Portal Berita Ekonomi Sabtu, 23 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:14 WIB. PBS - Gapki: perkebunan besar swasta (PBS) taar terhadap semua aturan bangun plasma.
  • 21:13 WIB. Twitter - Pendiri Twitter, Evan Williams mengundurkan diri.
  • 21:12 WIB. Infrastruktur - Kementerian PUPR terus meningkatkan kualitas belanja anggaran infrastruktur.
  • 19:00 WIB. OSO - OSO angkat bicara soal kekerasan terhadap jurnalis di munajat 212.
  • 17:48 WIB. Prabowo - Prabowo tidak akan menoleransi siapa pun yang melakukan korupsi.
  • 17:47 WIB. Proliga - Bola Voli putri Jakarta BNI 46 juara tiga Proliga 2019.
  • 17:47 WIB. 212 - Jusuf Kalla serahkan intimidasi wartawan saat "Munajat 212" kepada hukum.
  • 17:46 WIB. Tomat - Harga tomat di Rejang Lebong Rp1.000/kg
  • 17:45 WIB. Jagung - Kementan: OKU merupakan sentra jagung terbesar Sumatera Selatan.

PMI: Pemulihan Korban Pascabencana Lombok Harus Masif

Foto Berita PMI: Pemulihan Korban Pascabencana Lombok Harus Masif
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pemulihan korban bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dari trauma harus dilakukan secara masif, kata Kepala Sub Tanggap Darurat Bencana PMI Pusat, Ridwan Sobri Carman.

"Dengan banyaknya korban yang trauma, maka proses pemulihan perlu dilakukan secara masif," kata Ridwan dalam acara bincang-bincang bertema "Lombok, Status Bencana dan Kita" di Jakarta, Sabtu (25/08/2018).

Menurut Ridwan, banyak warga Lombok korban gempa yang sampai sekarang enggan kembali ke rumahnya masing-masing karena trauma akan terjadinya gempa susulan.

"Mereka sangat khawatir kembali ke rumahnya karena ada tiga sampai empat kali gempa susulan terjadi. Kalau terus-menerus trauma mereka akan lebih tinggi," ujar dia.

Untuk itu, lanjut Ridwan, proses rehabilitasi secara psikologis bagi para korban gempa Lombok pun perlu diperhatikan dan dilakukan dengan seksama.

"Bantuan dari sisi psikologis untuk pascabencana, prosesnya harus menjadi kepedulian bersama untuk ditangani," ucapnya.

Deputi Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Wisnu Wijaya, menyampaikan bahwa situasi di Lombok saat ini sedang dalam masa transisi, yakni dari tanggap darurat ke masa pemulihan.

"Saat ini saya melihat saatnya kita bangkit kembali untuk memperbaiki rumah-rumah, melakukan rehabilitasi, dan renovasi. Saat ini masa transisi dari darurat ke pemulihan," kata dia.

Menurut Wisnu, situasi di Lombok saat ini sudah mulai meningkat cukup baik, dan sudah tidak ada penambahan kerusakan rumah. Namun, sejauh ini diperkirakan lebih dari 76.000 rumah rusak di Lombok akibat gempa.

Selain itu, kata Wisnu, penyaluran bantuan pun terus dilakukan secara sistematis agar bantuan dapat tersalur dengan merata sesuai yang dibutuhkan setiap wilayah di Lombok yang terdampak bencana gempa.

Tag: palang merah indonesia-pmi

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Kumairoh

Foto: Antara/Nyoman Budhiana

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.17 3,734.94
British Pound GBP 1.00 18,447.47 18,263.53
China Yuan CNY 1.00 2,107.04 2,086.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,149.00 14,009.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,042.96 9,942.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,802.90 1,785.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,446.69 10,342.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,044.97 15,882.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,467.04 3,430.22
Yen Jepang JPY 100.00 12,776.77 12,646.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6501.378 -36.388 628
2 Agriculture 1604.794 -11.878 21
3 Mining 1940.127 4.527 47
4 Basic Industry and Chemicals 888.309 -14.973 71
5 Miscellanous Industry 1338.979 -8.175 46
6 Consumer Goods 2638.097 -16.371 51
7 Cons., Property & Real Estate 455.949 -3.945 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1207.267 -6.802 72
9 Finance 1235.093 -8.628 91
10 Trade & Service 834.167 6.854 155
No Code Prev Close Change %
1 INTD 141 190 49 34.75
2 OCAP 72 97 25 34.72
3 JAYA 432 540 108 25.00
4 INPS 2,400 3,000 600 25.00
5 SIMA 258 322 64 24.81
6 BALI 895 1,115 220 24.58
7 PNSE 675 840 165 24.44
8 CLAY 1,395 1,725 330 23.66
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 MFMI 650 790 140 21.54
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,425 1,095 -330 -23.16
2 TALF 332 260 -72 -21.69
3 IBFN 266 232 -34 -12.78
4 INCI 570 510 -60 -10.53
5 KOIN 302 272 -30 -9.93
6 POLI 1,160 1,055 -105 -9.05
7 PJAA 1,500 1,400 -100 -6.67
8 SMDM 178 168 -10 -5.62
9 SDPC 110 104 -6 -5.45
10 TBIG 4,440 4,200 -240 -5.41
No Code Prev Close Change %
1 UNTR 26,500 27,950 1,450 5.47
2 BMRI 7,325 7,100 -225 -3.07
3 ADRO 1,415 1,410 -5 -0.35
4 PGAS 2,640 2,650 10 0.38
5 BNLI 1,055 1,055 0 0.00
6 JPFA 2,330 2,340 10 0.43
7 INDY 2,180 2,170 -10 -0.46
8 BUMI 163 158 -5 -3.07
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 ANTM 1,035 1,055 20 1.93