Portal Berita Ekonomi Minggu, 24 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:55 WIB. Pinterest - Pinterest siap melantai di Bursa AS tahun ini.
  • 12:54 WIB. Satelit - Satelit pertama Indonesia bernilai Rp3,5 triliun.
  • 12:53 WIB. NASA - NASA perringatkan SpaceX dan Boeing terkait misi luar.
  • 12:33 WIB. Messi - Messi panen sanjungan di media sosial.
  • 12:06 WIB. Apple - Bangkitkan penjualan iPhone, Apple beri cicilan tanpa bunga.
  • 09:55 WIB. Realme - Realme 3 meluncur perdana di India.
  • 09:54 WIB. Xiaomi - Xiaomi berambisi kuasai Eropa.

Sulsel Komitmen Kembangkan Komoditas Lada

Foto Berita Sulsel Komitmen Kembangkan Komoditas Lada
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -

Penjabat Sekretaris Daerah Sulsel, Tautoto TR, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk mengembangkan komoditas lada. Itu ditunjukkan dengan adanya nota kesepahaman melibatkan 8 daerah lingkup Sulsel. Kerjasama tersebut juga bagian dari upaya mendukung Sulsel sebagai daerah prioritas pengembangan komoditas lada. 

Tautoto mengatakan potensi perkebunan di Sulsel sangat besar. Olehnya itu, butuh perencanaan yang matang untuk memastikan produktivitas tanaman terus meningkat. Besarnya potensi itu, khususnya komoditas lada yang membuat pemerintah pusat menyertakan Sulsel sebagai 8 provinsi prioritas pengembangan komoditas lada di Indonesia. 

"Masuknya Sulsel dalam pengembangan  komoditas lada menjadi peluang besar. Itu karena dukungan anggaran pusat pasti akan diberikan sehingga pemerintah provinsi dan kabupaten harus bisa memanfaatkannya semaksimal mungkin," kata Tautoto, Jumat (24/8). 

Tautoto melanjutkan komitmen Sulsel melalui nota kesepahaman melibatkan 8 daerah meliputi Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Enrekang, Bone, Sinjai, Wajo dan Bulukumba. Melalui kerjasama itu, diharapkan agar produktivitas komoditas lada lingkup Sulsel dapat terus ditingkatkan.  

"Pemerintah daerah juga harus bisa mendukungya dengan menyiapkan anggaran. Dengan demikian, program pemerintah bisa tetap sejalan, mulai dari pembinaan petani, penyediaan bibit serta lainnya," terang dia. 

Tidak kalah penting, Tautoto menyampaikan kualitas lada juga bisa dijaga dengan baik. Kualitas lada harus sesuai dengan kebutuhan pasar dan harganya bisa menguntungkan petani. "Saya telah memerintahkan kepala dinas perkebunan agar segera mengundang para importir dan eksportir lada untuk menyatukan persepsi utamanya terkait harga dan kualitas yang sama-sama harus dijaga," terangnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Sulsel, Andi Parenrengi, mengatakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah memiliki keinginan sekaligus komitmen serupa untuk mengembalikan kejayaan rempah di Indonesia. Diketahui, sekitar 500 tahun lalu, Indonesia termasuk Sulsel merupakan salah satu daerah produsen komoditas lada. 

Terlepas dari itu, Parenrengi mengakui produksi komoditas lada di Sulsel memang belum maksimal. Itu disebabkan berbagai hal, seperti dipengaruhi iklim, curah hujan yang tinggi, kekeringan dan hama. "Kerjasama yang ada ditujukan untuk meningkatkan pertanaman lada dengan pemanfaatan teknologi tepat guna, perluasan area serta penyiapan benih berkualitas," pungkasnyaa. 

Tag: lada

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.17 3,734.94
British Pound GBP 1.00 18,447.47 18,263.53
China Yuan CNY 1.00 2,107.04 2,086.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,149.00 14,009.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,042.96 9,942.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,802.90 1,785.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,446.69 10,342.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,044.97 15,882.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,467.04 3,430.22
Yen Jepang JPY 100.00 12,776.77 12,646.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6501.378 -36.388 628
2 Agriculture 1604.794 -11.878 21
3 Mining 1940.127 4.527 47
4 Basic Industry and Chemicals 888.309 -14.973 71
5 Miscellanous Industry 1338.979 -8.175 46
6 Consumer Goods 2638.097 -16.371 51
7 Cons., Property & Real Estate 455.949 -3.945 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1207.267 -6.802 72
9 Finance 1235.093 -8.628 91
10 Trade & Service 834.167 6.854 155
No Code Prev Close Change %
1 INTD 141 190 49 34.75
2 OCAP 72 97 25 34.72
3 JAYA 432 540 108 25.00
4 INPS 2,400 3,000 600 25.00
5 SIMA 258 322 64 24.81
6 BALI 895 1,115 220 24.58
7 PNSE 675 840 165 24.44
8 CLAY 1,395 1,725 330 23.66
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 MFMI 650 790 140 21.54
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,425 1,095 -330 -23.16
2 TALF 332 260 -72 -21.69
3 IBFN 266 232 -34 -12.78
4 INCI 570 510 -60 -10.53
5 KOIN 302 272 -30 -9.93
6 POLI 1,160 1,055 -105 -9.05
7 PJAA 1,500 1,400 -100 -6.67
8 SMDM 178 168 -10 -5.62
9 SDPC 110 104 -6 -5.45
10 TBIG 4,440 4,200 -240 -5.41
No Code Prev Close Change %
1 UNTR 26,500 27,950 1,450 5.47
2 BMRI 7,325 7,100 -225 -3.07
3 ADRO 1,415 1,410 -5 -0.35
4 PGAS 2,640 2,650 10 0.38
5 BNLI 1,055 1,055 0 0.00
6 JPFA 2,330 2,340 10 0.43
7 INDY 2,180 2,170 -10 -0.46
8 BUMI 163 158 -5 -3.07
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 ANTM 1,035 1,055 20 1.93