Portal Berita Ekonomi Senin, 10 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Studi CIPS: HET Tidak Efektif untuk Stabilkan Harga Beras

Foto Berita Studi CIPS: HET Tidak Efektif untuk Stabilkan Harga Beras
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) tidak efektif dalam menekan harga beras di tingkat konsumen. Pasalnya, harga beras medium selalu lebih tinggi dari patokan HET. Apalagi saat ini, harga gabah yang mahal membuat harga beras ikut mahal dan diprediksi melebihi HET.

Peneliti CIPS Novani Karina Saputri mengatakan jika pelaku usaha dipaksa mengikuti harga HET dengan menekan margin, maka tidak ada pelaku pasar yang akan menjual beras domestik. Ini akan berdampak pada produksi petani gabah dan penggilingan menengah akan berhenti berproduksi. Masalah-masalah ini akan merusak perdangan beras di Tanah Air.

"Langkah yang perlu dipastikan bukan fokus pada penyerapan dan penetapan HET lagi, tetapi membantu petani meningkatkan produktivitas di tengah kondisi cuaca yang tidak mendukung, sehingga jumlah produksi domestik dapat meningkat dengan kualitas yang dapat bersaing di pasar," jelas Novani di Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Kebijakan ini, lanjutnya, justru memicu adanya pasar gelap dan meningkatkan risiko kelangkaan beras. Di sisi lain, pemerintah menyebut panjangnya rantai distribusi adalah penyebab tingginya harga beras di Indonesia.

"Kalau begitu pemerintah harus bisa menyederhanakan rantai distribusi yang panjang dulu sebelum menerapkan HET," tambahnya.

Menurut dia, di sisi hilir, pemerintah seharusnya membuka mekanisme impor beras untuk memenuhi kebutuhan beras Tanah Air dan menahan tingginya harga di pasar yang akan meningkat hingga akhir 2018. Saat ini pemerintah tidak bisa memenuhi jumlah seluruh permintaan beras dengan harga yang terjangkau.

"Permasalahan yang terjadi di hulu akan mempengaruhi kondisi di hilir. Kemendag menetapkan HPP Rp3.700 untuk gabah kering panen dan digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan cadangan beras pemerintah dan bantuan sosial. Jelas harga ini jauh di bawah harga pasar sekitar Rp4.700 per kg," tuturnya.

Pada akhirnya petani akan dihadapkan pada pilihan yang terbatas. Nilai HPP yang lebih rendah daripada harga di pasar akan merugikan petani.

"HPP sudah tidak realistis. Petani jelas akan menjual di atas HPP, apalagi sekarang banyak masalah terkait produktivitas lahan seperti kekeringan dan cuaca yang tidak bisa diprediksi," pungkasnya.

Tag: Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), harga eceran tertinggi (HET)

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Oky Lukmansyah

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6126.356 10.863 618
2 Agriculture 1492.165 2.046 20
3 Mining 1738.408 -7.512 47
4 Basic Industry and Chemicals 842.327 5.814 71
5 Miscellanous Industry 1389.985 18.923 45
6 Consumer Goods 2509.280 14.409 49
7 Cons., Property & Real Estate 449.724 10.201 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1044.777 -3.591 71
9 Finance 1168.029 -6.789 91
10 Trade & Service 791.771 2.091 152
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 630 785 155 24.60
2 TFCO 565 700 135 23.89
3 KONI 344 418 74 21.51
4 ETWA 70 85 15 21.43
5 YPAS 515 625 110 21.36
6 KICI 176 212 36 20.45
7 POLA 1,510 1,790 280 18.54
8 JSPT 1,000 1,145 145 14.50
9 RUIS 252 286 34 13.49
10 MPMX 805 910 105 13.04
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 YULE 216 173 -43 -19.91
3 BUVA 240 212 -28 -11.67
4 UNIT 280 252 -28 -10.00
5 AMRT 935 850 -85 -9.09
6 TNCA 194 180 -14 -7.22
7 PICO 256 240 -16 -6.25
8 AKSI 352 332 -20 -5.68
9 PBSA 715 675 -40 -5.59
10 CSIS 330 314 -16 -4.85
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 WSKT 1,725 1,845 120 6.96
3 TLKM 3,710 3,670 -40 -1.08
4 BBRI 3,650 3,620 -30 -0.82
5 BBCA 26,300 25,950 -350 -1.33
6 ASII 8,100 8,225 125 1.54
7 DOID 560 580 20 3.57
8 PGAS 2,140 2,130 -10 -0.47
9 UNTR 29,000 29,375 375 1.29
10 PTBA 4,080 3,990 -90 -2.21