Portal Berita Ekonomi Rabu, 14 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:23 WIB. Boeing - Boeing disebut rahasiakan anomali sensor kecelakaan Lion Air.
  • 09:23 WIB. Lion Air - Pilot Lion Air tak punya panduan saat kecelakaan terjadi.
  • 09:22 WIB. Kemenkominfo - Rudiantara sebut registrasi prabayar kurangi SMS penipuan.
  • 09:22 WIB. IoT - IoT disebut bakal sumbang 10% bisnis telekomunikasi.
  • 09:19 WIB. Facebook - Facebook tak lagi pakai Arbitrase selesaikan kasus pelecehan.
  • 09:21 WIB. Go-Jek : Go-Jek: Tak mungkin buka akun suspend mitra tanpa syarat.
  • 09:20 WIB. Lazada - Lazada catat 1,2 juta produk ludes dalam 60 menit saat 11.11.
  • 06:20 WIB. Narasi TV - Narasi TV jalin kerja sama strategis dengan GDP dan Go-Jek.
  • 06:01 WIB. XL - XL resmikan X-Camp, laboratorium IoT terlengkap di Indonesia.
  • 05:56 WIB. SMS - Pemerintah sedang siapkan prosedur pemblokiran SMS spam.
  • 05:55 WIB. Tiongkok - Tiongkok rekrut 31 anak jenius untuk kembangkan senjata berbasis AI.
  • 05:52 WIB. Twitter - Twitter bakal kedatangan fitur edit cuitan.
  • 05:51 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo ancam cabut izin First Media dan Bolt pada 17 November.
  • 05:49 WIB. DNS - Aplikasi DNS Cloudflare kini tersedia di Android dan iOS.

500 Barang Impor Dikendalikan, BPS: Impor RI Sentuh US$107 Miliar

Foto Berita 500 Barang Impor Dikendalikan, BPS: Impor RI Sentuh US$107 Miliar
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, pemerintah akan mengeluarkan kebjakan untuk mengendalikan 500 item impor. Hal ini dilakukan demi menekan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang terus melebar.

"Kami akan mengendalikan impor dengan identifikasi 500 komoditas yang sekiranya bisa diproduksi di dalam negeri, tentu konsumsi barang modal dan lain-lain. Tentu pemerintah tetap mengutamakan kehati-hatian," kata Suhariyanto di Jakarta, Rabu (15/8/2018).

Ia mengatakan, komoditas yang akan dievaluasi ulang tersebut adalah komoditas yang mempunyai substitusi dari komoditas yang diproduksi dalam negeri. Sehingga untuk langkah awal pemerintah akan mengidentifikasi industri dengan kandungan lokal yang tinggi dan industri dengan kandungan impor yang tinggi.

"Misalnya industri kelapa sawit, kertas, dan produk kayu, kandungannya tinggi, maka ketika identifikasi, sudah diperhitungkan dan dipilah-pilah," jelasnya.

Selain dengan kebijakan pengendalian impor, pemerintah akan mendorong ekspor melalui  pemberian insentif terhadap industri berorientasi ekspor untuk mengurangi defisit transaksi berjalan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah mengambil langkah tegas dalam upaya mengendalikan defisit transaksi berjalan yang pada kuartal II-2018 sudah mencapai 3% GDP.

"Pemerintah akan mengendalikan impor barang, terutama impor barang yang menyangkut proyek-proyek infrastruktur yang dilakukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)," ujar dia.

Sri Mulyani mengatakan, presiden telah memberikan instruksi yang sangat tegas bahwa semua kementerian  harus melakukan langkah-langkah untuk mengamankan neraca pembayaran, terutama pada defisit transaksi berjalan.

"Kami sekarang harus melakukan tindakan tegas untuk mengendalikan karena kalau tidak ekspor, walaupun pertumbuhannya cukup bagus dan double digit, namun karena impornya jauh lebih tinggi dan pertumbuhannya yang sangat tinggi, ini mengakibatkan kami harus melakukan langkah yang cukup tegas dan agak drastis pada pengendalian impor," tegasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada Juli 2018 mencapai US$18,27 miliar atau naik 62,17% dibanding Juni 2018. Demikian pula jika dibandingkan Juli 2017, impor meningkat 31,56%. Sehingga secara kumulatif (Januari-Juli 2018) total impor Indonesia mencapai US$107,32 miliar atau meningkat 24,48% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tag: Badan Pusat Statistik (BPS), Impor

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rosmayanti

Foto: Boyke P. Siregar

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,990.56 3,951.00
British Pound GBP 1.00 19,257.62 19,065.73
China Yuan CNY 1.00 2,149.82 2,128.57
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,969.00 14,821.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,753.73 10,642.96
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,911.02 1,892.05
Dolar Singapura SGD 1.00 10,824.35 10,713.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,814.68 16,646.95
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,569.15 3,530.49
Yen Jepang JPY 100.00 13,166.51 13,032.89

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5835.198 58.145 615
2 Agriculture 1443.790 -27.403 20
3 Mining 1861.322 11.301 47
4 Basic Industry and Chemicals 746.011 4.484 71
5 Miscellanous Industry 1341.419 17.562 45
6 Consumer Goods 2278.563 23.314 49
7 Cons., Property & Real Estate 414.177 3.741 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1059.066 3.668 71
9 Finance 1103.474 16.174 90
10 Trade & Service 799.263 8.563 150
No Code Prev Close Change %
1 SOSS 1,000 1,250 250 25.00
2 TCPI 7,550 8,925 1,375 18.21
3 IBFN 254 300 46 18.11
4 MYOH 970 1,100 130 13.40
5 DEAL 250 282 32 12.80
6 TIRA 140 157 17 12.14
7 TNCA 175 196 21 12.00
8 ABMM 2,020 2,260 240 11.88
9 DYAN 81 90 9 11.11
10 LPPS 86 95 9 10.47
No Code Prev Close Change %
1 BBLD 500 402 -98 -19.60
2 BAYU 2,210 1,950 -260 -11.76
3 GSMF 113 101 -12 -10.62
4 ALMI 350 318 -32 -9.14
5 HDFA 134 122 -12 -8.96
6 PGLI 214 195 -19 -8.88
7 SATU 137 125 -12 -8.76
8 KPAL 414 380 -34 -8.21
9 ERTX 139 128 -11 -7.91
10 SIMA 104 96 -8 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 86 95 9 10.47
2 HMSP 3,300 3,300 0 0.00
3 TLKM 3,860 3,830 -30 -0.78
4 PTBA 4,420 4,650 230 5.20
5 SMCB 1,905 1,985 80 4.20
6 KPAS 472 498 26 5.51
7 UNVR 39,375 39,950 575 1.46
8 BBCA 23,700 24,075 375 1.58
9 PGAS 2,070 2,070 0 0.00
10 ADRO 1,510 1,515 5 0.33