Portal Berita Ekonomi Senin, 21 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:25 WIB. Rupiah - Pukul 15.25 WIB, rupiah melemah 0,35% ke level Rp14.225 per dolar AS. 
  • 15:24 WIB. Diversifikasi Portofolio - Elnusa akan lanjutkan strategi diversifikasi portofolio untuk raih kinerja posiif di tahun 2019.
  • 15:23 WIB. Penyertaan Saham - Leo Investment tingkatkan penyertaan saham sebanyak 830 saham baru dalam PT Sarana Instrument.
  • 14:54 WIB. Renault - Grup Nusantara comot bisnis Renault dari Indomobil.

Rex Marindo: Jangan Jadi Pengusaha

Foto Berita Rex Marindo: Jangan Jadi Pengusaha
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Jangan jadi pengusaha. Iya, saya sering sekali mengatakan kalimat ke teman-teman yang bertanya soal menjadi pengusaha. Menjadi seorang pengusaha itu tidak mudah, bahkan kalau mau jujur sangat-sangat sulit karena membutuhkan tenaga besar, pikiran besar, nyali besar, dan banjir stres dan tekanan. Kalau bukan karena niat ibadah maka maka saya tidak akan sanggup menjalankan usaha.

"Mas menakut-nakuti sekali jadi membuat orang demotivasi saja untuk menjadi pengusaha". Buat saya, sharing soal kesulitan menjadi pengusaha adalah hal yang sangat penting bagi calon pengusaha. Kenapa? Supaya teman-teman bersiap dengan kondisi seperti ini.

Motivasi bagus, gairah penting, tetapi siap dengan kegagalan juga sangat penting karena begitulah sebetulnya yang dihadapi oleh kebanyakan pengusaha. Antisipasi untuk gagal itu dimulai dari sharing tentang kegagalan dari pengusaha yang sudah merasakannya. Dari kisah-kisah tersebut semoga kita bisa belajar dan menghindari kesalahan yang dilakukan oleh pengusaha sebelumnya.

Sebelum bercerita tentang yang kegagalan coba kita mengubah istilah kegagalan menjadi pelajaran. Karena pada prinsipnya tidak ada kegagalan dan yang ada hanya pelajaran untuk lebih baik, lebih fokus, lebih detail, dan semua hal yang mengarahkan kita untuk bisa sukses di dalam dunia bisnis. Pelajaran ini layaknya di sekolah ada yang membuat seseorang naik kelas, tinggal kelas, bahkan keluar sekolah.

Kisah 1: Advertising Segala Ada

Ini pelajaran pertama ketika saya berbisnis. Karena tidak punya skill bisnis apa-apa tetapi ingin menjadi konsultan brand. Akhirnya, di awal saya membuat bisnis advertising segala bisa. Apa itu? Iya, apapun terkait advertising all you can hire mulai dari cetakan, iklan, event, majalah, dan apapun yang bisa menghasilkan uang.

Ternyata? Jumlah klien banyak sekali tetapi margin kecil, bayar lama, dan di sisi lain jumlah karyawan meningkat. Fasilitas harus di-upgrade yang ujung-ujungnya malah menjadi rugi, utang sana-sini untuk tutup gaji, sewa, dan lain-lain. Sampai momen paling saya sesali adalah meminjam pakai bunga (riba). Apa pelajaran yang bisa dipetik?

1. Ilmu. Bisnis ternyata butuh fundamental ilmu yang kuat. Dengan ilmu yang kuat, kita bisa fokus untuk membangun keunikan di dalam bisnis. Contoh dari advertising segala ada itu adalah tidak fokus dan ilmu yang tidak mumpuni sehingga dihargai murah.

2. Fokus. Ternyata segala yang ada itu tidak membuat kita dihargai tinggi. Cobalah menjadi spesialis, sesuatu yang betul-betul kita kuasai A to Z. Peluang untuk dihargai mahal tentu akan sangat terbuka. Jika dulu fokus pada penyedia jasa konten dan storytelling mungkin brand saya bisa besar dengan bayaran mahal.

3. Mentor. Masih newbie tapi sok mau jadi konsultan. Ujungnya advertising segala ada dan tidak fokus. Kenapa? Karena prinsip yang penting bisnis jalan, tidak ada mentor yang membimbing bahwa yang sedang dijalankan tersebut tepat atau tidak.

Kisah 2: Gegabah Membuat Bisnis Tambahan

Beberapa bisnis membuat saya dan temen mengalami kerugian hingga nilai yang bisa membuat geleng-geleng kepala. Mulai dari salah perhitungan soal potensi pasar hingga keliru mengajak partner yang ternyata tidak siap untuk rugi. Kalau tidak kuat-kuat iman dan mindset maka bisa stres apabila mengalami kerugian. Dari sini pelajaran utama yang bisa dipetik yakni

1. Fokus. Jika sudah ahli di satu bidang dan ternyata yang kita jalankan sudah memperlihatkan hasil maka fokuslah. Jangan terdistraksi dengan hal-hal baru biarpun itu terlihat seperti peluang yang sangat menarik. Kenapa? Karena bisa jadi apabila kita masuk ke peluang tersebut maka apa yang kita jalankan malah menjadi terganggu.

2. Mitra Bisnis. Carilah mitra bisnis yang memiliki kesamaan visi, bersedia untung dan rugi bersama, dan buatlah segala sesuatu di atas kertas notaris. Karena bahkan keluarga sendiri bisa ribut soal bisnis apalagi orang lain.

3. Berhitung. Pelajaran paling penting yakni selalu membuat planning mengenai apa yang akan dijalankan sehingga kita memiliki panduan tentang bagaimana hal tersebut bisa dijalankan serta risiko yang akan dihadapi. Jadi, jangan nafsu tanpa perhitungan.

Jadi, kalau ada yang bilang: enak yah mas jadi pengusaha, coba pikir sekali lagi. Oh iya, saya belum cerita berapa lama semua kegundahan dan pelajaran tersebut dilakoni: 10 tahun. Are you ready to do that? Selama 10 tahun harus merasakan pusing, tangis, sedih, beban pikiran, hingga dihina.

"Wah, memang harus seperti itu mas perjalanannya?" Iya tidak juga, oleh sebab itu coba pahami poin-poin di atas dan berusahalah untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut. Dengan mempelajari pengalaman dan pelajaran dari banyak pengusaha maka kita bisa memiliki waktu lebih cepat untuk berkembang. So, masih ingin menjadi pengusaha?

Tag: Rex Marindo

Penulis: Rex Marindo, Founder Nasi Goreng Mafia dan Warunk Upnormal

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6450.834 2.678 627
2 Agriculture 1642.122 58.830 21
3 Mining 1896.174 15.254 47
4 Basic Industry and Chemicals 890.201 0.505 71
5 Miscellanous Industry 1423.572 -19.807 46
6 Consumer Goods 2599.505 -7.787 51
7 Cons., Property & Real Estate 465.509 -6.115 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1154.795 5.554 71
9 Finance 1239.207 4.959 91
10 Trade & Service 794.825 -2.264 155
No Code Prev Close Change %
1 NATO 175 236 61 34.86
2 CLAY 306 382 76 24.84
3 SQMI 382 476 94 24.61
4 YPAS 575 710 135 23.48
5 HEXA 2,920 3,600 680 23.29
6 BNLI 705 855 150 21.28
7 VOKS 250 300 50 20.00
8 INRU 785 910 125 15.92
9 KMTR 334 382 48 14.37
10 DSSA 15,600 17,825 2,225 14.26
No Code Prev Close Change %
1 MTSM 206 157 -49 -23.79
2 AGRS 490 402 -88 -17.96
3 PADI 1,090 920 -170 -15.60
4 CANI 248 210 -38 -15.32
5 NAGA 280 240 -40 -14.29
6 SKYB 160 142 -18 -11.25
7 AKSI 394 350 -44 -11.17
8 PLIN 3,400 3,040 -360 -10.59
9 KIOS 2,000 1,790 -210 -10.50
10 MYTX 105 94 -11 -10.48
No Code Prev Close Change %
1 HOME 150 144 -6 -4.00
2 BUMI 174 174 0 0.00
3 ERAA 2,310 2,240 -70 -3.03
4 BNLI 705 855 150 21.28
5 PNLF 296 296 0 0.00
6 ASII 8,475 8,325 -150 -1.77
7 BHIT 69 68 -1 -1.45
8 BBRI 3,820 3,800 -20 -0.52
9 SSMS 1,205 1,210 5 0.41
10 INDY 2,180 2,130 -50 -2.29