Portal Berita Ekonomi Rabu, 20 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:05 WIB. Dagang - Trump mengatakan batas 1 Maret untuk perundingan perdagangan China bukan tanggal "Magis".
  • 14:04 WIB. Dagang - Trump: perundingan perdagangan dengan China berjalan baik.
  • 14:03 WIB. Bank - PT BPD SulutGo berkomitmen menjalankan aktivitas perbankan bebas gratifikasi.
  • 14:02 WIB. CPNS - Sebanyak 893 CPNS Kemenhub menerima SK.
  • 14:01 WIB. Ekspor - Nilai ekspor Lampung alami peningkatan sebesar 3,59%.
  • 14:00 WIB. Ekspor - Nilai total ekspor Provinsi Lampung pada Januari 2019 mencapai $265,42 juta.
  • 13:59 WIB. Ikan - DKP Kulon Progo targetkan produksi ikan tangkap 2.673 ton pada 2019.
  • 13:58 WIB. Bulog - Stok beras Bulog Sulut aman hingga akhir 2019.
  • 13:05 WIB. Huawei - Huawei bakal rilis P30 pada 29 Maret.
  • 13:03 WIB. WhatsApp - WhatsApp Business bakal bisa dipakai di iPhone.
  • 12:09 WIB. Xiaomi - Xiaomi Mi 9 rencananya meluncur hari ini di Beijing.
  • 12:00 WIB. IHSG - Jeda siang, IHSG berbalik melemah 0,08% ke level 6.489,42. 
  • 11:44 WIB. XL - XL Axiata pastikan kemampuan datanya meningkat.
  • 11:43 WIB. Oppo - Oppo F11 usung kamera selfie pop-up.
  • 11:24 WIB. Vivo - Vivo rilis ponsel baterai jumbo, harga mulai Rp1 jutaan.

Mau IPO di Tengah Krisis Ekonomi, Ini Alasan Superkrane

Foto Berita Mau IPO di Tengah Krisis Ekonomi, Ini Alasan Superkrane
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Superkrane Mitra Utama berencana melaksanakan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Perseroan tergolong berani untuk menggelar IPO di saat keadaan ekonomi yang kurang baik. Lalu kenapa perusahaan percaya diri untuk IPO saat terjadi krisis ekonomi?

Sekretaris Perusahaan PT Superkrane Mitra Utama Eddy Gunawin membeberkan alasannya. Ia mengungkapkan bila saat ini Indonesia tengah gencar melakukan pembangunan infrastruktur. 

Sebagai perusahaan penyewaan crane dan alat-alat pendukung heavy lifting, perseroan pun kebanjiran pemesanan. Akan tetapi, perusahaan kesulitan untuk memenuhi permintaan yang datang karena keterbatasan alat yang dimiliki. 

Untuk itu, perseroan membutuhkan dana guna melakukan penambahan alat-alat yang dibutuhkan dalam melakukan pembangunan infrastruktur. 

"Kenapa sekarang? Karena kami dapat kontrak, sehingga butuh dana untuk tambah alat," ucapnya di Jakarta, Rabu (15/8/2018).

Ia mengungkapkan jika dari dana IPO nanti perusahaan bakal membeli alat berat (crane) merek Goldhoffer sebanyak 32 unit, Liebherr dengan type crane berkapasitas 200 ton 1 unit, Liebherr dengan type crane berkapasitas 500 ton 1 unit.

"Kami juga akan beli Lebherr Austrian dengan type crane berkapasitas 300 ton 1 unit dan Kato type crane berkapasitas 70 ton 11 unit," ungkapnya. 

Menurut Eddy, bisnis perusahaan tak terlalu terpengaruh dengan kondisi ekonomi global yang tengah dirundung krisis. Ia menyebutkan jika kondisi ekonomi di Tanah Air masih sangat baik untuk mendukung perkembangan usaha perseroan. Selain itu, pemerintah terus menggalakkan pembangunan infrastruktur.

"Walaupun sekarang ada trade war, kemudian turki dan lain-lain, tapi kami lebih banyak dipengaruhi kondisi domestik di Indonesia. Yang kami lihat pembangunan infrastruktur masih banyak sekali. Termasuk dengan adanya Asian Games. Jadi tidak dipengaruhi kondisi dari luar," terangnya. 

Ia mengungkapkan jika perusahaan sedang menggarap proyek-proyek infrastruktur milik pemerintah, seperti pembangunan jalan tol, Light Rapid Transit (LRT), dan Mass Rapid Transit (MRT) dan infrastruktur lain. 

"Kami dipakai Adhi Karya untuk bangun itu (LRT). Karena kami punya alat paling banyak. Tapi kami masih butuh lagi untuk memenuhi kebutuhan di proyek lain," pungkasnya. 

Sekadar informasi, perseroan berencana melakukan IPO dengan mematok harga di kisaran Rp900-Rp1.260 per saham.

Menurut Head Corporate Finance PT UOB Kay Hian, John Octavinus, jumlah saham IPO yang akan ditawarkan ke publik sebanyak 300 juta unit atau setara dengan 20% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.

Sebesar 50% dari dana hasil IPO akan digunakan untuk pembayaran uang muka pembelian alat berat, sedangkan pelunasan sisa pembayaraan pembelian alat berat itu akan menggunakan pinjaman pihak ketiga.

Superkrane pun menargetkan bisa mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 14 September 2018 dan masa penawaran umum pada 18-21 September 2018. Sehingga, pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 28 September 2018.

Tag: PT Superkrane Mitra Utama Tbk

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Rosmayanti

Foto: Annisa Nurfitriyani

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,766.77 3,728.54
British Pound GBP 1.00 18,468.44 18,283.99
China Yuan CNY 1.00 2,090.80 2,070.07
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,125.00 13,985.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,136.10 10,034.24
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,799.66 1,781.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,456.77 10,349.29
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,040.35 15,877.17
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,474.78 3,436.12
Yen Jepang JPY 100.00 12,744.74 12,615.01

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6494.667 -3.148 627
2 Agriculture 1612.273 9.233 21
3 Mining 1894.930 28.365 47
4 Basic Industry and Chemicals 879.497 -9.712 71
5 Miscellanous Industry 1359.758 -8.770 46
6 Consumer Goods 2656.426 -2.053 51
7 Cons., Property & Real Estate 454.123 1.975 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1216.559 1.577 71
9 Finance 1233.741 -2.007 91
10 Trade & Service 822.920 1.934 155
No Code Prev Close Change %
1 BNII 258 322 64 24.81
2 ALDO 2,020 2,510 490 24.26
3 MINA 615 725 110 17.89
4 MPPA 260 306 46 17.69
5 INCF 306 360 54 17.65
6 BABP 51 58 7 13.73
7 MLPL 137 155 18 13.14
8 CSIS 137 154 17 12.41
9 GIAA 426 474 48 11.27
10 KARW 87 96 9 10.34
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 400 300 -100 -25.00
2 NAGA 332 294 -38 -11.45
3 KONI 486 438 -48 -9.88
4 PSDN 246 222 -24 -9.76
5 AKSI 388 352 -36 -9.28
6 LION 665 615 -50 -7.52
7 FISH 3,670 3,400 -270 -7.36
8 TARA 840 780 -60 -7.14
9 SOTS 322 300 -22 -6.83
10 INAI 468 440 -28 -5.98
No Code Prev Close Change %
1 FREN 298 288 -10 -3.36
2 JPFA 2,500 2,440 -60 -2.40
3 ANTM 995 1,025 30 3.02
4 BBRI 3,840 3,910 70 1.82
5 BMRI 7,275 7,200 -75 -1.03
6 EXCL 2,530 2,610 80 3.16
7 INDY 1,785 1,925 140 7.84
8 BUMI 153 154 1 0.65
9 FILM 795 785 -10 -1.26
10 ADRO 1,245 1,295 50 4.02