Portal Berita Ekonomi Senin, 19 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:00 WIB. WeChat - WeChat butuh 7 tahun untuk jadi aplikasi super.
  • 20:58 WIB. Huawei - Huawei bikin asisten pintar penantang Amazon dan Google.
  • 20:49 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo resmi cabut izin frekuensi First Media, Bolt, dan Jasnita.
  • 16:25 WIB. Asus - Asus ZenBook Pro 15, laptop 2 layar seharga Rp36 juta.

Pertama di Indonesia, Pabrik Switchgear TT dan TET Diresmikan di Serang

Foto Berita Pertama di Indonesia, Pabrik Switchgear TT dan TET Diresmikan di Serang
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Melalui anak perusahaanya PT Prima Layanan Nasional Enjiniring, PT PLN bersama PT Crompton Greaves International Holdings Singapore Pte. Ltd, membangun pabrik Switchgear Tegangan Tinggi (TT) dan Tegangan Ekstra Tinggi (TET) yakni PT Crompton Prima Switchgear Indonesia (PT CPSI). 

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, pendirian pabrik Switchgear ini adalah bagian dari inisiatif dan upaya untuk mendorong industri nasional yang akan mendukung sektor ketenagalistrikan di Indonesia, guna memenuhi kebutuhan peralatan Switchgear dalam negeri serta untuk ekspor ke pasar Asia Tenggara dan Asia Pasifik.        

Menurut Andy Noorsaman Sommeng, kebutuhan atas tenaga listrik merupakan peluang besar bagi sektor industri di Indonesia, khususnya industri peralatan kelistrikan yang akan mendukung sektor ketenagalistrikan. Hubungan antar sektor ini akan membentuk suatu ekosistem industri yang akan saling mendukung dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

''Berdirinya Pabrik Air-Insulated Switchgear untuk Tegangan Tinggi dan Tegangan Ekstra Tinggi yang pertama di Indonesia ini, adalah salah satu bukti dan wujud nyata pelaksanaan Program Nawacita Kabinet Kerja. Pabrik ini diharapkan akan berkontribusi bagi peningkatan produktivitas, kompetensi, keterampilan, keahlian, dan tentu saja kemandirian dan daya saing bangsa Indonesia," katanya, Selasa dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Selasa (21/8/2018).

Sementara Direktur Perencanaan Korporat PT PLN (Persero) Syofvi Felienty Roekman dalam sambutannya mengatakan, bahwa kebutuhan investasi dan operasi di sektor ketenagalistrikan masih sangat besar. Hal ini menjadi tantangan bagi PLN untuk dapat mengelola dan mengembangkan sumber dayanya secara optimal.

Menurutnya, PLN juga menjalankan amanat Presiden RI Joko Widodo untuk meningkatkan kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan mengendalikan impor barang dan memaksimalkan penggunaan komponen dalam negeri.

"Pabrik AIS milik PT CPSI ini salah satu bukti nyata usaha PLN untuk meningkatkan TKDN dalam pengadaan barang dan jasa," kata Syofvi.

Chairman, Avantha Group, Gautam Thapar mengatakan, hubungan yang kuat dengan PLN telah mendorong CG untuk melakukan Joint Venture di Indonesia. Joint Venture ini akan meningkatkan produksi lokal AIS EHV Switchgear di Indonesia. Menurutnya, Crompton Greaves percaya bahwa dengan membawa teknologi terdepan dan keahlian manufaktur Switchgear ke Indonesia, hubungan dengan PLN dapat semakin diperkuat dan ini akan meningkatkan keahlian di sektor ini di Indonesia.       

Direktur Utama PT Crompton Prima Switchgear Indonesia (CPSI) Umesh Baganikar menyampaikan bahwa berdasarkan data Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2013-2022, investasi untuk pengembangan sistem transmisi di Indonesia membutuhkan produk switchgear dengan nilai mencapai US200 juta atau sekitar Rp2,8 triliun per tahun, yang merupakan potensi pasar sangat besar.

Namun, kata dia, tantangan terbesar dalam meningkatkan angka TKDN adalah pengembangan pemasok lokal untuk komponen produk dengan harga yang kompetitif, dibandingkan pemasok dari negara-negara seperti India dan Cina. Karenanya, pabrik ini membutuhkan dukungan kebijakan Pemerintah, utamanya selama tahap pengembangan kompetensi dan skala produksi.

Ia mengatakan,  PT CPSI terletak di kawasan industri Modern Cikande, Serang, Banten, dengan total investasi kurang lebih US$22,5 juta, didanai oleh setoran modal  dan pinjaman pemegang saham serta pendanaan dari perbankan lokal. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi tahunan sebanyak 1.000 unit SF-6 Gas Circuit Breakers, 2.000 unit Lightning Arresters, dan 4.000 unit Instrument Transformers (CT, CVT, IVT) pada tingkat tegangan 70 kV s.d. 500 kV. Dalam lima tahun, jumlah tenaga kerja ahli termasuk back-office yang diserap mencapai 60 orang dan tenaga teknisi mencapai 200 orang. 

Sekedar informasi, peresmian dan pengoperasian pabrik Switchgear Tegangan Tinggi (TT) dan Tegangan Ekstra Tinggi (TET) pertama di Indonesia milik PT Crompton Prima Switchgear Indonesia (PT CPSI) dibangun di Kawasan Industri Modern Cikande.

Tag: Energi Listrik

Penulis: Redaksi

Editor: Vicky Fadil

Foto: Nunung Kusmiaty

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35