Portal Berita Ekonomi Minggu, 18 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

3 Startup Ini Serukan Pentingnya Memajukan Edtech untuk Pendidikan di Indonesia

Foto Berita 3 Startup Ini Serukan Pentingnya Memajukan Edtech untuk Pendidikan di Indonesia
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Beberapa tahun belakang, education technology (edtech) muncul ke ranah publik melalui berbagai macam artikel mengenai transformasi pendidikan. Di Asia sendiri, edtech semakin diminati dan diimplementasikan di banyak negara.

Mengingat jumlah populasi yang sangat besar, luas wilayah dan tidak meratanya akses pendidikan berkualitas bagi semua orang, teknologi menjadi salah satu harapan bagi isu pendidikan di Asia. Terlebih lagi, populasi pengguna internet di Asia mencapai 1,7 miliar orang menurut data dari Internet World Stats. 

Dengan China sebagai pengguna internet terbanyak di Asia, industri edtech di sana menjadi yang terbesar. Sebut saja Yuanfudao yang merupakan unicorn edtech pertama di China, menyusul Baiju di India, lalu Quipper yang menguasai pasar edtech di Jepang, Filipina, dan Indonesia. 

Quipper merupakan perusahaan teknologi pendidikan yang memiliki misi membawa pendidikan terbaik ke pelosok dunia, dan berkomitmen menjadi bagian ekosistem pendidikan di Indonesia. Layanan Quipper yang terdiri dari Quipper School, Quipper Video, dan Quipper Campus bertujuan membantu siswa menerima pendidikan tanpa batasan dan memberdayakan pendidik menyebarkan pengetahuan. Saat ini, layanan Quipper telah digunakan lebih dari 5 juta siswa dan 350.000 guru di seluruh Indonesia. 

"Melalui jasa layanan Quipper, kami akan terus memberi dukungan kepada para siswa dan guru agar mereka bisa menciptakan proses pembelajaran yang lebih bermakna," tutur Takuya Homma, Founding Member Quipper dan Country Manager Quipper Indonesia, Selasa (28/8/2018), di Jakarta. 

Sementara itu, melihat persaingan di dunia edtech, Zenius, perusahaan edtech yang sudah malang melintang di Indonesia sejak 2007 ini memiliki perhatian khusus terhadap pemahaman konsep dan penalaran ilmiah di samping pemanfaatan teknologi.

Sabda PS, founder Zenius, mengatakan, dengan dinamisnya perkembangan dunia saat ini, sangat penting bagi peserta didik Indonesia memiliki kemampuan kognitif, yakni kemampuan dasar berpikir yang kuat agar dapat terus beradaptasi. 

Video materi pembelajaran Zenius pun dibuat dengan ukuran minim, mengingat sulitnya akses internet high-bandwidth di seluruh pelosok Indonesia. 

Selain Quipper dan Zenius, ada Solve Education! yang merupakan organisasi nirlaba dan dianggap berkontribusi bagi pertumbuhan industri edtech di Indonesia. Solve Education! berfokus pada perbaikan motivasi dan cara belajar. Melalui riset yang dilakukan Solve Education! ditemukan fakta, gamification merupakan faktor dominan yang berperan penting dalam perbaikan motivasi belajar anak. 

Director, Education and Development Solve Education!, Talitha Amalia mengatakan, pihaknya membangun arsitektur mobile untuk educational games guna membantu para pelajar dan pengajar sekaligus.

"Arsitektur ini nantinya dapat digunakan berbagal pihak untuk mendesain edukasi mereka menggunakan pendekatan micro learning," jelasnya. 

Quipper, Zenius, dan Solve Education! berfokus pada konten berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pelajar di Indonesia. Konten dan tenaga pengajar atau guru dianggap menjadi fondasi utama dalam industri edtech karena kedua hal tersebut bagaikan dua sisi mata uang yang saling berhubungan satu sama lain. 

Meskipun adopsi teknologi pendidikan di Indonesia masih menjadi tantangan tersendiri, namun sebagai tiga pemain besar di industri edtech Indonesia, Quipper, Zenius, dan Solve Education! berharap seluruh elemen penting dalam pendidikan dapat berkontribusi memberikan pendidikan terbaik ke seluruh pelosok Indonesia.

Tag: Quipper Indonesia, Zenius Education

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Rosmayanti

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35

Recommended Reading

Sabtu, 17/11/2018 18:25 WIB

B20 Diyakini Turunkan Impor Migas, Benarkah?

Jum'at, 16/11/2018 19:53 WIB

Melambat, ULN Indonesia Tumbuh 4,2%

Jum'at, 16/11/2018 18:21 WIB

Beginilah Proses Migrasi Mitra Grab ke Go-Jek

Jum'at, 16/11/2018 10:37 WIB

2018, Pertumbuhan Ekonomi Diproyeksikan 5,1%

Jum'at, 16/11/2018 07:24 WIB

Bank Mayapada Rombak Jajaran Direksi