Portal Berita Ekonomi Sabtu, 17 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:45 WIB. Energi - BPH Migas meresmikan SPBU BBM satu harga di Desa Empunak perbatasan Indonesia-Malaysia.
  • 12:35 WIB. PLN - Suplai listrik ke seluruh wilayah Sulbagsel berhasil pulih 100%.
  • 12:34 WIB. Pertamina - Pertamina telah menyalurkan 186 kiloliter solar ke PLN Timika.
  • 12:33 WIB. Pertamina - Pertamina memastikan penyaluran solar ke PLN Timika dan seluruh SPBU telah kembali normal.
  • 10:34 WIB. BUMN - Kementerian BUMN berharap pembentukan dua holding selesai di akhir tahun 2018.
  • 10:33 WIB. White House - Pengadilan AS memerintahkan Gedung Putih untuk membatalkan pencabutan izin liputan wartawan CNN.
  • 10:31 WIB. Go-Jek - Di Bandung, sedikitnya 500 mitra ojek online Grab migrasi ke Go-Jek.

Sulsel Komitmen Kembangkan Komoditas Lada

Foto Berita Sulsel Komitmen Kembangkan Komoditas Lada
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -

Penjabat Sekretaris Daerah Sulsel, Tautoto TR, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk mengembangkan komoditas lada. Itu ditunjukkan dengan adanya nota kesepahaman melibatkan 8 daerah lingkup Sulsel. Kerjasama tersebut juga bagian dari upaya mendukung Sulsel sebagai daerah prioritas pengembangan komoditas lada. 

Tautoto mengatakan potensi perkebunan di Sulsel sangat besar. Olehnya itu, butuh perencanaan yang matang untuk memastikan produktivitas tanaman terus meningkat. Besarnya potensi itu, khususnya komoditas lada yang membuat pemerintah pusat menyertakan Sulsel sebagai 8 provinsi prioritas pengembangan komoditas lada di Indonesia. 

"Masuknya Sulsel dalam pengembangan  komoditas lada menjadi peluang besar. Itu karena dukungan anggaran pusat pasti akan diberikan sehingga pemerintah provinsi dan kabupaten harus bisa memanfaatkannya semaksimal mungkin," kata Tautoto, Jumat (24/8). 

Tautoto melanjutkan komitmen Sulsel melalui nota kesepahaman melibatkan 8 daerah meliputi Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Enrekang, Bone, Sinjai, Wajo dan Bulukumba. Melalui kerjasama itu, diharapkan agar produktivitas komoditas lada lingkup Sulsel dapat terus ditingkatkan.  

"Pemerintah daerah juga harus bisa mendukungya dengan menyiapkan anggaran. Dengan demikian, program pemerintah bisa tetap sejalan, mulai dari pembinaan petani, penyediaan bibit serta lainnya," terang dia. 

Tidak kalah penting, Tautoto menyampaikan kualitas lada juga bisa dijaga dengan baik. Kualitas lada harus sesuai dengan kebutuhan pasar dan harganya bisa menguntungkan petani. "Saya telah memerintahkan kepala dinas perkebunan agar segera mengundang para importir dan eksportir lada untuk menyatukan persepsi utamanya terkait harga dan kualitas yang sama-sama harus dijaga," terangnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Sulsel, Andi Parenrengi, mengatakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah memiliki keinginan sekaligus komitmen serupa untuk mengembalikan kejayaan rempah di Indonesia. Diketahui, sekitar 500 tahun lalu, Indonesia termasuk Sulsel merupakan salah satu daerah produsen komoditas lada. 

Terlepas dari itu, Parenrengi mengakui produksi komoditas lada di Sulsel memang belum maksimal. Itu disebabkan berbagai hal, seperti dipengaruhi iklim, curah hujan yang tinggi, kekeringan dan hama. "Kerjasama yang ada ditujukan untuk meningkatkan pertanaman lada dengan pemanfaatan teknologi tepat guna, perluasan area serta penyiapan benih berkualitas," pungkasnyaa. 

Tag: lada

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35