Portal Berita Ekonomi Selasa, 21 Agustus 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:35 WIB. Jusuf Kalla - Masyarakat jangan sengaja merusak rumahnya dengan tujuan menambah bantuan yang diterima.
  • 18:35 WIB. Jusuf Kalla - Besaran bantuan, rusak berat Rp50 juta, sedang Rp25 juta, dan ringan Rp10 juta.
  • 18:34 WIB. Jusuf Kalla - Bantuan dana untuk rumah korban gempa diberikan melalui Pemprov NTB.
  • 18:34 WIB. Jusuf Kalla - Warga bakal bangun rumah sendiri dengan petunjuk KemPU-PR dengan bantuan anggaran pusat.
  • 18:33 WIB. Jusuf Kalla - Rumah koban gempa di Lombok  bakal diganti dengan bangunan (rumah) tahan gempa.
  • 18:18 WIB. Asian Games - Pemprov DKI tiadakan Hari Bebas Kendaraan Bermotor pada 26 Agustus 2018.
  • 18:17 WIB. Nasional - BNPT ajak masyarakat aktif tangkal narasi radikalisme.
  • 18:16 WIB. Asian Games -  DPR ajak masyarakat lihat positif Asian Games.
  • 18:15 WIB. Daerah - Puluhan siswa disabilitas Solo ikut lukis payung raksasa.
  • 18:15 WIB. Politik - LSI: Pasangan Jokowi-Maruf unggul di segmen emak-emak.
  • 18:15 WIB. Nasional - Wapres JK pastikan bantuan korban gempa cepat berproses.
  • 18:14 WIB. Asian Games - Menteri Puan: Tim Indonesia sudah memberikan yang terbaik.
  • 18:13 WIB. Daerah - Tiga desa di Barito Utara kesulitan air bersih.
  • 18:13 WIB. Megapolitan - Gubernur Anies lepas 852 petugas pemeriksa daging kurban.
  • 17:11 WIB. PKB - PKS tidak perlu ikut campur dan menebak-nebak ketua TKN Jokowi-Ma'ruf.

Ini Peluang Berinvestasi di Startup "Unicorn" Indonesia Menurut Ari Adil

Foto Berita Ini Peluang Berinvestasi di Startup
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

"Ekspansi dulu, untung kemudian" adalah salah satu ciri khas konsep pertumbuhan bisnis dari perusahaan rintisan alias startup. Tidak seperti konsep bisnis perusahaan konvensional pada umumnya yang fokus mengejar profit, tren yang berkembang bagi startup adalah "merugi tetapi terus mengejar ekspansi". Mengapa demikian? Menurut Ari Adil,  Independent Wealth Management Advisor, hal pertama yang dikejar adalah valuasi.

Indonesia saat ini memiliki empaat startup "unicorn" yang menjadi raksasa bisnis baru di negara dengan populasi lebih dari 260 juta jiwa ini. Unicorn tersebut terbagi dalam tiga jenis industri, yaitu Go-Jek yang merajai sektor transportasi, Tokopedia dan Bukalapak sebagai marketplace yang menjadi solusi berbelanja tanpa menyita waktu dan energi, serta bagi masyarakat yang gemar plesir sangat dimanjakan dengan kehadiran Traveloka. Bermula dari sebuah konsep, kemudian merangkak tumbuh sebagai startup, hingga kini mereka mampu menjadi korporasi dengan nilai valuasi di atas US$1 miliar atau lebih dari Rp13 triliun.

Kesuksesan perusahaan startup ini tentu tak luput dari derasnya gelontoran dana fantastis dari modal ventura. Memiliki model bisnis dan konsep brilian, startup milik anak bangsa ini sukses menjadi primadona para investor untuk menggelontorkan dana, terutama bagi investor asing.

Hasil riset Google yang dirilis pada akhir 2017 menunjukkan nilai investasi di bidang startup teknologi di Indonesia menempati urutan ketiga terbesar setelah sektor migas, dengan total investasi yang masuk berjumlah Rp40 triliun pada periode Januari-Agustus 2017.

Jika ditelisik, Go-Jek misalnya yang berhasil menjadi "unicorn" pertama di Indonesia setelah enam tahun berdiri. Sepak terjang Go-Jek semakin berkilau ketika startup transportasi online itu mendapat pendanaan senilai US$550 juta pada Agustus 2016 dari konsorsium delapan investor yang digawangi oleh Sequoia Capital dan Warbrug.

Setelah itu, Go-Jek sukses memperoleh suntikan dana tambahan senilai US$1,2 miliar dari Tencent Holding dan JD.com pada 2017. Hal ini yang membuat total pendanaan yang diraih Go-Jek berada di angka US$1,75 miliar, nilai valuasi terbesar di antara empat "unicorn" Indonesia.

Tokopedia menyusul menyandang gelar "unicorn" setelah memperoleh pendanaan senilai US$1,347 miliar. Jumlah yang dijabarkan oleh situs crunchbase.com mencatatkan investasi terbesar datang dari Alibaba pada Agustus 2017 dengan angka senilai US$1,1 miliar.

Traveloka berada pada urutan ketiga sebagai startup asal Indonesia yang berhasil menjelma menjadi "unicorn". Platform penyedia layanan tiket online ini berhasil menarik perhatian Expedia, layanan sejenis yang populer di luar negeri yang mengucurkan dana senilai US$350 juta pada Juli 2017. Tambahan dana baru ini menggenapkan total pendanaan untuk Traveloka menjadi US$500 juta dalam setahun terakhir dan berhasil mengantarkan Traveloka sebagai korporasi dengan valuasi di atas US$1 miliar.

Melihat angka tersebut, investasi yang masuk pada startup Indonesia yang didominasi pemain asing, menunjukkan para investor masih percaya pada kondisi ekonomi makro Indonesia. Ari Adil, Independent Wealth Management Advisor dan Co-Founder and Managing Partner Jagartha Advisors, menilai para investor asing sangat cermat dan jeli melihat konsep bisnis yang diusung oleh para startup. 

"Didukung oleh stabilitas makroekonomi, demografi, dan penetrasi pengguna internet yang meningkat mencapai 54%, menjadikan peluang besar dalam pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Investor asing melihat pangsa pasar yang begitu besar di Indonesia bagi pertumbuhan bisnis startup ­tersebut, sehingga startup "unicorn" ini mendapat nilai yang sangat baik di mata asing," terang Ari Adil. 

Lebih lanjut, Ari menambahkan, fenomena sharing economy yang ditawarkan startup "unicorn" di Indonesia disinyalir menjadi faktor pemicu utama masuknya dana investasi asing yang fantastis. Baik Go-Jek, Tokopedia, Bukalapak, dan Traveloka memaksimalkan konsep one stop solution dalam satu aplikasi.

"Mereka tidak memiliki aset seperti perusahaan konvensional pada umumnya. Startup tersebut menyediakan aplikasi yang bermanfaat bukan hanya bagi pengguna tetapi bagi mereka yang memiliki aset seperti motor, mobil, produk, dan kehadiran startup ini mampu menjembatani gap di antara ini," jelas Ari.

Tag: Startup

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Rosmayanti

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5944.301 52.109 599
2 Agriculture 1614.738 25.794 20
3 Mining 1998.786 -15.550 46
4 Basic Industry and Chemicals 823.432 20.382 70
5 Miscellanous Industry 1273.081 9.488 45
6 Consumer Goods 2419.918 56.708 46
7 Cons., Property & Real Estate 443.209 3.925 67
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1011.366 -1.421 70
9 Finance 1061.408 1.105 91
10 Trade & Service 853.400 6.553 144
No Code Prev Close Change %
1 ANDI 424 530 106 25.00
2 PGLI 199 248 49 24.62
3 FILM 1,360 1,545 185 13.60
4 PSDN 256 290 34 13.28
5 APLI 91 103 12 13.19
6 IPCM 392 440 48 12.24
7 ERAA 2,590 2,890 300 11.58
8 HERO 905 1,000 95 10.50
9 RELI 260 286 26 10.00
10 NICK 130 143 13 10.00
No Code Prev Close Change %
1 SDMU 103 87 -16 -15.53
2 LPIN 1,085 965 -120 -11.06
3 INCF 212 190 -22 -10.38
4 PYFA 189 170 -19 -10.05
5 PALM 398 360 -38 -9.55
6 GLOB 170 154 -16 -9.41
7 LMSH 655 600 -55 -8.40
8 TGKA 2,720 2,500 -220 -8.09
9 SIMA 139 128 -11 -7.91
10 PBSA 615 575 -40 -6.50
No Code Prev Close Change %
1 TLKM 3,390 3,350 -40 -1.18
2 BBRI 3,180 3,150 -30 -0.94
3 FILM 1,360 1,545 185 13.60
4 PTBA 4,260 4,120 -140 -3.29
5 PGAS 1,860 1,930 70 3.76
6 TRAM 224 220 -4 -1.79
7 ERAA 2,590 2,890 300 11.58
8 TKIM 14,125 15,150 1,025 7.26
9 LPPS 108 106 -2 -1.85
10 ENRG 130 138 8 6.15

Recommended Reading

Selasa, 21/08/2018 18:42 WIB

5 Negara dengan Daya Saing Terbaik

Selasa, 21/08/2018 16:09 WIB

Korban Meninggal Gempa Lombok Capai 515 Jiwa

Selasa, 21/08/2018 15:00 WIB

Tips Sukses Ala Co-Founder Instagram

Selasa, 21/08/2018 11:03 WIB

Ekspor Jagung Dinilai Kurang Tepat