Portal Berita Ekonomi Senin, 10 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Wall Street Melemah Imbas Krisis Turki

Foto Berita Wall Street Melemah Imbas Krisis Turki
Warta Ekonomi.co.id, New York -

Saham-saham di Wall Street turun pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah krisis ekonomi mendalam di Turki menyeret turun saham-saham bank dan memicu investor keluar dari aset-aset berisiko.

Indeks Dow dan S&P 500 membukukan penurunan untuk minggu ini, setelah selam lima minggu berturut-turut membukukan keuntungan, tetapi S&P 500 tetap berada 1,4 persen di bawah rekor tertingginya sejak 26 Januari.

Penurunan di saham sektor teknologi menambah suasana "bearish" di pasar.

Indeks teknologi S&P turun 0,8 persen, dengan Intel turun 2,6 persen setelah Goldman Sachs menurunkan peringkat sahamnya menjadi "jual." Saham Microchip Technology turun 10,9 persen setela proyeksi pendapatan kuartal keduanya mengecewakan.

Kemerosotan nata uang lira Turki memburuk setelah Presiden AS Donald Trump menggandakan tarif untuk baja dan aluminium yang diimpor dari Turki.

Para investor beralih ke aset-aset "safe haven", mendorong dolar AS lebih kuat dan membebani imbal hasil obligasi AS.

"Itu adalah langkah klasik mengindari risiko," kata Quincy Krosby, kepala analis pasar di Prudential Financial di New Jersey. "Anda khawatir tentang kerusakan tambahan. Anda khawatir tentang efeknya di Eropa. Anda kehilangan bank-bank karena imbal hasil obligasi 10 tahun AS turun." Indeks keuangan S&P turun 1,2 persen, penyeret terbesar pada S&P 500.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 196,09 poin atau 0,77 persen menjadi 25.313,14 poin, Indeks S&P 500 kehilangan 20,30 poin atau 0,71 persen menjadi 2.833,28 poin dan Indeks Komposit Nasdaq turun 52,67 poin atau 0,67 persen menjadi 7.839,11 poin.

Untuk minggu ini, Dow turun 0,6 persen dan S&P 500 merosot 0,3 persen. Nasdaq naik 0,3 persen untuk minggu ini setelah keuntungan kuat di beberapa saham teknologi.

Citigroup, bank AS terbesar di dunia, turun 2,4 persen. JPMorgan, Wells Fargo dan Bank of America juga lebih rendah.

"Setiap kali ada pergerakan dalam mata uang, keuangan cenderung menuai risiko-risiko tertular," kata Jamie Cox, mitra pengelola untuk Harris Financial Group di Richmond, Virginia.

Saham-saham perusahaan yang sensitif terhadap perdagangan juga menurun, termasuk Boeing, 3M dan Caterpillar, semuanya turun sedikitnya satu persen.

Saham Tesla berakhir naik 0,9 persen. Jumlah "sold short" saham Tesla berbalik naik dan sekarang lebih tinggi dari sebelum Chief Executive Elon Musk pada Selasa (7/8/2018) mengusulkan mengambil kembali pembuat mobil listrik itu menjadi perusahaan tertutup, menurut data dari perusahaan teknologi keuangan dan analitik S3 Partners.

Data pada Jumat (10/8/2018) menunjukkan harga-harga konsumen AS naik pada Juli dan tren yang mendasarinya terus menguat, menunjuk ke peningkatan stabil dalam tekanan inflasi.

Saham-saham turun melebihi jumlah yang naik di NYSE dengan rasio 2,10 berbanding satu dan di Nasdaq dengan rasio 1,51 berbanding satu.

S&P 500 membukukan posisi 12 tertinggi baru dan 10 terendah baru dalam 52 minggu terakhir serta Komposit Nasdaq mencatat 87 tertinggi baru dan 102 terendah baru.

Sekitar 6,7 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata harian 6,4 miliar saham untuk 20 hari perdagangan terakhir, menurut data Thomson Reuters. (HYS/Ant)

Tag: Wall Street

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Brendan McDermid

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6126.356 10.863 618
2 Agriculture 1492.165 2.046 20
3 Mining 1738.408 -7.512 47
4 Basic Industry and Chemicals 842.327 5.814 71
5 Miscellanous Industry 1389.985 18.923 45
6 Consumer Goods 2509.280 14.409 49
7 Cons., Property & Real Estate 449.724 10.201 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1044.777 -3.591 71
9 Finance 1168.029 -6.789 91
10 Trade & Service 791.771 2.091 152
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 630 785 155 24.60
2 TFCO 565 700 135 23.89
3 KONI 344 418 74 21.51
4 ETWA 70 85 15 21.43
5 YPAS 515 625 110 21.36
6 KICI 176 212 36 20.45
7 POLA 1,510 1,790 280 18.54
8 JSPT 1,000 1,145 145 14.50
9 RUIS 252 286 34 13.49
10 MPMX 805 910 105 13.04
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 YULE 216 173 -43 -19.91
3 BUVA 240 212 -28 -11.67
4 UNIT 280 252 -28 -10.00
5 AMRT 935 850 -85 -9.09
6 TNCA 194 180 -14 -7.22
7 PICO 256 240 -16 -6.25
8 AKSI 352 332 -20 -5.68
9 PBSA 715 675 -40 -5.59
10 CSIS 330 314 -16 -4.85
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 280 210 -70 -25.00
2 WSKT 1,725 1,845 120 6.96
3 TLKM 3,710 3,670 -40 -1.08
4 BBRI 3,650 3,620 -30 -0.82
5 BBCA 26,300 25,950 -350 -1.33
6 ASII 8,100 8,225 125 1.54
7 DOID 560 580 20 3.57
8 PGAS 2,140 2,130 -10 -0.47
9 UNTR 29,000 29,375 375 1.29
10 PTBA 4,080 3,990 -90 -2.21