Portal Berita Ekonomi Minggu, 24 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:09 WIB. Digitalisasi - Alibaba dukung Pemerintah China digitalisasi perekonomian. 
  • 16:07 WIB. SIM - PKS kampanyekan SIM seumur hidup. 
  • 16:06 WIB. MRT - Penggratisan MRT berlaku sampai dengan 31/03/2019. 
  • 16:05 WIB. Hidroponik - WOM Finance resmikan rumah hidropinik dalam rangka perayaan HUT ke-37 tahun. 
  • 16:04 WIB. Pemilu Damai - 321 komunitas otomotif Jawa Barat gelar deklarasi pemilu damai 2019. 
  • 16:02 WIB. Startup - Telkomsel dukung startup ciptakan dampak sosial.

JK: Indonesia Bisa Hasilkan 23.000 MW Energi Terbarukan

JK: Indonesia Bisa Hasilkan 23.000 MW Energi Terbarukan - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Wakil Presiden Jusuf Kalla mendorong Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk segera menghasilkan energi listrik terbarukan sebesar 23.000 MW pada 2025.

Saat ini persediaan energi listrik terbarukan yang sudah dihasilkan mencapai 9.000 MW, sehingga dalam kurun waktu tujuh tahun mendatang dibutuhkan 14.000 MW lagi.

"Tahun 2025 itu kira-kira pembangkit listrik kita sudah mencapai 100.000 MW, berarti 23% itu adalah 23.000 MW harus dicapai. Sekarang baru 9.000 MW, jadi dalam waktu tujuh tahun kita butuh 14.000 MW energi terbarukan," kata Wapres Jusuf Kalla saat membuka The 7th IndoEBTKE ConEx 2017 di Balai Kartini Jakarta, Rabu (29/8/2018).

Dengan kebutuhan 14.000 MW energi terbarukan hingga 2025 tersebut, artinya Pemerintah Indonesia harus mampu menghasilkan pasokan listrik dari energi terbarukan sebanyak 2.000 MW setiap tahunnya.

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional, pada 2025 di Indonesia dapat mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan dengan menerapkan diversifikasi energi.

"Apabila tidak dicapai 2.000 MW per tahun, kita melanggar aturan PP energi ini. Bukan hanya melanggar peraturan, tapi di Jawa ini akan kotor karena dengan menambah terus fosil, batu bara walaupun 'supercritical' atau 'super extra critical', tetap saja batu bara mempunyai suatu sistem itu," jelas Wapres Kalla.

Pemerintah Indonesia melalui PP tersebut ingin menerapkan diversifikasi energi dengan melakukan pembaruan energi melalui penggunaan batu bara sebesar 45 persen dan energi terbarukan sebanyak 23% dari produksi energi di Tanah Air.

Bauran energi pada sektor pembangkit saat ini masih didominasi oleh batubara sebesar 58,64%, disusul kemudian gas 22,48% dan Energi Baru Terbarukan 12,71%.

Pemerintah menargetkan tahun 2018 mendatang konsumsi listrik masyarakat akan meningkat mencapai 1.129 kWh per kapita. Pada kurun 2017-2018, untuk pertama kalinya Indonesia menembus angka konsumsi listrik diatas 1.000 kWh per kapita. Kenaikan ini menjadi sinyal positif bagi tumbuhnya perekonomian nasional.

Tag: Muhammad Jusuf Kalla (JK), Energi Baru Terbarukan (EBT)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,794.23 3,755.47
British Pound GBP 1.00 18,692.75 18,500.55
China Yuan CNY 1.00 2,125.36 2,104.15
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,228.00 14,086.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,103.30 10,001.06
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,813.38 1,795.26
Dolar Singapura SGD 1.00 10,546.29 10,439.49
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,182.93 16,018.60
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,506.16 3,466.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,850.43 12,718.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6525.274 23.498 629
2 Agriculture 1490.781 9.164 21
3 Mining 1887.862 3.129 47
4 Basic Industry and Chemicals 910.367 -5.244 71
5 Miscellanous Industry 1284.891 0.529 46
6 Consumer Goods 2663.462 4.407 52
7 Cons., Property & Real Estate 465.570 -1.138 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1170.915 5.940 72
9 Finance 1263.236 12.361 91
10 Trade & Service 828.467 0.865 155
No Code Prev Close Change %
1 COCO 420 525 105 25.00
2 GLOB 352 440 88 25.00
3 CAKK 270 326 56 20.74
4 ECII 825 990 165 20.00
5 SMMA 7,700 9,000 1,300 16.88
6 TGKA 3,010 3,500 490 16.28
7 ANDI 1,605 1,805 200 12.46
8 FISH 3,400 3,760 360 10.59
9 LPLI 135 149 14 10.37
10 BKSW 175 193 18 10.29
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 224 168 -56 -25.00
2 KICI 310 260 -50 -16.13
3 IDPR 735 640 -95 -12.93
4 PYFA 198 177 -21 -10.61
5 ATIC 990 895 -95 -9.60
6 JMAS 895 810 -85 -9.50
7 LAND 1,085 1,010 -75 -6.91
8 MTSM 240 224 -16 -6.67
9 UNIT 242 226 -16 -6.61
10 AKSI 400 374 -26 -6.50
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 101 97 -4 -3.96
2 HOME 102 102 0 0.00
3 GGRM 88,000 85,900 -2,100 -2.39
4 BBRI 3,980 4,060 80 2.01
5 TLKM 3,800 3,820 20 0.53
6 INKP 10,200 9,800 -400 -3.92
7 FREN 308 328 20 6.49
8 CTRA 975 1,030 55 5.64
9 UNTR 27,800 28,000 200 0.72
10 GIAA 555 555 0 0.00