Portal Berita Ekonomi Rabu, 19 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:25 WIB. Apple - Apple kirim iOS 12.1 Beta ke pengembang.
  • 16:23 WIB. AMD - AMD luncurkan Ryzen pesaing Intel Coffee Lake H.
  • 16:21 WIB. Grab - Ratusan driver Grab tuntut penghapusan potongan komisi 20% bagi aplikator.
  • 16:17 WIB. Demokrat - Jika masalah Roy dengan Kemenpora selesai, bisa kembali ke Demokrat.
  • 16:17 WIB. Demokrat - Pengunduran diri Roy Suryo hanya sementara.
  • 14:55 WIB. Gubernur NTB - Akan memanggil kepala daerah yang terdampak gempa, tuntaskan persoalan.
  • 14:54 WIB. Gubernur NTB - Bakal koordinasi dengan TGB agar tugasnya terlaksana dengan baik.
  • 14:52 WIB. Jokowi - Gubernur dan Wagub NTB baru, langsung fokus rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa.
  • 14:40 WIB. Anies Baswedan - Pengganti Sandiaga bukan diusul satu partai tapi dua yakni PKS dan Gerindra.
  • 14:32 WIB. Wagub NTB - Mundur dari Partai Demokrat karena mengikuti TGB dan ada hal lain.
  • 14:32 WIB. Wagub NTB - Saya dukung Jokowi dua periode.
  • 14:31 WIB. Wagub NTB - Saya sudah mundur dari Partai Demokrat.
  • 14:06 WIB. Jubir TKN - Prabowo saja tidak mundur dari IPSI dan HKTI.
  • 14:05 WIB. Jubir TKN - Tak ada aturan Ma'ruf harus mundur dari Ketum MUI.
  • 14:02 WIB. PKS - Terpenting ialah nama Koalisi Indonesia Adil Makmur disukai masyarakat dan menang Pilpres.

Sulsel Komitmen Kembangkan Komoditas Lada

Foto Berita Sulsel Komitmen Kembangkan Komoditas Lada
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -

Penjabat Sekretaris Daerah Sulsel, Tautoto TR, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk mengembangkan komoditas lada. Itu ditunjukkan dengan adanya nota kesepahaman melibatkan 8 daerah lingkup Sulsel. Kerjasama tersebut juga bagian dari upaya mendukung Sulsel sebagai daerah prioritas pengembangan komoditas lada. 

Tautoto mengatakan potensi perkebunan di Sulsel sangat besar. Olehnya itu, butuh perencanaan yang matang untuk memastikan produktivitas tanaman terus meningkat. Besarnya potensi itu, khususnya komoditas lada yang membuat pemerintah pusat menyertakan Sulsel sebagai 8 provinsi prioritas pengembangan komoditas lada di Indonesia. 

"Masuknya Sulsel dalam pengembangan  komoditas lada menjadi peluang besar. Itu karena dukungan anggaran pusat pasti akan diberikan sehingga pemerintah provinsi dan kabupaten harus bisa memanfaatkannya semaksimal mungkin," kata Tautoto, Jumat (24/8). 

Tautoto melanjutkan komitmen Sulsel melalui nota kesepahaman melibatkan 8 daerah meliputi Luwu Timur, Luwu Utara, Luwu, Enrekang, Bone, Sinjai, Wajo dan Bulukumba. Melalui kerjasama itu, diharapkan agar produktivitas komoditas lada lingkup Sulsel dapat terus ditingkatkan.  

"Pemerintah daerah juga harus bisa mendukungya dengan menyiapkan anggaran. Dengan demikian, program pemerintah bisa tetap sejalan, mulai dari pembinaan petani, penyediaan bibit serta lainnya," terang dia. 

Tidak kalah penting, Tautoto menyampaikan kualitas lada juga bisa dijaga dengan baik. Kualitas lada harus sesuai dengan kebutuhan pasar dan harganya bisa menguntungkan petani. "Saya telah memerintahkan kepala dinas perkebunan agar segera mengundang para importir dan eksportir lada untuk menyatukan persepsi utamanya terkait harga dan kualitas yang sama-sama harus dijaga," terangnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Sulsel, Andi Parenrengi, mengatakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah memiliki keinginan sekaligus komitmen serupa untuk mengembalikan kejayaan rempah di Indonesia. Diketahui, sekitar 500 tahun lalu, Indonesia termasuk Sulsel merupakan salah satu daerah produsen komoditas lada. 

Terlepas dari itu, Parenrengi mengakui produksi komoditas lada di Sulsel memang belum maksimal. Itu disebabkan berbagai hal, seperti dipengaruhi iklim, curah hujan yang tinggi, kekeringan dan hama. "Kerjasama yang ada ditujukan untuk meningkatkan pertanaman lada dengan pemanfaatan teknologi tepat guna, perluasan area serta penyiapan benih berkualitas," pungkasnyaa. 

Tag: lada

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,991.68 3,951.90
British Pound GBP 1.00 19,685.55 19,482.04
China Yuan CNY 1.00 2,183.20 2,161.62
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,970.00 14,822.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,820.32 10,705.93
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,908.05 1,889.16
Dolar Singapura SGD 1.00 10,924.62 10,814.24
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,459.51 17,283.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,614.20 3,575.87
Yen Jepang JPY 100.00 13,327.99 13,192.70

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5811.790 -12.467 602
2 Agriculture 1591.302 -14.202 20
3 Mining 1906.982 13.144 46
4 Basic Industry and Chemicals 779.933 -0.140 71
5 Miscellanous Industry 1202.124 8.921 45
6 Consumer Goods 2412.224 -29.669 47
7 Cons., Property & Real Estate 420.063 -6.294 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1024.766 15.682 69
9 Finance 1049.012 -2.325 91
10 Trade & Service 813.453 -3.458 145
No Code Prev Close Change %
1 DIGI 200 340 140 70.00
2 PANI 108 183 75 69.44
3 SRSN 63 85 22 34.92
4 ABBA 145 195 50 34.48
5 TRIL 57 70 13 22.81
6 VIVA 139 163 24 17.27
7 MGNA 50 57 7 14.00
8 PNSE 765 850 85 11.11
9 MAMI 65 72 7 10.77
10 ALMI 320 350 30 9.38
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 252 189 -63 -25.00
2 COWL 630 515 -115 -18.25
3 GOLD 570 478 -92 -16.14
4 LCGP 140 119 -21 -15.00
5 PKPK 194 169 -25 -12.89
6 MOLI 1,265 1,105 -160 -12.65
7 CANI 204 180 -24 -11.76
8 KIOS 3,170 2,800 -370 -11.67
9 ERTX 140 124 -16 -11.43
10 FAST 1,745 1,555 -190 -10.89
No Code Prev Close Change %
1 PNLF 216 226 10 4.63
2 ABBA 145 195 50 34.48
3 BBRI 2,970 2,940 -30 -1.01
4 TLKM 3,470 3,570 100 2.88
5 KPIG 740 715 -25 -3.38
6 PTBA 3,930 4,130 200 5.09
7 BBCA 23,925 24,000 75 0.31
8 NUSA 252 189 -63 -25.00
9 PGAS 1,995 2,060 65 3.26
10 BMRI 6,450 6,375 -75 -1.16