Portal Berita Ekonomi Selasa, 20 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:29 WIB. Startup - Alpha JWC Ventures menginjeksi dana serie A ke startup periklanan digital Target Media Nusantara.
  • 20:26 WIB. Liga 1 - Persija Jakarta 3 vs 0 Persela Lamongan
  • 05:54 WIB. UEFA Nations League - Denmark 0 vs 0 Republik Irlandia

BNPB Nyatakan Situasi di Lombok Dalam Masa Transisi

Foto Berita BNPB Nyatakan Situasi di Lombok Dalam Masa Transisi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Deputi Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Wisnu Wijaya, menyampaikan bahwa situasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), saat ini sedang dalam masa transisi, yakni dari tanggap darurat ke masa pemulihan.

"Saat ini saya melihat saatnya kita bangkit kembali untuk memperbaiki rumah-rumah, melakukan rehabilitasi, dan renovasi. Saat ini masa transisi dari darurat ke pemulihan," kata Wisnu dalam acara "talkshow" bertema "Lombok, Status Bencana dan Kita" di Jakarta, Sabtu (25/08/2018).

Menurut Wisnu, situasi di Lombok saat ini sudah mulai meningkat cukup baik, dan sudah tidak ada penambahan kerusakan rumah. Namun, sejauh ini diperkirakan lebih dari 76.000 rumah rusak di Lombok akibat gempa.

Selain itu, kata Wisnu, penyaluran bantuan pun terus dilakukan secara sistematis agar bantuan dapat tersalur dengan merata sesuai yang dibutuhkan setiap wilayah di Lombok yang terdampak bencana gempa.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat, menyatakan bahwa kabupaten Lombok Utara merupakan wilayah yang terdampak gempa paling parah, di mana 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut rusak parah, termasuk rumah sakit dan sekolah.

Namun, Harry mengatakan bahwa pemerintah provinsi NTB masih dipandang mampu untuk menangani situasi pascabencana dengan bantuan dari berbagai pihak, termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM).

"Tetapi pemerintah pusat tentu tidak akan lepas tangan, kami akan terus memberi pendampingan," ujar Harry.

Sementara itu, Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden RI, Roy Septa Abimanyu, mengatakan bahwa pada masa transisi dari tanggap darurat ke pemulihan, warga di Lombok perlu diberdayakan untuk mulai memperbaiki dan membangun kembali tempat tinggal mereka.

"Pada masa transisi ini warga perlu diberdayakan untuk bisa mulai membangun rumah dan untuk bangkit kembali. Kita harus mendorong warga untuk kembali beraktivitas, dan hal itu juga dapat membantu dalam proses pemulihan secara psikologis," ucap Roy.

Tag: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Kumairoh

Foto: Bnpb.go.id

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Oct
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10

Recommended Reading

Selasa, 20/11/2018 17:39 WIB

Kelangkaan Semen Masih Terjadi di Palu

Selasa, 20/11/2018 14:24 WIB

Mitsubishi Akan Copot Carlos Ghosn

Selasa, 20/11/2018 13:49 WIB

Xiaomi Ambil Alih Bisnis Smartphone Meitu

Selasa, 20/11/2018 08:44 WIB

Bos Besar Nissan Ditangkap Otoritas Jepang

Selasa, 20/11/2018 06:27 WIB

Malaysia Jadi Gerbang Masuk Bawang Ilegal

Selasa, 20/11/2018 00:15 WIB

Relaksasi DNI Bakal Gaet Investasi Asing