Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 04:59 WIB. EPL - Liverpool 4 vs 3 Crystal Palace
  • 04:57 WIB. EPL - AFC Bournemouth 2 vs 0 West Ham United
  • 04:51 WIB. EPL - Wolverhampton Wanderers 4 vs 3 Leicester City

AS-Turki Makin Panas Usai Trump Naikkan Tarif Impor Logam

Foto Berita AS-Turki Makin Panas Usai Trump Naikkan Tarif Impor Logam
Warta Ekonomi.co.id, Washington -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat (10/8/2018) menaikkan tarif impor logam dari Turki sehingga membuat hubungan kedua negara itu semakin panas.

Kebijakan itu membuat pasar finansial di Turki terus bergolak, mengingat Washington belum pernah memberikan tekanan ekonomi begitu besar terhadap sesama sekutu NATO.

Sambil mengecam hubungan Amerika Serikat dengan Ankara, Trump mengatakan telah menandatangani kenaikan dua kali lipat bea masuk aluminum dan baja dari Turki menjadi 20 persen dan 50 persen.

Kedua negara itu dalam beberapa bulan belakangan bertengkar akibat penangkapan seorang pastor asal Amerika Serikat di Turki. Selain itu, mereka juga berbeda sikap mengenai perang di Suriah.

Kebijakan terbaru Trump membuat mata uang lira jatuh dan menyebabkan kepanikan di kalangan pelaku pasar saham. Nilai lira anjlok hingga 20 persen pada Jumat terhadap dolar AS.

Bahkan, sebelum Trump mengumumkan kebijakannya, Presiden Turki Tayyip Erdogan sudah meminta warganya untuk menukarkan emas dan dolar yang mereka punya, sebagai bagian dari cara melawan "perang ekonomi."

"Saya baru saja mengesahkan kenaikan tarif baja dan aluminium dari Turki sebesar dua kali lipat. Mata uang mereka turun tajam terhadap dolar kami yang semakin berjaya," kata Trump pada Jumat (10/8/2018) di Twitter-nya.

"Tarif terhadap aluminum kini akan menjadi 20 persen sementara baja 50 persen. Hubungan kami dengan Turki saat ini sedang tidak baik," kata dia.

Amerika Serikat, yang merupakan pengimpor baja terbesar di dunia, pada Maret lalu juga memberlakukan tarif sebesar 25 persen untuk baja dan 10 persen untuk aluminum dari beberapa negara.

Sejak saat itu, hubungan Washington dengan Turki, yang merupakan eksportir baja terbesar keenam ke Amerika Serikat, terus memburuk. Ankara pada pekan ini mengirim sebuah tim delegasi ke Washington untuk bertemu dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Keuangan setempat.

Namun, perundingan pada Kamis itu hingga kini belum menemukan tanda-tanda tercapainya kesepakatan.

Pada pekan lalu, Washington juga memberlakukan sanksi terhadap menteri kehakiman dan menteri dalam negeri Turki karena tidak melepaskan pastor Andrew Brunson.

Brunson, seorang pastor evangelis Presbiterian dari North Carolina, dipenjara karena dituding mendukung upaya kudeta pada 2016 lalu. Dia membantah tudingan ini.

Turki sendiri adalah anggota NATO sejak tahun 1950-an dan merupakan sekutu dekat Amerika Serikat. Mereka bahkan menyediakan pangkalan udara Incirlik untuk digunakan oleh pasukan Amerika Serikat di Timur Tengah.

Kasus lain yang membuat hubungan kedua negara memburuk adalah penangkapan terhadap tiga staf lokal kedutaan Amerika Serikat, sengketa dagang, dan perbedaan sikap soal Suriah.

Turki juga menuntut Amerika Serikat menyerahkan Fethullah Gulen, ulama Muslim, yang dituding pemerintah Ankara menjadi dalang upaya kudeta terhadap Erdogan. Gulen membantah tudingan tersebut.

Tag: Amerika Serikat (AS), Turki

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Reuters/Denis Balibouse

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56