Portal Berita Ekonomi Minggu, 18 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:25 WIB. Asus - Asus ZenBook Pro 15, laptop 2 layar seharga Rp36 juta.
  • 16:22 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo siap blokir aplikasi fintech pinjaman online nakal.
  • 16:20 WIB. Facebook - Facebook akuI perintahkan karyawannya pakai Android, bukan iPhone.
  • 13:48 WIB. Firefox - Browser Firefox kembali tingkatkan keamanan data pengguna.
  • 13:47 WIB. Facebook - Investor kembali desak Zuckerberg mundur dari Facebook.
  • 13:45 WIB. AI - Artifical Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan bisa palsukan sidik jari.
  • 13:43 WIB. Huawei - Lewati Apple, Huawei target kalahkan Samsung pada 2020. 
  • 13:41 WIB. PS5 - PS5 bikin Sony absen dari E3.
  • 13:40 WIB. Zuckerberg - Kekayaan Mark Zuckerberg anjlok Rp254 triliun.
  • 13:39 WIB. Sharp - Sharp Aquos R2 Compact disebut ponsel terburuk.
  • 13:38 WIB. Instagram - Bug Instagram bikin password pengguna bocor.
  • 13:36 WIB. NASA - Ingin ke Mars, NASA disebut hadapi risiko medis gravitasi nol.
  • 13:35 WIB. Facebook - Facebook bantah bayar konsultan berita palsu.

Mahasiswa FTUI Ciptakan Kapal untuk Tingkatkan Hasil Budidaya Ikan Bandeng

Foto Berita Mahasiswa FTUI Ciptakan Kapal untuk Tingkatkan Hasil Budidaya Ikan Bandeng
Warta Ekonomi.co.id, Depok -

Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) jurusan Teknik Mesin berhasil ciptakan sebuah kapal untuk mempermudah distribusi pupuk bagi para pembudidaya ikan bandeng. Kapal yang diberi nama Milkfish Fertilizer Ship (MFS) ini diproyeksikan mampu membantu lebih dari 110 ribu pekerja tambak bandeng di Indonesia untuk meningkatkan jumlah dan kualitas ikan bandeng.

Dalam rilis menyebutkan, MFS juga mampu mempersingkat durasi penebaran pupuk yang sebelumnya memerlukan waktu sekitar 6 jam namun dengan menggunakan kapal tersebut bisa lebih efisien berkisar 4 – 4,5 jam.

Ketiga mahasiswa Teknik Mesin UI ini adalah Teddy Heriyanto, Yahya Dimas Zakaria, dan Yolanda Rudy Johan di bawah bimbingan Dosen Tenik Mesin UI Dr. Ario Sunar Baskoro.

Selaku ketua tim – Teddy menuturkan status budidaya bandeng di Indonesia menunjukkan prospek yang baik, namun sayangnya, biaya yang dikeluarkan untuk budidaya ikan bandeng tergolong masih cukup mahal. Hal ini dikarenakan pakan yang digunakan bukan pakan alami (pellet).

"Berangkat dari permasalahan tersebut kami akhirnya memutuskan untuk menciptakan alat yang mampu menebar pupuk dengan merata yang berimplikasi pada tumbuh suburnya pakan alami (klekap) pada tambak. Selain itu alat ini juga mampu mencegah rusaknya struktur tanah akibat penyebaran secara manual dan semakin mengefisienkan waktu penyebaran pupuk,” ujar Teddy, Depok, Selasa (28/08/2018).

Dengan adanya MFS, pupuk tambak akan terdistribusi dengan baik sehingga tanah tambak tumbuh subur dan menghasilkan pakan alami Bandeng yang berupa klekap, lumut, dan plankton untuk ikan bandeng.

Diharapkan alat yang berbentuk kapal dua hull ini mampu  meningkatkan budidaya ikan bandeng tanpa mengeluarkan biaya yang cukup mahal. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan mampu mendukung peningkatan program kerja Pemerintah dalam roadmap Pembangunan Kelautan dan Perikanan 2015-2019.

 

Tag: Budidaya Ikan Bandeng

Penulis/Editor: Kumairoh

Foto: Humas dan KIP Universitas Indonesia

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35