Portal Berita Ekonomi Selasa, 20 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:50 WIB. Ciputra Residence - Citra Maja Raya akan membangun 1.000 rumah subsidi pada 2019.
  • 14:48 WIB. Summarecon - Summarecon Bekasi segera meluncurkan klaster pinggir danau terbaru bertajuk Olive Residence.
  • 14:47 WIB. Ciputra - Ciputra Residence dan Kemenhub mengkaji penambahan rute dan halte di antara Stasiun Maja dan Citeras.
  • 14:46 WIB. SML - Sinar Mas Land resmi menggelar groundbreaking klaster The Nove Residence tahap pertama di Nuvasa Bay, Batam.
  • 14:46 WIB. Isuzu - Isuzu Astra Motor mencatatkan penjualan ritel kendaraan niaga pikap Traga sekitar 2.000 unit.
  • 05:54 WIB. UEFA Nations League - Denmark 0 vs 0 Republik Irlandia

Harga Minyak Naik, Namun Secara Mingguan Jatuh

Foto Berita Harga Minyak Naik, Namun Secara Mingguan Jatuh
Warta Ekonomi.co.id, New York -

Harga minyak mentah naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), namun jatuh untuk periode minggu ini, karena kekhawatiran bahwa kelebihan pasokan akan membebani pasar AS sementara perselisihan perdagangan dan perlambatan pertumbuhan ekonomi global akan mengurangi permintaan minyak.

Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September, naik AS$0,45 atau 0,7%, menjadi menetap di AS$65,91 per barel di New York Mercantile Exchange, setelah menyentuh tertinggi sesi di AS$66,39.

Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober, naik AS$0,40 atau 0,6% menjadi ditutup pada AS$71,83 per barel di London ICE Futures Exchange, setelah menyentuh setinggi AS$72,49 pada awal sesi.

Minyak mentah AS turun untuk minggu ketujuh berturut-turut, dan patokan global Brent turun untuk minggu ketiga berturut-turut. Untuk minggu ini, Brent turun 1,4% dan minyak mentah AS turun 2,6%.

"Salah satu kekhawatiran terbesar di luar sana adalah bahwa jumlah permintaan Tiongkok turun jika pertumbuhan PDB Tiongkok melambat," kata Tariq Zahir, anggota pengelola di Tyche Capital di New York.

Penurunan harga-harga telah membebani dana-dana (funds) dengan eksposur minyak.

Dua dari hedge fund yang berfokus pada energi terbesar di dunia, Andurand Capital dan BBL Commodities, mengalami persentase penurunan dua digit pada Juli karena harga minyak jatuh paling dalam dalam dua tahun, sumber yang akrab dengan masalah ini mengatakan kepada Reuters.

Manajer-manajer uang memotong posisi jangka panjang minyak mentah berjangka AS dan opsi mereka ke terendah dalam hampir dua bulan dalam sepekan hingga 14 Agustus, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi AS (CFTC) mengatakan.

Kemunduran Jumat (17/8/2018) dari tertinggi sesi terjadi karena meningkatnya kekhawatiran bahwa persediaan minyak mentah AS akan membukukan kenaikan berturut-turut, kata Bob Yawger, direktur berjangka di Mizuho Americas.

Data pemerintah AS minggu ini menunjukkan peningkatan besar dalam persediaan minyak mentah, dengan produksi juga meningkat.

"Investor tetap berhati-hati karena kenaikan persediaan mengejutkan pada Rabu (15/8) di AS masih segar dalam pikiran mereka," kata bank ANZ, Jumat (17/8/2018).

Jumlah rig pengeboran minyak AS, sebuah indikator produksi mendatang, tidak berubah minggu ini di 869 rig, jauh lebih tinggi dari 763 rig yang beroperasi setahun yang lalu, menurut perusahaan energi Baker Hughes.

Penyeret utama lainnya pada harga adalah prospek ekonomi suram karena ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, dan melemahnya mata uang negara berkembang yang membebani pertumbuhan dan konsumsi bahan bakar, kata para pedagang dan analis.

Bank investasi AS Jefferies mengatakan "ada pengurangan permintaan" untuk minyak mentah dan produk olahan dari negara-negara berkembang, sementara bank DBS Singapura mengatakan bahwa data Tiongkok menunjukkan "penurunan yang stabil" dalam aktivitas dan bahwa "ekonomi menghadapi headwinds tambahan karena meningkatnya ketegangan perdagangan".

Sementara itu, MUFG Bank Jepang mengatakan bahwa melemahnya lira Turki akan membatasi pertumbuhan lebih lanjut dalam permintaan bensin dan solar tahun ini.

"Meski penularan ke negara-negara berkembang dan kekhawatiran perlambatan Tiongkok tampak agak berlebihan, namun fundamental maupun sentimen akan memberikan dukungan untuk harga-harga komoditas lebih tinggi," Head of Macro and Commodity Research Norbert Rucker, Julius Baer, mengatakan.

Lebih jauh lagi, sama seperti permintaan yang tampaknya melambat, pasokan terlihat akan meningkat, meningkatkan hambatan di pasar.

Meskipun banyak faktor bearish, para analis mengatakan harga minyak tertahan dari penurunan lebih lanjut karena sanksi AS terhadap Iran, yang menargetkan sektor keuangan mulai Agustus dan akan mencakup ekspor minyak mulai November.

"Ekspor minyak mentah Iran masih mendekati dua juta barel per hari (bph) pada Juli dan kemungkinan akan mulai turun secara dramatis pada Agustus ketika sanksi keuangan mulai berlaku. Dengan sanksi ekspor minyak sekarang tiga bulan lagi, kami memperkirakan ekspor turun lebih dari 500.000 bph pada akhir kuartal ketiga," kata Jefferies.

Tag: West Texas Intermediate (WTI)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Kumairoh

Foto: Reuters/Fabian Bimmer

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Oct
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10

Recommended Reading

Selasa, 20/11/2018 17:39 WIB

Kelangkaan Semen Masih Terjadi di Palu

Selasa, 20/11/2018 14:24 WIB

Mitsubishi Akan Copot Carlos Ghosn

Selasa, 20/11/2018 13:49 WIB

Xiaomi Ambil Alih Bisnis Smartphone Meitu

Selasa, 20/11/2018 08:44 WIB

Bos Besar Nissan Ditangkap Otoritas Jepang

Selasa, 20/11/2018 06:27 WIB

Malaysia Jadi Gerbang Masuk Bawang Ilegal

Selasa, 20/11/2018 00:15 WIB

Relaksasi DNI Bakal Gaet Investasi Asing