Portal Berita Ekonomi Senin, 10 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Wagub Terpilih Jatim Akan Terapkan "Gold Standard" Amdal

Foto Berita Wagub Terpilih Jatim Akan Terapkan
Warta Ekonomi.co.id, Jawa Timur -

Wakil Gubernur terpilih Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, akan menerapkan "gold standard" analisis dampak lingkungan (Amdal) untuk mengeluarkan izin eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas di Jatim.

"Keberadaan Amdal dalam sebuah proyek jangan hanya dibuat memenuhi syarat formalitas, tetapi harus super ketat dan berstandar gold. Apalagi Amdal untuk eksplorasi dan eksploitasi migas. Amdalnya harus diperketat dan memiliki standar di atas rata-rata," kata Emil dalam diskusi bertema Kebijakan Publik dan Dampak pada Industri Migas sebagai rangkaian Lokakarya Media-SKK Migas Jabanusa di Batu, Jawa Timur, Kamis malam (9/8/2018).

Kata Bupati Trenggalek itu, apabila Amdal hanya dibuat formalitas dan penerbitannya mudah, setelah ada dampak dan merugikan masyarakat, semua akan angkat tangan. Oleh karena itu, untuk mengatasi dampak di kemudian hari, lebih baik ketat di depan.

Pada kesempatan itu, Emil berbagi pengalaman cara menyelesaikan munculnya persoalan sosial dalam industri pertambangan. Masalah yang muncul tidak hanya dari masyarakat yang terdampak, tetapi juga dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) yang mengaku menghadapi dampak sosial dari masyarakat tanpa kehadiran Pemda maupun SKK Migas.

Padahal, seharusnya tugas K3S hanya mengeksplorasi dan mengeksploitasi migas di sumur-sumur yang ditentukan dan keuntungan yang didapatkan K3S 15%, sedangkan 85% masuk sebagai penerimaan negara.

Emil mengatakan, migas merupakan sektor industri yang berisiko tinggi, sehingga wajar apabila dampak sosial yang ditimbulkan pun tinggi. Ia menceritakan pengalamannya sebagai Bupati Trenggalek saat menghadapi perusahaan tambang yang mengajukan eksplorasi emas di Desa Sumberbening, Kecamatan Dongko, namun mendapat penolakan dari warga.

"Ketika itu, saya minta Dinas Lingkungan Hidup untuk tidak mengeluarkan izin lingkungan sampai warga Desa Sumberbening setuju. Sebab, warga yang menolak eksplorasi tambang emas ini tidak mengetahui sepenuhnya apa dampak positif dan negatif terkait eksplorasi tersebut," katanya.

Oleh karena itu, ia meminta perusahaan tambang mengadakan sosialisasi terbuka yang dihadiri warga dan tokoh masyarakat setempat.

"Begitu masyarakat mendapatkan sosialisasi dan memahami, mereka akhirnya setuju. Namun, untuk yang tetap tidak setuju, saya minta agar wilayah tersebut tidak disentuh eksplorasi," tuturnya.

Yang terpenting, kata Emil, sebelum melakukan eksplorasi maupun eksploitasi migas adalah pendekatan kepada masyarakat dan mengkaji dalam-dalam terkait Amdal.

Emil mengaku, pengalamannya di Trenggalek tersebut akan diterapkan untuk tata kelola migas di Jawa Timur, sebab provinsi itu mempunyai cadangan migas terbesar ketiga di Indonesia.

"Saya akan bicarakan dengan Bu Khofifah," ucapnya.

Dengan demikian, kata Emil, Pemprov Jatim harus mengambil peran lebih, sehingga apabila ada dampak sosial di masyarakat harus terlibat atau turun tangan.

"Saya ingin SKK Migas sebagai regulator bisa menjadi mitra yang baik. Pemprov siap duduk bersama dengan SKK Migas dan K3S," tuturnya.

Tag: Migas, Jawa Timur

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Zabur Karuru

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6126.356 10.863 618
2 Agriculture 1492.165 2.046 20
3 Mining 1738.408 -7.512 47
4 Basic Industry and Chemicals 842.327 5.814 71
5 Miscellanous Industry 1389.985 18.923 45
6 Consumer Goods 2509.280 14.409 49
7 Cons., Property & Real Estate 449.724 10.201 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1044.777 -3.591 71
9 Finance 1168.029 -6.789 91
10 Trade & Service 791.771 2.091 152
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 630 785 155 24.60
2 TFCO 565 700 135 23.89
3 KONI 344 418 74 21.51
4 ETWA 70 85 15 21.43
5 YPAS 515 625 110 21.36
6 KICI 176 212 36 20.45
7 POLA 1,510 1,790 280 18.54
8 JSPT 1,000 1,145 145 14.50
9 RUIS 252 286 34 13.49
10 MPMX 805 910 105 13.04
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 YULE 216 173 -43 -19.91
3 BUVA 240 212 -28 -11.67
4 UNIT 280 252 -28 -10.00
5 AMRT 935 850 -85 -9.09
6 TNCA 194 180 -14 -7.22
7 PICO 256 240 -16 -6.25
8 AKSI 352 332 -20 -5.68
9 PBSA 715 675 -40 -5.59
10 CSIS 330 314 -16 -4.85
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 WSKT 1,725 1,845 120 6.96
3 TLKM 3,710 3,670 -40 -1.08
4 BBRI 3,650 3,620 -30 -0.82
5 BBCA 26,300 25,950 -350 -1.33
6 ASII 8,100 8,225 125 1.54
7 DOID 560 580 20 3.57
8 PGAS 2,140 2,130 -10 -0.47
9 UNTR 29,000 29,375 375 1.29
10 PTBA 4,080 3,990 -90 -2.21