Portal Berita Ekonomi Kamis, 15 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:55 WIB. Mandiri - Mandiri mengintegrasikan portal lelangnya dengan portal www.lelang.go.id.
  • 18:55 WIB. PGN - PGN masih menghadapi tekanan harga dan risiko dari kebijakan pemerintah.
  • 18:54 WIB. Garuda - Garuda mengambil-alih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan NAM Air.
  • 18:54 WIB. PLN - PLN menandatangani PPA PLTA Merangin 350 MW.
  • 18:54 WIB. PLN - PLN area Timika melakukan pemadaman aliran listrik secara total menyusul stok BBM di tangki mesin PLTD sudah habis.

BI: Ekonomi Sulut Jauh dari Potensinya

Foto Berita BI: Ekonomi Sulut Jauh dari Potensinya
Warta Ekonomi.co.id, Manado -

Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan Ekonomi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang mencapai 5,83% di triwulan II-2018 jauh dari potensinya. Hal ini lantaran pada 2010, ekonomi Sulut pernah tumbuh mencapai 7,16%.

"Dari size, ekonomi kami terbesar ketiga setelah Sulawesi Selatan, setelah itu Sulawesi Tengah karena Palu banyak pertambangan. Tapi pertumbuhan ekonomi kami paling buncit 5,83% di Sulawesi," kata Kepala Kantor Perwakikan (KPw) BI Provinsi Sulut Suko Wardoyo saat Pelatihan Wartawan Ekonomi Triwulan III 2018 di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (24/8/2018).

Dalam acara yang sama, Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi KPw BI Sulut MHA Ridhwan mengatakan, pertumbuhan ekonomi Sulut belum mencapai potensinya karena produk olahan Sulut masih berupa bahan mentah dan barang setengah jadi.

"Sulut masih menjadi pemasok bahan mentah dan setengah jadi. Demikian juga dengan kelapa, ikan, pala, dan cengkeh. Keempat komoditas ini masih bahan baku dan barang setengah jadi, tidak sampai ke hilir," jelas Ridhwan.

Dikatakannya, struktur ekspor Sulut masih berbasis sektor ekstraktif alias bahan mentah dan setengah jadi.

"Komoditas ekspor Sulut masih didominasi olahan minyak kelapa dan sawit (73%), relatif tidak berubah dari 10 tahun lalu. Jadi perekonomian dan industri di Sulut masih tertinggal," ungkap Ridhwan.

Selain itu, tutur Ridhwan, realisasi pembangunan di Sulut belum maksimal. Hal ini karena pembebasan lahan masih menjadi masalah dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur.

Ridhwan melanjutkan, penyaluran kredit perbankan di Sulut lebih didominasi kredit konsumsi, bukan kredit produktif. Tercatat total kredit yang disalurkan di Sulut per Juni 2018 sebesar Rp35,29 triliun dengan pertumbuhan sebesar 7,30% (yoy).

Dari total itu, sebanyak Rp21,49 triliun atau 61% digunakan untuk tujuan konsumsi. Sementara kredit dengan tujuan modal kerja hanya sebesar Rp9,23 triliun (26%) dan dengan tujuan investasi hanya sebesar Rp4,49 triliun (13%).

"Masyarakat Sulut sangat konsumtif, kredit konsumsi Sulut menempati peringkat empat di seluruh Indonesia," tukas Ridhwan.

Tag: Sulawesi Utara, pertumbuhan ekonomi

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rosmayanti

Foto: Fajar Sulaiman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,955.01 3,915.25
British Pound GBP 1.00 19,289.40 19,089.66
China Yuan CNY 1.00 2,138.29 2,116.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,838.00 14,690.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,791.68 10,682.57
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,895.12 1,876.14
Dolar Singapura SGD 1.00 10,775.60 10,664.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,807.00 16,637.89
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,538.76 3,499.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,069.67 12,935.89

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5955.736 97.443 615
2 Agriculture 1423.963 12.836 20
3 Mining 1853.228 -3.981 47
4 Basic Industry and Chemicals 779.183 6.043 71
5 Miscellanous Industry 1415.509 50.792 45
6 Consumer Goods 2347.142 47.921 49
7 Cons., Property & Real Estate 416.915 6.341 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1070.072 28.920 71
9 Finance 1123.151 17.207 90
10 Trade & Service 806.748 7.155 150
No Code Prev Close Change %
1 SURE 1,885 2,350 465 24.67
2 KPAS 470 585 115 24.47
3 GIAA 200 238 38 19.00
4 HDTX 166 197 31 18.67
5 RODA 330 390 60 18.18
6 YPAS 595 690 95 15.97
7 GLOB 178 204 26 14.61
8 NUSA 222 254 32 14.41
9 LION 600 680 80 13.33
10 CTTH 98 110 12 12.24
No Code Prev Close Change %
1 AKSI 300 254 -46 -15.33
2 APEX 1,730 1,520 -210 -12.14
3 LPLI 116 102 -14 -12.07
4 UNIC 3,890 3,520 -370 -9.51
5 PRIM 935 855 -80 -8.56
6 KONI 156 143 -13 -8.33
7 LCKM 326 300 -26 -7.98
8 BMSR 155 144 -11 -7.10
9 ALMI 344 320 -24 -6.98
10 MTSM 136 127 -9 -6.62
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 108 103 -5 -4.63
2 PTBA 4,880 4,700 -180 -3.69
3 KPAS 470 585 115 24.47
4 DEAL 352 352 0 0.00
5 TKIM 12,325 12,050 -275 -2.23
6 WSKT 1,420 1,500 80 5.63
7 TLKM 3,750 3,910 160 4.27
8 ASII 8,175 8,525 350 4.28
9 BBRI 3,350 3,410 60 1.79
10 SMGR 10,000 10,300 300 3.00