Portal Berita Ekonomi Kamis, 15 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:55 WIB. Mandiri - Mandiri mengintegrasikan portal lelangnya dengan portal www.lelang.go.id.
  • 18:55 WIB. PGN - PGN masih menghadapi tekanan harga dan risiko dari kebijakan pemerintah.
  • 18:54 WIB. Garuda - Garuda mengambil-alih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan NAM Air.
  • 18:54 WIB. PLN - PLN menandatangani PPA PLTA Merangin 350 MW.
  • 18:54 WIB. PLN - PLN area Timika melakukan pemadaman aliran listrik secara total menyusul stok BBM di tangki mesin PLTD sudah habis.

Mulai September, BI Kenakan Denda Bagi yang Bawa UKA Rp1 Miliar

Foto Berita Mulai September, BI Kenakan Denda Bagi yang Bawa UKA Rp1 Miliar
Warta Ekonomi.co.id, Manado -

Bank Indonesia (BI) mulai 3 September 2018 menerapkan sanksi denda bagi setiap orang ataupun korporasi yang membawa Uang Kertas Asing (UKA) setara minimal Rp1 miliar ke luar atau dalam wilayah pabean Indonesia tanpa izin dan persetujuan BI. Aturan itu tertuang dalam Peraturan BI (PBI) No. 20/2/PBI/2018 tentang Pembawaan Uang Kertas Asing ke Dalam/ke Luar Wilayah Pabean Indonesia.

Adapun besarnya sanksi denda yang dikenakan kepada orang/ korporasi yang tidak memiliki izin dan persetujuan adalah sebesar 10% dari seluruh jumlah UKA yang dibawa dengan jumlah denda paling banyak setara dengan Rp300 juta.

Sanksi berupa denda juga akan dikenakan kepada Badan Berizin yang melakukan pembawaan UKA dengan jumlah melebihi persetujuan UKA oleh BI, sebesar 10% dari kelebihan jumlah UKA yang dibawa dengan jumlah denda paling banyak setara dengan Rp300 juta.

"Ini kita lakukan sekarang mungkin teman-teman akan lihat nanti di bandara-bandara ada videotron aturan ini dan ini berlaku sejak 3 september 2018," ujar Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Devisa BI, Hariyadi Ramelan, di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (24/8/2018).

Selain itu, sosialisasi juga akan dilakukan di pelabuhan-pelabuhan dan bandara di 18 titik yang ramai adanya lalu lintas devisa. Sementara dalam pelaksanaannya, pengawasan pembawaan UKA dan pengenaan sanksi denda di daerah pabean akan dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Dia mengatakan, aturan ini bertujuan agar aktivitas pembawaan UKA lintas pabean dapat dimonitor dengan baik sehingga diharapkan keseimbangan permintaan dan ketersediaan valas dapat terjaga di domestik. Dengan monitoring yang baik oleh BI, pengaturan tersebut diharapkan dapat mendukung efektivitas kebijakan moneter, khususnya dalam mengendalikan nilai tukar.

"Terakhir, Kita juga menginginkan seluruh transaksi di NKRI menggunakan nontunai," ucapnya.

Untuk diketahui, kebijakan ini bukan merupakan kebijakan kontrol devisa. Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang memerlukan UKA di atas ambang batas izin Pembawaan UKA tetap dapat memenuhi kebutuhan valuta asing, secara non-tunai.

Tag: Bank Indonesia (BI)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Kumairoh

Foto: Fajar Sulaiman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,955.01 3,915.25
British Pound GBP 1.00 19,289.40 19,089.66
China Yuan CNY 1.00 2,138.29 2,116.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,838.00 14,690.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,791.68 10,682.57
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,895.12 1,876.14
Dolar Singapura SGD 1.00 10,775.60 10,664.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,807.00 16,637.89
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,538.76 3,499.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,069.67 12,935.89

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5955.736 97.443 615
2 Agriculture 1423.963 12.836 20
3 Mining 1853.228 -3.981 47
4 Basic Industry and Chemicals 779.183 6.043 71
5 Miscellanous Industry 1415.509 50.792 45
6 Consumer Goods 2347.142 47.921 49
7 Cons., Property & Real Estate 416.915 6.341 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1070.072 28.920 71
9 Finance 1123.151 17.207 90
10 Trade & Service 806.748 7.155 150
No Code Prev Close Change %
1 SURE 1,885 2,350 465 24.67
2 KPAS 470 585 115 24.47
3 GIAA 200 238 38 19.00
4 HDTX 166 197 31 18.67
5 RODA 330 390 60 18.18
6 YPAS 595 690 95 15.97
7 GLOB 178 204 26 14.61
8 NUSA 222 254 32 14.41
9 LION 600 680 80 13.33
10 CTTH 98 110 12 12.24
No Code Prev Close Change %
1 AKSI 300 254 -46 -15.33
2 APEX 1,730 1,520 -210 -12.14
3 LPLI 116 102 -14 -12.07
4 UNIC 3,890 3,520 -370 -9.51
5 PRIM 935 855 -80 -8.56
6 KONI 156 143 -13 -8.33
7 LCKM 326 300 -26 -7.98
8 BMSR 155 144 -11 -7.10
9 ALMI 344 320 -24 -6.98
10 MTSM 136 127 -9 -6.62
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 108 103 -5 -4.63
2 PTBA 4,880 4,700 -180 -3.69
3 KPAS 470 585 115 24.47
4 DEAL 352 352 0 0.00
5 TKIM 12,325 12,050 -275 -2.23
6 WSKT 1,420 1,500 80 5.63
7 TLKM 3,750 3,910 160 4.27
8 ASII 8,175 8,525 350 4.28
9 BBRI 3,350 3,410 60 1.79
10 SMGR 10,000 10,300 300 3.00