Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Indonesia Jadi Pusat Penelitian Vaksin Negara OKI

Foto Berita Indonesia Jadi Pusat Penelitian Vaksin Negara OKI
Warta Ekonomi.co.id, Bandung -

Indonesia yang sudah ditetapkan menjadi Pusat Penelitian Vaksin di Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk bidang Vaksin dan Bio Teknologi pada Desember 2017 yang lalu, mulai menarik perhatian negara anggota OKI antara lain Tunisia dan Maroko, untuk mencari pengalaman dan pengetahuan mengenai pembuatan vaksin dari hulu sampai ke hilir untuk pembuatan vaksin. 

Delegasi Tunisia dan Maroko yang mewakili Kementerian Kesehatan, industri vaksin institute Pasteur de Tunis serta Institut Pasteur du Maroc, mengunjungi Bio Farma untuk mempelajari pembuatan vaksin mulai dari hulu ke hilir. 

Kedatangan rombongan diterima langsung M.Rahman Roestan, Direktur Utama, Adriansjah Azhari, Direktur Riset dan Pengembangan, serta Juliman, Direktur Produksi Bio Farma, serta wisnu Utomo, Direktur Politik Luar Negeri dan kerja sama Internasional, Bappenas.

Direktur Utama Bio Farma M. Rahman Roestan megatakan dari 57 negara anggota OKI, hanya sekitar tujuh negara yang sudah memiliki pabrik vaksin dinegaranya, antara lain Indonesia, Saudi Arabia, Maroko, Tunisia, Mesir, Senegal, dan Iran, dan dari ketujuh negara tersebut, namun yang sudah diakui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk vaksin dasar hanya Indonesia. 

“Indonesia merupakan satu dari tujuh negara yang produk vaksin dasarnya sudah diakui oleh WHO, sehingga ini menjadikan delegasi Tunisia dan Maroko tertarik untuk belajar bagaimana manajemen dan produksi vaksin, Bio Farma dengan expertise yang udah diakui WHO, dengan senang hati untuk sharing dengan negara OKI lainnya," katanya kepada wartawan di Bandung, Selasa (28/8/2018).

Rahman mengungkapkan produk vaksin yang akan dibantu oleh Bio Farma, antara lain, produk imunisasi dasar seperti Polio, campak, tetanus, difteri, pertusis dan yang terbaru adalah pentavalen, (DTP, Hb, Hib), sehingga meraka bisa memproduksi dan memenuhi kebutuhan vaksin secara mandiri.

"Saat ini sudah berjalan supply vaksin ke Saudi Arabia, kerja sama ini untuk memenuhi kebutuhan vaksin d negara arab dan negara–negara teluk," ujarnya.

Selain sharing mengenai produksi vaksin, Bio Farma juga akan mengajak negara anggota OKI, untuk melakukan penelitian secara bersama–sama untuk menemukan vaksin baru, untuk pencegahan penyakit baru, atau inovasi lainnya. 

“Negara anggota OKI, memiliki banyak peneliti, yang bisa kita gabungkan untuk menemukan untuk penyakit baru kedepan dan tantangan kita adalah untuk menemukan vaksin dengan material yang tidak diragukan kehalalannya.” ungkapnya.

Tag: PT Bio Farma (Persero)

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Bio Farma

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56