Portal Berita Ekonomi Senin, 21 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:16 WIB. Waskita - Waskita akan melakukan kajian bersama dengan KAI untuk rencana pengembangan TOD.
  • 19:14 WIB. BNI - BPK meminta BNI untuk membantu distribusi KIP kepada penerimanya.
  • 19:14 WIB. PGN - Jumlah pelanggan yang akan dikelola PGN pada 2019 direncanakan mencapai 244.043 pelanggan.
  • 19:13 WIB. PGN - Dari segmen usaha transmisi gas, PGN menargetkan 2.156 MMSCFD sepanjang 2019.
  • 19:13 WIB. PGN - PGN Group mematok target mampu menggarap lini niaga gas bumi hingga 935 BBTUD.
  • 19:13 WIB. Pertamina - Selain gugatan pidana, Pertamina akan digugat juga secara perdata oleh KLHK.
  • 19:12 WIB. Pertamina - Pertamina digugat soal tumpahan minyak di Teluk Balikpapan.
  • 14:54 WIB. Renault - Grup Nusantara comot bisnis Renault dari Indomobil.

Sri Mulyani: Rp14.400 Angka Konservatif di RAPBN 2019

Foto Berita Sri Mulyani: Rp14.400 Angka Konservatif di RAPBN 2019
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebesar Rp14.400 di RAPBN 2019 merupakan angka yang konservatif dalam menghadapi tantangan global tahun depan.

"Asumsi Rp14.400 merupakan angka kita yang konservatif," kata Sri Mulyani dalam jumpa pers Nota Keuangan dan RAPBN 2019 di Jakarta, Kamis.

Sri Mulyani mengatakan proyeksi asumsi ini telah mempertimbangkan dinamika di negara maju seperti normalisasi kebijakan moneter di AS dan Eropa yang terjadi hingga tahun depan. Berdasarkan kajian, kondisi perekonomian AS diperkirakan makin membaik berkat dukungan tingkat inflasi serta penyesuaian suku bunga acuan Bank Sentral AS (The Fed).

Kondisi ini berpotensi menyebabkan terjadinya pembalikan modal dari negara-negara berkembang untuk mencari portfolio dengan imbal hasil yang lebih menguntungkan di negara maju.

Selain itu, tambah Sri Mulyani, faktor eksternal lainnya adalah kenaikan harga minyak dunia serta permasalahan geopolitik di berbagai kawasan yang belum sepenuhnya reda.

"Ini risikonya, tapi karena nilai tukar ini juga merupakan 'domain' dari BI, kita akan koordinasi untuk menjaga stabilitas mata uang dan pertumbuhan," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Meski demikian, terdapat faktor positif yang bisa menahan perlemahan kurs yaitu kuatnya fundamental ekonomi yang tercermin dari inflasi terkendali, defisit anggaran sehat serta peningkatan peringkat utang. Kemudian, adanya kebijakan stabilisasi nilai rupiah yang terukur didukung oleh cadangan devisa yang mencukupi serta koordinasi penyediaan valas diantara perusahaan BUMN.

Selain itu, faktor yang bisa menahan depresiasi rupiah adalah masih berlangsungnya kebijakan "quantitative easing" dan suku bunga rendah di Eropa maupun Jepang yang dapat mengimbangi potensi modal keluar lanjutan.

"Perlemahan nilai tukar rupiah juga berpotensi mendorong kinerja ekspor," katanya.

Saat ini, tekanan eksternal yang masih melanda negara-negara "emerging", termasuk Indonesia, telah menyebabkan terjadinya gejolak dari sisi nilai tukar mata uang maupun arus modal.

Pemicu utama dari gejolak tersebut adalah kebijakan fiskal AS yang ekspansif, normalisasi kebijakan moneter dari The Fed serta sentimen proteksionisme. Kondisi ini menyebabkan depresiasi rupiah (year to date) hingga periode akhir Juli 2018 mencapai kisaran 7-8 persen dengan rata-rata pergerakan tercatat sebesar Rp13.880 per dolar AS. (HYS/Ant)

Tag: Sri Mulyani Indrawati

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6450.834 2.678 627
2 Agriculture 1642.122 58.830 21
3 Mining 1896.174 15.254 47
4 Basic Industry and Chemicals 890.201 0.505 71
5 Miscellanous Industry 1423.572 -19.807 46
6 Consumer Goods 2599.505 -7.787 51
7 Cons., Property & Real Estate 465.509 -6.115 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1154.795 5.554 71
9 Finance 1239.207 4.959 91
10 Trade & Service 794.825 -2.264 155
No Code Prev Close Change %
1 NATO 175 236 61 34.86
2 CLAY 306 382 76 24.84
3 SQMI 382 476 94 24.61
4 YPAS 575 710 135 23.48
5 HEXA 2,920 3,600 680 23.29
6 BNLI 705 855 150 21.28
7 VOKS 250 300 50 20.00
8 INRU 785 910 125 15.92
9 KMTR 334 382 48 14.37
10 DSSA 15,600 17,825 2,225 14.26
No Code Prev Close Change %
1 MTSM 206 157 -49 -23.79
2 AGRS 490 402 -88 -17.96
3 PADI 1,090 920 -170 -15.60
4 CANI 248 210 -38 -15.32
5 NAGA 280 240 -40 -14.29
6 SKYB 160 142 -18 -11.25
7 AKSI 394 350 -44 -11.17
8 PLIN 3,400 3,040 -360 -10.59
9 KIOS 2,000 1,790 -210 -10.50
10 MYTX 105 94 -11 -10.48
No Code Prev Close Change %
1 HOME 150 144 -6 -4.00
2 BUMI 174 174 0 0.00
3 ERAA 2,310 2,240 -70 -3.03
4 BNLI 705 855 150 21.28
5 PNLF 296 296 0 0.00
6 ASII 8,475 8,325 -150 -1.77
7 BHIT 69 68 -1 -1.45
8 BBRI 3,820 3,800 -20 -0.52
9 SSMS 1,205 1,210 5 0.41
10 INDY 2,180 2,130 -50 -2.29