Portal Berita Ekonomi Kamis, 15 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:55 WIB. Mandiri - Mandiri mengintegrasikan portal lelangnya dengan portal www.lelang.go.id.
  • 18:55 WIB. PGN - PGN masih menghadapi tekanan harga dan risiko dari kebijakan pemerintah.
  • 18:54 WIB. Garuda - Garuda mengambil-alih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan NAM Air.
  • 18:54 WIB. PLN - PLN menandatangani PPA PLTA Merangin 350 MW.
  • 18:54 WIB. PLN - PLN area Timika melakukan pemadaman aliran listrik secara total menyusul stok BBM di tangki mesin PLTD sudah habis.

WHO: Pengungsi Rohingya Masih Rentan

Foto Berita WHO: Pengungsi Rohingya Masih Rentan
Warta Ekonomi.co.id, Swiss -

Hampir satu juta pengungsi Rohingya masih tetap rentan saat ini, sekalipun upaya terpadu oleh Pemerintah Bangladesh, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan mitra kesehatan telah menyelamatkan ribuan nyawa.

Menurut WHO, semua upaya tersebut juga telah mencegah dan dengan cepat mengurangi wabah penyakit yang mematikan.

Kedatangan hampir 700.000 pengungsi Rohingya di Cox's Bazar mulai 25 Agustus 2017 adalah salah satu arus terbesar pengugnsi yang pernah terjadi dalam waktu sesingkat itu. Perempuan, anak-anak, dan orang tua tiba dengan tubuh cedera, cakupan imunisasi rendah, dan terancam wabah penyakit yang mematikan.

"Upaya yang tak pernah terjadi sebelumnya telah dilancarkan tahun lalu dan dalam kondisi yang paling penuh tantangan. Penyakit mematikan seperti kolera telah dicegah, dan campak serta difteria dikendalikan dengan cepat melalui peningkatan layanan kesehatan dan kegiatan vaksinasi massal," kata Poonam Khetrapal Singh, Direktur Regional WHO di Asia Tenggara.

"Luar biasa, sebab bukan hanya angka kematian di kalangan pengungsi Rohingya yang bisa dipertahankan tetap rendah daripada perkiraan dalam kondisi darurat semacam itu, angka kematian juga telah berkurang dengan sangat mencolok dalam enam bulan belakangan ini," tambahnya sebagaimana dikutip Xinhua di Jakarta, Ahad (26/8/2018) pagi.

Meskipun berbagai upaya telah dilancarkan, WHO masih memperingatkan mengenai tantangan lain, sebab banjir dan tanah longsor pada musim penghujan saat ini terus membuat orang mengungsi dan mempengaruhi fungsi instalasi kesehatan. Penduduk Rohingya juga enggan mengakses layanan kesehatan reproduksi dan seksual. Akibatnya, 70% kelahiran masih berlangsung di luar instalasi kesehatan.

Tantangan terbesar ialah keperluan untuk lebih meningkatkan layanan guna memenuhi keperluan kesehatan yang rumit, berkembang, dan jangka panjang di tengah kekurangan dana yang bisa memutar-balikkan prestasi dan kemajuan yang sejauh ini dicapai.

WHO berusaha memperoleh US$16,5 juta untuk terus mendukung reaksi bagi Rohingya, sebagai bagian dari US$113,1 yang dimintanya dari semua mitra kesehatan berdasarkan Rencana Tanggap Gabungan sampai Maret 2019.

"Kami perlu terus mendukung keperluan kesehatan buat warga yang rentan ini dan tetap waspada terhadap penyebaran penyakit. Ini adalah situasi yang masih sangat rentan," kata Peter Salama, Wakil Direktur Jenderal WHO bagi Reaksi dan Kesiapan Darurat.

Tag: Rohingya, World Health Organization (WHO)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Rosmayanti

Foto: Reuters/Cathal McNaughton

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,955.01 3,915.25
British Pound GBP 1.00 19,289.40 19,089.66
China Yuan CNY 1.00 2,138.29 2,116.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,838.00 14,690.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,791.68 10,682.57
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,895.12 1,876.14
Dolar Singapura SGD 1.00 10,775.60 10,664.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,807.00 16,637.89
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,538.76 3,499.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,069.67 12,935.89

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5955.736 97.443 615
2 Agriculture 1423.963 12.836 20
3 Mining 1853.228 -3.981 47
4 Basic Industry and Chemicals 779.183 6.043 71
5 Miscellanous Industry 1415.509 50.792 45
6 Consumer Goods 2347.142 47.921 49
7 Cons., Property & Real Estate 416.915 6.341 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1070.072 28.920 71
9 Finance 1123.151 17.207 90
10 Trade & Service 806.748 7.155 150
No Code Prev Close Change %
1 SURE 1,885 2,350 465 24.67
2 KPAS 470 585 115 24.47
3 GIAA 200 238 38 19.00
4 HDTX 166 197 31 18.67
5 RODA 330 390 60 18.18
6 YPAS 595 690 95 15.97
7 GLOB 178 204 26 14.61
8 NUSA 222 254 32 14.41
9 LION 600 680 80 13.33
10 CTTH 98 110 12 12.24
No Code Prev Close Change %
1 AKSI 300 254 -46 -15.33
2 APEX 1,730 1,520 -210 -12.14
3 LPLI 116 102 -14 -12.07
4 UNIC 3,890 3,520 -370 -9.51
5 PRIM 935 855 -80 -8.56
6 KONI 156 143 -13 -8.33
7 LCKM 326 300 -26 -7.98
8 BMSR 155 144 -11 -7.10
9 ALMI 344 320 -24 -6.98
10 MTSM 136 127 -9 -6.62
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 108 103 -5 -4.63
2 PTBA 4,880 4,700 -180 -3.69
3 KPAS 470 585 115 24.47
4 DEAL 352 352 0 0.00
5 TKIM 12,325 12,050 -275 -2.23
6 WSKT 1,420 1,500 80 5.63
7 TLKM 3,750 3,910 160 4.27
8 ASII 8,175 8,525 350 4.28
9 BBRI 3,350 3,410 60 1.79
10 SMGR 10,000 10,300 300 3.00