Portal Berita Ekonomi Selasa, 20 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:50 WIB. Ciputra Residence - Citra Maja Raya akan membangun 1.000 rumah subsidi pada 2019.
  • 14:48 WIB. Summarecon - Summarecon Bekasi segera meluncurkan klaster pinggir danau terbaru bertajuk Olive Residence.
  • 14:47 WIB. Ciputra - Ciputra Residence dan Kemenhub mengkaji penambahan rute dan halte di antara Stasiun Maja dan Citeras.
  • 14:46 WIB. SML - Sinar Mas Land resmi menggelar groundbreaking klaster The Nove Residence tahap pertama di Nuvasa Bay, Batam.
  • 14:46 WIB. Isuzu - Isuzu Astra Motor mencatatkan penjualan ritel kendaraan niaga pikap Traga sekitar 2.000 unit.
  • 12:28 WIB. Datsun - Datsun akan mengadakan pameran dan acara test drive yang diberi nama Live Matsuri di Bandung.
  • 12:27 WIB. Havaianas - Havaianas meluncurkan koleksi terbaru Let's Summer 18/19.
  • 12:26 WIB. Ciputra - Ciputra Development melalui subholding 3 siap meluncurkan penjualan tahap I The Newton 2 pada Desember.
  • 12:23 WIB. Paramount Land - Paramount Land menghadirkan promo KPR Bang! 345 di ajang pameran properti REI Mandiri Expo 2018.
  • 12:23 WIB. DKI Jakarta - PD Sarana Jaya mendirikan empat smart toilet di jembatan penyeberangan multiguna Tanah Abang.
  • 05:54 WIB. UEFA Nations League - Denmark 0 vs 0 Republik Irlandia

OJK Relaksasi Ketentuan Kredit Properti

Foto Berita OJK Relaksasi Ketentuan Kredit Properti
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan relaksasi kredit properti pada paket kebijakan OJK yang dikeluarkan hari ini, Rabu (15/8/2018).

Ketua Dewan Komisioner OJK mengatakan, relaksasi ini dibuat untuk mendongkrak bisnis properti, sehingga diharapkan sektor properti dapat berkontribusi lebih dalam perekonomian nasional. 

"Karena rumah ini akan menimbulkan multiplier effect yang besar terhadap tumbuhnya sektor lain," Wimboh Santoso di Jakarta, Rabu (15/8/2018).

Relaksasi pertama, OJK melakukan penyesuaian POJK tentang Perubahan atas POJK Nomor 44/POJK.03/2017 tentang Pembatasan Pemberian Kredit atau Pembiayaan oleh Bank Umum untuk Pengadaan Tanah dan/atau Pengolahan Tanah.

Inti penyesuaian tersebut ialah penghapusan larangan bagi bank untuk memberikan kredit atau pembiayaan untuk pengolahan tanah kepada pengembang. Namun syaratnya, pemberian kredit atau pembiayaan untuk pengolahan tanah ditujukan untuk pembangunan rumah tapak atau rumah susun dan bukan kawasan komersial.

Kemudian harus terdapat perjanjian antara bank dengan pengembang yang memuat syarat, pengembang harus memulai pelaksanaan pembangunan rumah tapak atau rumah susun dalam jangka waktu paling lambat satu tahun sejak tanggal penandatanganan perjanjian. 

Selanjutnya, pencairan kredit atau pembiayaan dilakukan secara bertahap berdasarkan progres proyek yang dibiayai.

"Bila dalam satu tahun tidak ada pembangunan, bank bisa meminta pelunasan kepada pengembang," ucap Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana.

Selain itu, OJK menyesuaikan POJK tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum untuk Mendorong Pertumbuhan Sektor Perumahan dan Peningkatan Devisa (Penyesuaian terhadap PBI 14/15/PBI/2012 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum).

Melalui aturan terbaru, OJK menaikkan batas nilai agunan yang harus dinilai oleh penilai independen dari Rp5 miliar menjadi Rp10 miliar (meringankan persyaratan penilaian agunan sebagai faktor pengurang Penyisihan Penghapusan Aset/PPA).

Lalu, lewat SEOJK tentang Perubahan atas SEOJK No.42/SEOJK.03/2016 mengenai Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) Kredit, OJK menyesuaikan besaran rasio ATMR kredit perbankan.

"Penyesuaian bobot risiko kredit beragun rumah tinggal dari semula 35% berdasarkan rasio Loan to Value (LTV), sekarang kami atur lebih granular," kata Heru.

Dijelaskannya, apabila rasio LTV sebesar 50%, maka rasio ATMR 20%. Lalu apabila rasio LTV sebesar 50-70%, maka rasio ATMR 25%. Sementara bagi rasio LTV 70-100%, maka rasio ATMR sebesar 35%.

"Jadi kalau rasio LTV-nya lebih tinggi, maka ATMR-nya juga tinggi," tukas Heru.

Tag: Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rosmayanti

Foto: Fajar Sulaiman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Oct
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10