Portal Berita Ekonomi Jum'at, 22 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:35 WIB. Perindo - Perindo mendapatkan kontrak jual beli ikan tuna dengan perusahaan asal Jepang.
  • 20:34 WIB. BNI Life - BNI Life memperoleh predikat perusahaan dengan produk unit-linked terbaik.
  • 20:34 WIB. BNI - BNI meluncurkan program menabung dengan sampah atau bank sampah.
  • 20:34 WIB. BNI - BNI melibatkan para Agen BNI46 di beberapa wilayah untuk program bank sampah.
  • 20:33 WIB. KUR - Bank Mantap siap berpartisipasi menyalurkan KUR Pensiunan.
  • 19:37 WIB. BRIS - BRI Syariah menargetkan penyaluran kredit mikro Rp3 triliun di tahun ini.
  • 19:37 WIB. SMGR - Volume penjualan Semen Indonesia turun 6% di bulan Januari.
  • 19:37 WIB. WIKA - Nilai kontrak dari proyek Bandara Sultan Hasanudin mencapai Rp2,6 triliun.
  • 19:36 WIB. Mantap - Bank Mantap berencana menambah sekitar 60 jaringan kantor berbiaya rendah pada tahun ini.
  • 19:36 WIB. BTN - BTN mengambil porsi 10% di LinkAja.
  • 19:36 WIB. BTN - BTN menyebut LinkAja bisa membuat belanja modal perseroan makin efisien.
  • 19:35 WIB. KAI - KAI merekayasa keberangkatan kereta untuk mengantisipasi Munajat 212.
  • 19:35 WIB. Mandiri - Mandiri terlibat dalam kredit sindikasi dengan total nilai Rp6 triliun kepada anak usaha Salim Group.

Jonan Targetkan Rasio Elektrifikasi Nasional 99,99%

Foto Berita Jonan Targetkan Rasio Elektrifikasi Nasional 99,99%
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menegaskan, rasio elektrifikasi pada 2019 mendatang harus mencapai 99,99%. Sementara realisasi elektrifikasi hingga semester I-2018 sebesar 97,13%

Jonan menbeberkan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional menargetkan rasio eletrifikasi sebesar 97,5% pada akhir 2019.

"Tapi saya sudah bicara dengan Dirjen Ketenagalistrikan dan PLN. Saya katakan, saya sangat tidak puas kalau di akhir masa pemerintahan ini, d iakhir masa tugas saya, itu rasio elektrifikasi mencapai 97,5%. Sekarang dikejar mencapai 97,13%. Insya Allah akhir tahun depan itu mudah-mudahan bisa mencapai 99,99%," kata dia dalam keterangan tulisnya, Jakarta, Senin (20/8/2018).

Mantan Menteri Perhubungan itu mengatakan, saat ini masih ada sekitar enam juta masyarakat Indonesia yang belum menikmati listrik.

"Kalau 97,13% itu artinya masih ada 2,87% saudara-saudara kita yang masih belum menikmati listrik, dan 2,87% setara dengan enam juta masyarakat yang belum pernah menikmati layanan listrik," jelasnya.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus berkomitmen memberikan akses listrik bagi seluruh rakyat Indonesia. Saat ini, yang tersisa untuk teralirkan dan belum terjangkau listrik PLN sebagian besar berada di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3 T), dengan Papua sebagai wilayah terbanyak.

Jonan mengungkapkan, rasio elektrifikasi Papua saat ini sebesar 72,04% atau di bawah rata-rata nasional yang sudah mencapai 97,13%. Demikian juga dengan Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan rasio elektrifikasi sebesar 60,82%.

Untuk melistriki wilayah tersisa, pemerintah memberikan bantuan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE).

"Dengan pemberian lampu tersebut, maka tercatat tambahan capaian rasio elektrifikasi 0,12% dari angka elektrifikasi nasional saat ini," pungkasnya.

Tag: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Energi Listrik

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,767.30 3,729.07
British Pound GBP 1.00 18,411.72 18,223.66
China Yuan CNY 1.00 2,101.61 2,080.78
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,127.00 13,987.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,109.28 10,006.30
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.01 1,782.15
Dolar Singapura SGD 1.00 10,447.42 10,343.12
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,020.02 15,854.26
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,471.01 3,432.39
Yen Jepang JPY 100.00 12,756.91 12,629.35

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6537.766 24.982 628
2 Agriculture 1616.672 15.458 21
3 Mining 1935.600 28.600 47
4 Basic Industry and Chemicals 903.282 9.632 71
5 Miscellanous Industry 1347.154 -12.736 46
6 Consumer Goods 2654.468 -5.813 51
7 Cons., Property & Real Estate 459.894 1.147 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1214.069 7.199 72
9 Finance 1243.721 7.000 91
10 Trade & Service 827.313 1.685 155
No Code Prev Close Change %
1 JAYA 288 432 144 50.00
2 OCAP 54 72 18 33.33
3 PUDP 356 430 74 20.79
4 PJAA 1,260 1,500 240 19.05
5 YULE 175 208 33 18.86
6 INPS 2,100 2,400 300 14.29
7 BRAM 6,200 7,000 800 12.90
8 IKAI 179 200 21 11.73
9 INDY 1,955 2,180 225 11.51
10 IBFN 240 266 26 10.83
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,900 1,425 -475 -25.00
2 ARTA 980 780 -200 -20.41
3 KBLV 525 454 -71 -13.52
4 CSAP 600 540 -60 -10.00
5 AKPI 690 625 -65 -9.42
6 CLAY 1,540 1,395 -145 -9.42
7 BNLI 1,150 1,055 -95 -8.26
8 PSDN 260 242 -18 -6.92
9 SIPD 1,030 960 -70 -6.80
10 TRIS 236 220 -16 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 PGAS 2,490 2,640 150 6.02
2 ADRO 1,345 1,415 70 5.20
3 JPFA 2,310 2,330 20 0.87
4 INDY 1,955 2,180 225 11.51
5 BUMI 150 163 13 8.67
6 BMRI 7,100 7,325 225 3.17
7 UNTR 26,000 26,500 500 1.92
8 ESTI 91 92 1 1.10
9 BNLI 1,150 1,055 -95 -8.26
10 LEAD 92 86 -6 -6.52