Portal Berita Ekonomi Minggu, 23 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:37 WIB. BNI - BNI Singapura mencatat laba tumbuh 21% menjadi US$7,2 juta sampai semester I-2018.
  • 06:35 WIB. BNI - BNI Singapura mencatat pembiayaan dan trade financing untuk ekspor senilai US$550 juta pada kuartal III-2018.
  • 06:30 WIB. BNI - BNI menggandeng beberapa perusahaan di Singapura untuk mendorong ekspor.
  • 06:22 WIB. PTPN - PTPN III menargetkan ekspor CPO sekitar 300.000 ton pada tahun 2018.

Aksi Ambil Untung, Harga Minyak Turun Tipis

Foto Berita Aksi Ambil Untung, Harga Minyak Turun Tipis
Warta Ekonomi.co.id, New York -

Harga minyak turun pada akhir perdagangan, Rabu (29/8/2018) pagi WIB, karena beberapa investor mengambil keuntungan dari kenaikan kuat baru-baru ini, tetapi penurunannya dibatasi setelah perjanjian perdagangan AS-Meksiko yang meredakan kekhawatiran tentang ketegangan kedua negara.

Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI), untuk pengiriman Oktober turun 0,34 dolar AS menjadi menetap di 68,53 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober, kehilangan 0,26 dolar AS menjadi 75,95 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. Patokan global menyentuh 76,97 dolar AS pada awal sesi, tertinggi sejak 11 Juli.

Pekan lalu Brent mencatat kenaikan 5,6%, sementara WTI meningkat 4,3%.

"Pasar sedang mengalami koreksi," kata Phillip Streible, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Harga minyak memperpanjang penurunan tipis dalam perdagangan pasca-penyelesaian, setelah kelompok industri American Petroleum Institute (API) mengatakan bahwa persediaan minyak mentah AS naik tak terduga 38.000 barel pekan lalu menjadi 405,7 juta barel.

Padahal, para analis memperkirakan penurunan 686.000 barel. Data stok mingguan resmi akan dirilis pada pukul 10.30 waktu setempat (14.30 GMT).

Berita bahwa para pekerja di anjungan minyak Total Laut Utara tidak lagi berencana untuk mogok pada 3 September juga membebani pasar.

Namun demikian, kerugian dibatasi oleh berita pada Senin (27/8) bahwa Amerika Serikat dan Meksiko setuju untuk merombak Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA).

"Ini membuka jalan bagi industri energi di kedua negara untuk hidup berdampingan lebih bebas, dan itu akan bagus untuk permintaan," Bob Yawger, direktur berjangka Mizuho di New York, mengatakan.

Para perunding perdagangan utama Kanada bergabung dengan rekannya dari Meksiko dan AS di Washington pada Selasa (28/8) dalam upaya tetap menjadi bagian dari perjanjian trilateral.

Harga minyak juga mendapat dukungan dari temuan komite pemantauan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), bahwa negara-negara termasuk Rusia yang berpartisipasi dalam kesepakatan pengurangan produksi telah terus meningkatkan produksi, tetapi pada kecepatan yang lebih moderat daripada yang diperkirakan.

Investor lebih yakin bahwa pasokan akan gagal memenuhi permintaan dalam beberapa bulan mendatang, yang tercermin dari penyempitan dalam diskon, atau spread, antara kontrak berjangka Brent Oktober dan November menjadi sekitar 33 sen AS per barel, setengah dari sebulan yang lalu.

Penyuling independen China telah meningkatkan pembelian minyak asing mereka, setelah kembali dari pemeliharaan musim panas yang panjang untuk bersiap-siap menghadapi peningkatan permintaan bahan bakar musim dingin.

Sementara itu, ekspor minyak mentah dan kondensat Iran pada Agustus diperkirakan turun di bawah 70 juta barel untuk pertama kalinya sejak April 2017, jauh di depan 4 November untuk putaran kedua sanksi-sanksi ekonomi AS.

"Sementara sanksi Iran tetap layak untuk tanda centang bullish, kami tidak memperkirakan adanya berita utama baru yang mampu mengayunkan faktor ini lebih jauh ke dalam kolom bullish," kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates, dalam sebuah catatan seperti dilansir Reuters.

Tag: Minyak

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Reuters/Fabian Bimmer

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,972.48 3,932.70
British Pound GBP 1.00 19,766.67 19,568.83
China Yuan CNY 1.00 2,179.44 2,157.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,898.00 14,750.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,860.64 10,751.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,904.46 1,885.47
Dolar Singapura SGD 1.00 10,919.89 10,810.61
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,552.82 17,372.55
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,609.89 3,570.56
Yen Jepang JPY 100.00 13,234.43 13,099.47

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5957.744 26.478 602
2 Agriculture 1585.807 1.672 20
3 Mining 1954.048 17.971 46
4 Basic Industry and Chemicals 821.966 11.293 71
5 Miscellanous Industry 1239.096 -33.418 45
6 Consumer Goods 2491.409 13.779 47
7 Cons., Property & Real Estate 420.972 -0.966 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1027.263 -2.237 69
9 Finance 1075.740 7.879 91
10 Trade & Service 829.850 7.907 145
No Code Prev Close Change %
1 LPIN 900 1,125 225 25.00
2 PANI 306 382 76 24.84
3 LAND 1,155 1,440 285 24.68
4 DIGI 530 660 130 24.53
5 IIKP 236 280 44 18.64
6 FILM 1,135 1,285 150 13.22
7 RELI 234 260 26 11.11
8 PBSA 660 730 70 10.61
9 NIKL 2,060 2,270 210 10.19
10 ACES 1,420 1,560 140 9.86
No Code Prev Close Change %
1 AIMS 230 200 -30 -13.04
2 BIKA 200 175 -25 -12.50
3 TOPS 825 730 -95 -11.52
4 SIPD 1,065 955 -110 -10.33
5 MAPA 4,180 3,800 -380 -9.09
6 INTD 308 282 -26 -8.44
7 MMLP 575 530 -45 -7.83
8 WICO 645 595 -50 -7.75
9 LMSH 695 645 -50 -7.19
10 UNIT 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 KPIG 690 680 -10 -1.45
2 BBRI 3,090 3,120 30 0.97
3 TRAM 260 254 -6 -2.31
4 ADRO 1,805 1,880 75 4.16
5 CPRO 50 50 0 0.00
6 BBCA 23,950 23,700 -250 -1.04
7 PNLF 232 238 6 2.59
8 LAND 1,155 1,440 285 24.68
9 TLKM 3,600 3,600 0 0.00
10 FILM 1,135 1,285 150 13.22

Recommended Reading