Portal Berita Ekonomi Senin, 21 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:31 WIB. Perancis - Presiden Perancis disebut setuju wacana merger Renault-Nissan. 
  • 11:30 WIB. Microsoft - Microsoft akhiri dukungan Windows 10 Mobile.
  • 11:28 WIB. Nintendo - Nintendo mau rilis 2-3 gim mobile dalam setahun.
  • 11:27 WIB. Go-Jek - Go-Jek akuisisi fintech asal Filipina untuk memperkuat Go-Pay.
  • 11:06 WIB. Suspensi - BEI kabulkan permohonan suspensi saham Bank Danamon dan Bank Nusantara Parahyangan.
  • 11:06 WIB. Merger - Bank Danamon Indonesia dan Bank Nusantara Parahyangan rencanakan untuk lakukan merger usaha.
  • 10:21 WIB. Rupiah - Pukul 10.20 WIB, rupiah melemah 0,25% ke level Rp14.210 per dolar AS. 
  • 09:20 WIB. Bakti - Bakti Kemenkominfo tahun ini incar pendapatan Rp3,1 triliun.
  • 09:19 WIB. Xiaomi - Xiaomi mau gempur pasar Afrika tahun ini.
  • 09:19 WIB. Samsung - Samsung Galaxy S10+ punya RAM dan memori super besar.
  • 09:17 WIB. NASA - NASA umumkan kerja sama dengan China untuk eksplorasi bulan.
  • 09:17 WIB. Netflix - Netflix terus rogoh triliunan buat produksi serial orisinal.
  • 09:15 WIB. Google - Google Maps punya fitur baru bisa cegah terkena tilang.
  • 09:01 WIB. IHSG - IHSG dibuka menguat 0,01% ke level 6.448,54 di awal pekan ini.
  • 08:31 WIB. Fortnite - Fortnite raih pendapatan Rp34 triliun di 2018, lebih tinggi dari PUBG.

Bangun 120.000 Rumah, Himperra Sasar 3 Kelompok Ini

Foto Berita Bangun 120.000 Rumah, Himperra Sasar 3 Kelompok Ini
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kekurangan perumahan untuk rakyat berpenghasilan rendah (backlog) sebanyak 11,5 juta menjadi concern bersama antara pemerintah, pengembang, dan asosiasi. Salah satunya Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan rakyat (Himperra).

Pemerintah sendiri menargetkan bisa membangun satu juta rumah pertahun. Berbagai kemudahan bagi pengembang maupun konsumen pun diberikan, termasuk kebijakan zero down paymant, pelonggaran LTV, dan sebagainya. Dari sisi asosiasi, mereka terus berinisiatif untuk mengakselerasi pembangunan rumah bagi MBR.

Ketua Umum Himperra, Harry Endang Kawidjadja, menyatakan bahwa dengan jumlah anggota mencapai 1.600 pengembang di 31 provinsi, pihaknya akan membangun 100.000-120.000 perumahan dari total 220.000 perumahan dengan skema FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) dan SSB (subsidi selisih bunga).

Pihaknya menyasar tiga kelompok, yakni masyarakat dengan UMP normal, masyarakat dengan UMP di bawah rata-rata, serta pekerja informal.

"Yang pertama, pekerja dengan UMP normal antara Rp2,6-4 juta perbulan. Namun sebenarnya beberapa daerah seperti Cirebon dan Karawang sudah menyentuh Rp4,2 juta per bulan. Jadi kami usulkan agar batas UMR di ketentuan MBR disesuaikan dengan batas PTKP Rp4,5 juta," katanya di Jakarta, Sabtu (25/8/2018).

Sasaran kedua, kelompok informal. Baru-baru ini pemerintah bekerja sama dengan Bank Dunia terkait pembiayaan perumahan berbasis korban yang jumlahnya hanya 50.000 unit di seluruh Indonesia. Skema seperti ini bisa diperluas mengingat pekerja informal berpotensi lebih besar dari pekerja formal.

Sasaran terakhir kelompok UMR berpenghasilan rendah. Misalnya pekerja di Sukabumi dengan UMR Rp2,1 juta perbulan, ini bisa disinergikan dengan perumahan swadaya. Dengan kepastian kemampuan menyicil yang lebih tinggi, seharusnya tidak terjadi kredit macet atau NPL dan seharusnya program ini diminati perbankan.

"Kita juga akan memberikan diklat atau pelatihan tentang bagaimana konsumen bisa mendapatkan dan membangun rumahnya. Karena faktanya selama ini melaksanakan akad itu susah, dari sisi kredit kami bantu supaya pengajuan kreditnya bisa lancar," pungkasnya.

Tag: Program Sejuta Rumah

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Mohamad Hamzah

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56