Portal Berita Ekonomi Minggu, 23 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:37 WIB. BNI - BNI Singapura¬†mencatat laba tumbuh 21% menjadi US$7,2 juta sampai semester I-2018.
  • 06:35 WIB. BNI - BNI Singapura¬†mencatat pembiayaan dan trade financing untuk ekspor¬†senilai US$550 juta pada kuartal III-2018.

CIPS Anjurkan Indonesia Tidak Perlu Khawatir untuk Impor Bahan Pangan

Foto Berita CIPS Anjurkan Indonesia Tidak Perlu Khawatir untuk Impor Bahan Pangan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Meski neraca perdagangan bahan pangannya defisit, PDB Indonesia justru bertumbuh hingga 5,07%. Dengan demikian, semestinya Indonesia tidak perlu terlalu khawatir karena masih mengimpor sebagian besar bahan pangannya.

Kepala Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hizkia Respatiadi, mengatakan impor hanyalah salah satu instrumen untuk menstabilkan harga pangan di dalam negeri. Dengan masuknya barang dan jasa dari luar negeri, maka konsumen akan memperoleh harga yang kompetitif dan lebih terjangkau.

"Hal ini akan membuat daya beli konsumen meningkat, sehingga konsumen dapat mengalokasikan dana lebih besar untuk membeli bahan makanan berkualitas, layanan kesehatan dan juga pendidikan. Pada akhirnya, hal ini akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi," kata Hizika berdasarkan keterangannya di Jakarta, Rabu, (29/08/2018).

Pada saat bulan Ramadan dan Idul Fitri yang lalu (pertengahan Mei sampai dengan pertengahan Juni), Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa inflasi pada saat itu merupakan yang terendah selama beberapa tahun terakhir, yaitu hanya sebesar 0,21%. Jumlah ini lebih kecil ketimbang inflasi selama bulan Ramadan tahun 2017 (akhir Mei sampai dengan akhir Juni) yang mencapai 0,39% dan tahun 2016 (awal Juni sampai dengan awal Juli) yang berkisar antara 0,66% dan 0,69%.

“Harga pangan yang cenderung lebih stabil dinilai turut andil dalam menurunkan tingkat inflasi selama bulan Ramadan dalam dua tahun terakhir. Meskipun kita tetap memberikan apresiasi terhadap kerja keras Satgas Pangan, namun kita tidak selayaknya melupakan peran impor dalam menjaga kestabilan harga,” jelas Hizkia.

Laporan Statistik Impor BPS menunjukkan bahwa impor beras menjelang dan selama bulan Ramadan di tahun 2016 tercatat sebesar 26.193 ton. Sedangkan pada Ramadan 2017, Indonesia mengimpor sekitar dua kali lipat lebih banyak, yaitu sebesar 59.586 ton. Pemerintah juga mengimpor daging sapi sebesar 16.119 ton selama bulan Ramadan tahun 2016. Sedangkan di bulan Ramadan tahun 2017, jumlah impornya mencapai 22.632 ton atau sekitar 40,4% lebih banyak dibandingkan Ramadan tahun 2016.

Meskipun harga di bulan Ramadan 2018 ini diklaim lebih terkendali, jika kita mau melihat ke luar sedikit, maka sesungguhnya harga bahan makanan kita masih tergolong lebih mahal dibanding negara-negara tetangga kita. Data CIPS menunjukkan bahwa di pertengahan Ramadan 2018, harga beras di pasar swalayan di Jakarta mencapai Rp12.560 per kilogram, lebih mahal daripada di pasar swalayan di Bangkok yaitu Rp6.065 per kilogram, Kuala Lumpur Rp9.008 per kilogram maupun di Singapura Rp12.375 per kilogram.

Telur ayam di Jakarta harganya mencapai Rp22.450 per kilogram, lebih mahal daripada di Singapura Rp17.304 per kilogram dan Bangkok Rp18.459 per kilogram. Harga daging sapi di Jakarta mencapai Rp160.550 per kilogram, lebih mahal daripada di Manila Rp88.712 per kilogram, Malaysia Rp106.368 per kilogram dan Singapura Rp144.731 per kilogram.

“Tingginya harga bahan pangan di Indonesia menunjukkan bahwa pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah untuk diselesaikan. Perlu juga dipikirkan dampak dari hal ini bagi masyarakat selama beberapa tahun ke depan, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga pra-sejahtera. Apa untungnya bagi mereka ketika neraca perdangangan surplus, tapi harga tidak bisa mereka jangkau?” jelasnya.

Stabilnya harga pangan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia, salah satunya adalah menjaga nilai inflasi. Untuk itu, pemerintah sebaiknya tidak perlu memandang impor sebagai opsi yang merugikan.

Tag: Center for Indonesian Policy Studies (CIPS)

Penulis/Editor: Kumairoh

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,972.48 3,932.70
British Pound GBP 1.00 19,766.67 19,568.83
China Yuan CNY 1.00 2,179.44 2,157.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,898.00 14,750.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,860.64 10,751.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,904.46 1,885.47
Dolar Singapura SGD 1.00 10,919.89 10,810.61
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,552.82 17,372.55
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,609.89 3,570.56
Yen Jepang JPY 100.00 13,234.43 13,099.47

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5957.744 26.478 602
2 Agriculture 1585.807 1.672 20
3 Mining 1954.048 17.971 46
4 Basic Industry and Chemicals 821.966 11.293 71
5 Miscellanous Industry 1239.096 -33.418 45
6 Consumer Goods 2491.409 13.779 47
7 Cons., Property & Real Estate 420.972 -0.966 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1027.263 -2.237 69
9 Finance 1075.740 7.879 91
10 Trade & Service 829.850 7.907 145
No Code Prev Close Change %
1 LPIN 900 1,125 225 25.00
2 PANI 306 382 76 24.84
3 LAND 1,155 1,440 285 24.68
4 DIGI 530 660 130 24.53
5 IIKP 236 280 44 18.64
6 FILM 1,135 1,285 150 13.22
7 RELI 234 260 26 11.11
8 PBSA 660 730 70 10.61
9 NIKL 2,060 2,270 210 10.19
10 ACES 1,420 1,560 140 9.86
No Code Prev Close Change %
1 AIMS 230 200 -30 -13.04
2 BIKA 200 175 -25 -12.50
3 TOPS 825 730 -95 -11.52
4 SIPD 1,065 955 -110 -10.33
5 MAPA 4,180 3,800 -380 -9.09
6 INTD 308 282 -26 -8.44
7 MMLP 575 530 -45 -7.83
8 WICO 645 595 -50 -7.75
9 LMSH 695 645 -50 -7.19
10 UNIT 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 KPIG 690 680 -10 -1.45
2 BBRI 3,090 3,120 30 0.97
3 TRAM 260 254 -6 -2.31
4 ADRO 1,805 1,880 75 4.16
5 CPRO 50 50 0 0.00
6 BBCA 23,950 23,700 -250 -1.04
7 PNLF 232 238 6 2.59
8 LAND 1,155 1,440 285 24.68
9 TLKM 3,600 3,600 0 0.00
10 FILM 1,135 1,285 150 13.22

Recommended Reading