Portal Berita Ekonomi Rabu, 19 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:41 WIB. KPU - Capres-Cawapres akan ditetapkan besok.
  • 16:36 WIB. KPU - Besok pengumuman penetapan Daftar Calon Legislatif Tetap (DCT) legislatif.
  • 16:25 WIB. Apple - Apple kirim iOS 12.1 Beta ke pengembang.
  • 16:23 WIB. AMD - AMD luncurkan Ryzen pesaing Intel Coffee Lake H.
  • 16:21 WIB. Grab - Ratusan driver Grab tuntut penghapusan potongan komisi 20% bagi aplikator.
  • 16:17 WIB. Demokrat - Jika masalah Roy dengan Kemenpora selesai, bisa kembali ke Demokrat.
  • 16:17 WIB. Demokrat - Pengunduran diri Roy Suryo hanya sementara.
  • 14:55 WIB. Gubernur NTB - Akan memanggil kepala daerah yang terdampak gempa, tuntaskan persoalan.
  • 14:54 WIB. Gubernur NTB - Bakal koordinasi dengan TGB agar tugasnya terlaksana dengan baik.
  • 14:52 WIB. Jokowi - Gubernur dan Wagub NTB baru, langsung fokus rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa.
  • 14:40 WIB. Anies Baswedan - Pengganti Sandiaga bukan diusul satu partai tapi dua yakni PKS dan Gerindra.
  • 14:32 WIB. Wagub NTB - Mundur dari Partai Demokrat karena mengikuti TGB dan ada hal lain.
  • 14:32 WIB. Wagub NTB - Saya dukung Jokowi dua periode.
  • 14:31 WIB. Wagub NTB - Saya sudah mundur dari Partai Demokrat.
  • 14:06 WIB. Jubir TKN - Prabowo saja tidak mundur dari IPSI dan HKTI.

Terharu, Perayaan Idul Adha di Lombok

Foto Berita Terharu, Perayaan Idul Adha di Lombok
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Suara takbir berkumandang di Posko Pengungsian Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, mengajak para warga terdampak gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat untuk bersiap mengikuti shalat Idul Adha.

"Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar, laa illaa haillallahuwallaahuakbar Allahu akbar walillaahil hamd".

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, sebagian warga Lombok, seperti di Desa Kekait, harus mengikuti shalat Idul Adha di antara tenda-tenda tempat mereka tinggal sementara

"Kita yakin bila Allah mencintai hambanya, pasti akan menguji sejauh mana ketebalan iman dan ketabahan kita menghadapi ujian," kata Kepala Desa Kekait Ustadz Muhammad Zaini ketika memberikan sambutan sebelum pelaksanaan shalat Idul Adha 1439 Hijriah di tempat itu.

Zaini mengatakan biasanya shalat hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, dilaksanakan di Masjid Baiturrahman.

Oleh karena terdampak gempa, shalat Idul Adha dilaksanakan di tanah lapang, tempat tenda-tenda sementara didirikan.

Jangankan shalat di dalam masjid. Masuk ke rumah sendiri saja warga tidak berani. Banyak rumah yang roboh karena gempa. Beberapa rumah yang masih berdiri, dengan kondisi rusak.

"Kali ini kita shalat di lapangan di samping tenda-tenda. Kita menghindari istilah pengungsian," katanya.

Menurut Zaini, penduduk Desa Kekait mencapai 2.590-an kepala keluarga. Seluruhnya saat ini tinggal sementara di tenda-tenda. Terhitung, sudah 17 hari lamanya mereka tinggal di tenda-tenda sementara.

"Mudah-mudahan ini salah satu ujian kita dari Allah," ujarnya.

Tentu banyak hal berbeda yang harus dirasakan warga saat tinggal di tenda-tenda sementara dengan saat kondisi normal. Dalam kondisi normal, mereka bisa tinggal di rumah masing-masing yang mungkin hanya dihuni satu kepala keluarga.

Di tenda-tenda sementara, tidak sedikit yang harus berbagi dengan kepala keluarga yang lain. Itu pun dengan kesederhanaan.

"Kita bersama-sama dalam kehidupan yang bersahaja. Mudah-mudahan kekompakan yang sudah kita galang sebelumnya, semakin mantap," tuturnya.

Jaelani, salah satu warga Dusun Kekait Taibah, mengatakan shalat Idul Adha yang diselenggarakan merupakan kerja sama antara warga dengan relawan.

Warga ingin tetap melaksanakan shalat Idul Adha. Oleh karena tidak bisa mengadakan shalat di Masjid Baiturrahman, akhirnya shalat Idul Adha diadakan di lapangan posko pengungsian.

"Upacara 17 Agustus kemarin juga di lapangan ini," katanya sambil menunjuk tiang bendera yang mengibarkan bendera Merah Putih.

Meskipun tinggal di pengungsian, warga Desa Kekait juga dapat menikmati daging kurban.

Zaini mengatakan terdapat 29 ekor sapi yang merupakan bantuan dari berbagai pihak untuk disembelih pada Idul Adha tahun ini di tempat tersebut.

Sapi-sapi tersebut sudah disalurkan ke berbagai dusun yang ada di wilayah Desa Kekait, meskipun salah satu sapi dilaporkan sempat terlepas.

Tetap bersyukur seusai shalat Idul Adha yang diimami Ustadz Anis Abdul Hadi, jamaah kemudian mendengarkan khutbah dari Ustadz Islahuddin Zein. Pada awal khutbahnya, khatib mengajak jamaah untuk tetap bersyukur di tengah keadaan setelah dihantam bencana.

"Mari kita tetap bersyukur kepada Allah karena masih diberi nikmat iman dan Islam, serta masih bisa bernafas merayakan Idul Adha," tuturnya.

Islahuddin mengatakan dua hari raya umat Islam, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha, memiliki makna ilahiah, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan dan makna insaniah, yaitu hubungan dengan sesama makhluk Tuhan.

Dalam perayaan Idul Adha misalnya, umat Islam disyariatkan untuk berkurban. Tujuan dari kurban adalah melapangkan diri sendiri, keluarga, tetangga, dan kaum duafa di lingkungannya.

"Islam tidak mengajarkan kita untuk kenyang sendiri, sementara ada saudara kita yang kelaparan. Dengan berkurban, kita dapat berbagi dan merasakan apa yang dialami orang lain," katanya.

Hikmah utama dari berkurban, kata Islahuddin, agar umat Islam memiliki jiwa berkurban. Tidak ada kesuksesan tanpa pengorbanan.

Hikmah kedua dari berkurban pada Idul Adha adalah mengabadikan peristiwa agung antara Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail tanpa dibatasi ruang dan waktu.

"Hikmah ketiga adalah kita harus bersiap mengorban sesuatu yang kita cintai, yaitu kepentingan pribadi, demi kepentingan yang lebih besar," jelasnya.

Hikmah keempat, berkurban merupakan bentuk ketakwaan kepada Allah SWT.

Pada dasarnya manusia adalah makhluk istimewa yang memiliki kehendak sendiri, tetapi tetap harus mengikuti kehendak Allah SWT untuk berkurban.

Hikmah kelima dari kurban pada Idul Adha untuk menghilangkan kebiasaan orang-orang terdahulu yang mengorbankan manusia kepada dewa-dewa yang mereka sembah.

"Karena itu, kurban umat Islam adalah binatang ternak, bukan manusia," ujarnya.

Hikmah terakhir, Islahuddin mengatakan perayaan Idul Adha mengingatkan umat Islam untuk bersatu, yaitu satu dalam beribadah, satu dalam sumber hukum, satu barisan, satu kekuatan dan satu tujuan.

Mulai Membangun Usai shalat dan khutbah Idul Adha, kepala desa setempat, Muhammad Zaini, mengajak warga dibantu relawan untuk mulai membangun Desa Kekait yang lebih baik daripada sebelumnya.

"Alhamdulillah situasi berangsur-angsur mulai membaik. Kita mulai dengan menghilangkan jejak-jejak gempa seperti puing-puing sebagai salah satu langkah," katanya.

Warga dan relawan akan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menata kembali Desa kekait. Lorong-lorong yang sebelumnya diabaikan, akan difungsikan kembali.

Lingkungan desa akan ditata menjadi lebih baik dan pelayanan kepada masyarakat juga akan diperbaiki.

"Setelah ini kita bergegas dengan kegiatan-kegiatan berikutnya. Bangunan sekolah jangan dirusak. Kita keluarkan dulu perabot-perabot yang masih bermanfaat, baru kita pakai alat berat atau manual," katanya.

Di atas bekas bangunan sekolah tersebut, akan didirikan tenda yang difungsikan sebagai tempat belajar darurat bagi anak-anak Desa Kekait.

Zaini menjelaskan relawan dari Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah berpengalaman menghadapi gempa dan bencana, sudah mengajarkan warga desa untuk membangun tenda-tenda dengan memanfaatkan barang-barang yang tersedia, termasuk dari puing-puing bangunan.

"Kita tidak akan bisa memecahkan masalah sendiri. Kebersamaan kita saat ini untuk merajut kebersamaan kita di masa depan," tuturnya.

Tag: Gempa Lombok

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Clara Aprilia Sukandar

Foto: Antara/Ahmad Subaidi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,991.68 3,951.90
British Pound GBP 1.00 19,685.55 19,482.04
China Yuan CNY 1.00 2,183.20 2,161.62
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,970.00 14,822.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,820.32 10,705.93
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,908.05 1,889.16
Dolar Singapura SGD 1.00 10,924.62 10,814.24
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,459.51 17,283.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,614.20 3,575.87
Yen Jepang JPY 100.00 13,327.99 13,192.70

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5811.790 -12.467 602
2 Agriculture 1591.302 -14.202 20
3 Mining 1906.982 13.144 46
4 Basic Industry and Chemicals 779.933 -0.140 71
5 Miscellanous Industry 1202.124 8.921 45
6 Consumer Goods 2412.224 -29.669 47
7 Cons., Property & Real Estate 420.063 -6.294 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1024.766 15.682 69
9 Finance 1049.012 -2.325 91
10 Trade & Service 813.453 -3.458 145
No Code Prev Close Change %
1 DIGI 200 340 140 70.00
2 PANI 108 183 75 69.44
3 SRSN 63 85 22 34.92
4 ABBA 145 195 50 34.48
5 TRIL 57 70 13 22.81
6 VIVA 139 163 24 17.27
7 MGNA 50 57 7 14.00
8 PNSE 765 850 85 11.11
9 MAMI 65 72 7 10.77
10 ALMI 320 350 30 9.38
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 252 189 -63 -25.00
2 COWL 630 515 -115 -18.25
3 GOLD 570 478 -92 -16.14
4 LCGP 140 119 -21 -15.00
5 PKPK 194 169 -25 -12.89
6 MOLI 1,265 1,105 -160 -12.65
7 CANI 204 180 -24 -11.76
8 KIOS 3,170 2,800 -370 -11.67
9 ERTX 140 124 -16 -11.43
10 FAST 1,745 1,555 -190 -10.89
No Code Prev Close Change %
1 PNLF 216 226 10 4.63
2 ABBA 145 195 50 34.48
3 BBRI 2,970 2,940 -30 -1.01
4 TLKM 3,470 3,570 100 2.88
5 KPIG 740 715 -25 -3.38
6 PTBA 3,930 4,130 200 5.09
7 BBCA 23,925 24,000 75 0.31
8 NUSA 252 189 -63 -25.00
9 PGAS 1,995 2,060 65 3.26
10 BMRI 6,450 6,375 -75 -1.16