekonomi Kuartal III Sulit Berlanjut

Foto Berita Stimulus Fiskal Gagal, Penguatan Ekonomi Kuartal III Sulit Berlanjut
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Institut for Development of Economic and Finance (Indef) menilai pertumbuhan ekonomi kuartal II-2018 yang menguat signifikan bakal sulit terulang di kuartal berikutnya. Ini artinya pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2018 akan kembali turun.

Menurut Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati, momentum musiman bulan Ramadan dan Lebaran, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di 171 daerah, dan percepatan realisasi belanja pemerintah menjadi kontributor utama terjadinya peningkatan pertumbuhan.

"Kalau energi tadi sudah habis, jadi bagaimana kita bisa optimis. Tapi mudah-mudahan di kuartal III cukup tersedia alternatif untuk bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi," kata Enny di Kantor Indef, Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Dia mengungkapkan, kembali terbatasnya ekonomi di kuartal III 2018 karena terdapat sejumlah paradoks atas kinerja variabel makro ekonomi yang menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sebut saja kegagalan stimulus fiskal pemerintah.

Realisasi belanja APBN Triwulan II 2018 mencapai Rp523,70 triliun (23,58%), bahkan realisasi Bansos triwulan II-2018 Rp27,19 triliun, naik 67,57% dibandingkan dengan triwulan II-2017.

Pada triwulan II-2018, belanja Pemerintah tumbuh 5,26%, sehingga kontribusinya dalam pertumbuhan ekonomi naik dari 6,31% pada triwulan I menjadi 8,5% pada triwulan ll-2018. Hal ini ditopang Tunjangan Hari Raya (THR) pegawai negeri sipil.

"Sayangnya akselerasi belanja Pemerintah tersebut hanya berdampak pada peningkatan sektor konsumtif (konsumsi rumah tangga). Sementara sektor produktif (investasi) justru mengalami penurunan, baik dari sisi pertumbuhan maupun kontribusinya," jelasnya.

Sebagai gambaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada triwulan I-2018 tumbuh 7,95% dengan kontribusi 32,12%. Namun pada triwulan II-2018 hanya tumbuh 5,87% dan kontribusinya turun menjadi 31,15%.

"Peningkatan belanja pemerintah hingga dua kali lebih tinggi dari triwulan I-2018 tidak menunjukkan fungsinya sebagai stimulus untuk menggerakkan sektor produksi. Hal ini terlihat dari melambatnya investasi (PMTB) dan industri pengolahan yang kemudian berdampak terhadap menurunnya ekspor dibandingkan triwulan I," jelas Enny.

Bahkan sektor produktif dalam negeri, terutama sektor industri manufaktur nonmigas justru melorot dari 5,07% ke 4,41%. Secara keseluruhan pertumbuhan sektor industri anjlok hanya 3,9% pada triwulan II.

Ekonomi Indonesia kuartal II-2018 tumbuh sebesar 5,27% (yoy). Ini peningkatan yang signifikan dibandingkan kuartal I-2018 sebesar 5,06% (yoy).

"Artinya, dampak dari peningkatan belanja Pemerintah hanya berdampak pada peningkatan konsumsi rumah tangga dari 4,95% pada triwulan I-2018 menjadi 5,14% pada triwulan II-2018, termasuk ditopang oleh momentum Lebaran dengan adanya THR dan Pilkada," tutupnya.

Tag: Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Pertumbuhan Ekonomi

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rosmayanti

Foto: Fajar Sulaiman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6169.843 -7.877 621
2 Agriculture 1522.036 5.966 20
3 Mining 1764.925 -11.589 47
4 Basic Industry and Chemicals 841.598 -5.250 71
5 Miscellanous Industry 1418.274 -2.043 46
6 Consumer Goods 2529.665 13.782 49
7 Cons., Property & Real Estate 454.173 -0.929 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1056.334 -5.796 71
9 Finance 1173.614 -2.714 91
10 Trade & Service 791.592 0.061 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 555 690 135 24.32
2 GLOB 182 226 44 24.18
3 PADI 655 810 155 23.66
4 YPAS 610 750 140 22.95
5 PNSE 935 1,100 165 17.65
6 KICI 260 300 40 15.38
7 RIMO 151 172 21 13.91
8 KINO 2,470 2,810 340 13.77
9 ETWA 72 79 7 9.72
10 PTSN 880 965 85 9.66
No Code Prev Close Change %
1 KONI 450 340 -110 -24.44
2 SQMI 418 316 -102 -24.40
3 SSTM 510 396 -114 -22.35
4 SOTS 545 444 -101 -18.53
5 MTSM 228 202 -26 -11.40
6 GDYR 2,140 1,900 -240 -11.21
7 META 244 220 -24 -9.84
8 TRAM 180 165 -15 -8.33
9 INCF 242 222 -20 -8.26
10 ASJT 380 350 -30 -7.89
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 360 352 -8 -2.22
2 TLKM 3,750 3,730 -20 -0.53
3 BBRI 3,680 3,680 0 0.00
4 KPAS 705 705 0 0.00
5 RIMO 151 172 21 13.91
6 TRAM 180 165 -15 -8.33
7 ADRO 1,280 1,285 5 0.39
8 BHIT 61 61 0 0.00
9 MERK 7,200 7,500 300 4.17
10 ASII 8,450 8,450 0 0.00