Portal Berita Ekonomi Senin, 20 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:58 WIB. KAI - Penjualan tiket "Promo Merdeka" KAI di Sumut terjual 1.550 kursi atau 93%.
  • 21:35 WIB. Kesehatan - MUI segera terbitkan keputusan soal vaksin MR.
  • 21:35 WIB. Nasional - Kemenpan RB gandeng BSSN untuk amankan E-Gov.
  • 21:35 WIB. Daerah - Mensos: Pusat dukung penuh penanganan gempa Lombok
  • 21:35 WIB. Finansial - Mensos: Ekonomi keumatan selaras dengan tugas kementerian.
  • 21:34 WIB. Nasional - Presiden Jokowi siapkan Inpres terkait gempa Lombok.
  • 21:33 WIB. Daerah - Mendikbud: Jangan hanya sekolah Joni yang dipasangi internet.
  • 21:33 WIB. Politik - Seskab: Menteri tim sukses Jokowi-Maruf tidak boleh orasi tapi cukup fokus bekerja.
  • 21:32 WIB. Daerah - Kapolri: Persoalan Papua adalah pembangunan ekonomi.
  • 21:32 WIB. Politik - Ketua Tim Kampanye Jokowi-Maruf belum ditentukan.
  • 21:31 WIB. Hukum - Ketum PPP tidak penuhi panggilan KPK.
  • 21:31 WIB. Hukum - Bawaslu akan kirimkan panggilan kedua kepada Andi Arief.
  • 21:31 WIB. Daerah - 1.084 hektare lahan Kalsel terbakar.
  • 21:30 WIB. Perikanan - Menteri Susi tenggelamkan delapan kapal asing.
  • 21:29 WIB. Politik - Cak Imin: Ketua TKN Jokowi-Maruf harus pintar jaga rahasia.

Tahun 2020, BI Targetkan Masyarakat Sudah Gunakan Kartu GPN

Foto Berita Tahun 2020, BI Targetkan Masyarakat Sudah Gunakan Kartu GPN
Warta Ekonomi.co.id, Medan -

Bank Indonesia (BI) menargetkan seluruh masyarakat penggunaan kartu debit dan mewajibkan menggunakan kartu Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) ‎akan teralisasikan sampai tahun 2020 mendatang. Kemudian, penggantian kartu tersebut, dilakukan secara bertahap.

Asisten Direktur Departemen Elektronifikasi dan GPN BI, Rino Is Triyanto, mengatakan realisasi penggunaan GPN untuk mempermudah proses transaksi bagi masyarakat, tanpa memiliki beberapa kartu debit atau kartu ajungan tunai mandiri (ATM) dari sejumlah ‎Bank. Cukup dengan kartu GPN untuk semuan transaksi perbankan.

"Artinya, ada tujuan dan kedaulatan. Kita mengeluarkan GPN itu, didukung semuanya saja dan bukan didukung Bank Indonesia saja. Tapi, seluruh elemen masyarakat, termasuk wartawan. Yang paling ampuh wartawan, informasinya langsung kepada masyarakat," katanya, Rabu (8/8/2018).

Namun, ia menjelaskan ‎pergantian kartu Debit atau kartu ATM ke GPN secara bertahap dengan melihat kemampuan bank, karena mengingat jumlah nasabah yang sangat besar dengan memerlukan waktu yang cukup lama.

"Kita bisa bayangkan, ternyata nasabah paling banyak. Kita bilang 2020 ya, kelengger lah Banknya lah. Kita katakan lagi, apa prinsipnya kartu ATM dan kartu debit berlogo master atau visa digantikan semua dengan berlogo Garuda Merah semuanya. Dilakukan secara bertahap, kewajiban untuk menggunakan kartu itu, untuk transaksi bayar dan transaksi lainya‎ juga dilakukan bertahap," ujarnya.‎

Dikatakannya, seluruh perbankan sudah saatnya melakukan sosialisasi kepada nasabahnya untuk segera menggantikan kartu Debit atau kartu ATM dengan GPN. ‎Saat ini, persiapan sudah mencapai 60 persen. Dirinya optimis seluruh bank sudah siap untuk menerbitkan kartu GPN keseluruhan masyarakat.

"Bank Indonesia, tidak pernah mewajibkan menggantikan kartu debit itu, yang punya kartu Bank. BI tidak punya kartu. Bank Indonesia berkordinasi dan mengimbau masyarakat untuk mengganti kartu. Kalau masih mempunyai dua kartu ganti satu kartu jadinya,"‎ ujarnya.

Rino menambahkan penggunaan kartu GPN tidak akan terjadi pemotongan dua kali. Namun, cukup sekali dan sebagai kartu untuk mempermudah nasabah untuk transaksi.

"Tidak ada kartu dikeluar GPN, terpotong dua kali ya. Kecuali ada, tolong buktikan dan laporkan ke BI. Belum ada kita menerima laporan. Kalau ada, laporkan," pungkasnya.

Tag: Bank Indonesia (BI)

Penulis: Khairunnisak Lubis

Editor: Kumairoh

Foto: Khairunnisak Lubis

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5892.192 108.394 599
2 Agriculture 1588.944 4.751 20
3 Mining 2014.336 48.471 46
4 Basic Industry and Chemicals 803.050 21.046 70
5 Miscellanous Industry 1263.593 43.399 45
6 Consumer Goods 2363.210 31.896 46
7 Cons., Property & Real Estate 439.284 6.072 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1012.787 14.681 70
9 Finance 1060.303 19.100 91
10 Trade & Service 846.847 15.397 144
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10