Portal Berita Ekonomi Senin, 21 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:19 WIB. Facebook - Facebook luncurkan fitur petisi online.
  • 07:17 WIB. Youtube - Youtube larang video challenge dan prank yang berbahaya.
  • 07:16 WIB. AS - Parlemen AS rancang RUU larangan penjualan komponen ke ZTE dan Huawei.
  • 07:13 WIB. Apple - Perselisihan Apple dan Qualcomm ternyata gara-gara software.
  • 06:30 WIB. WeChat - WeChat kabarnya segera ekspos pengutang di China.
  • 06:19 WIB. Netflix - Pelanggan Netflix tembus 139 juta.
  • 06:17 WIB. Apple - Apple obral murah iPhone SE, harganya lebih murah dari Pocophone.

Punya Banyak Teman Muslim, Pengusaha Asal Jepang Ini Ciptakan Masjid Berjalan

Foto Berita Punya Banyak Teman Muslim, Pengusaha Asal Jepang Ini Ciptakan Masjid Berjalan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Tamat dari Fakultas Hukum Universitas Fukuoka, seorang pengusaha asal Jepang, Yasuharu Inoue (59) bekerja sebagai juru rancang di sebuah perusahaan periklanan. Namun karena satu dan lain hal, Yasuharu keluar dari perusahaan tersebut, dan memilih bekerja aktif sebagai pengarah acara televisi, perancang event, dan menciptakan hal-hal baru. Dia juga pernah memproduksi berbagai event, seperti Piala Dunia Jepang-Korsel, Olimpiade Athena, Tokyo Marathon, dan lain sebagainya. 

Beberapa tahun belakangan, Yasuharu mengaku sering mengunjungi negara-negara Asia Tenggara. Dalam perjalanannya, dia mendapatkan banyak sahabat dan teman dari kalangan muslim. Ia pun terinspirasi menciptakan solusi yang dibutuhkan teman-temannya dan seluruh umat Islam di negara Asia Tenggara, yaitu masjid berjalan. 

Akhirnya bulan lalu, Yasuharu mengumumkan dan metunjukkan karyanya di Jepang. Masjid berjalan itu ia ciptakan sebagai fasilitas infrastruktur pariwisata menjelang Olimpiade dan Paralimpik Tokyo 2020.

"Kami membangun masjid berjalan dengan sepenuh hati kami untuk dipersembahkan kepada umat Islam sebagai salah satu pemeluk agama terbesar di dunia yang penuh keramahtamahan (omotenashi)," ungkap dia dalam acara peringatan ke-60 tahun hubungan diplomatik Jepang-Indonesia beberapa waktu lalu di Jakarta. 

Proyek masjid berjalan yang dikepalainya tersebut mampu menangani masalah kekurangan masjid bagi umat Islam di Jepang dan untuk mengantisipasi kehadiran wisatawan dari berbagai kewarganegaraan, kebudayaan, serta kepercayaan yang berbeda-beda. 

Masjid berjalan tersebut mulai dibangun 4 tahun lalu. Sebuah truk dengan beban berat 25 ton yang dilengkapi dengan berbagai peralatan. Luas sisi lantainya mencapai 48 meter persegi yang bisa digunakan 50 orang salat bersama, dilengkapi tempat wudhu, serta sistem penentuan arah kiblat yang lengkap. 

"Kami yakin sekali produk ini adalah produk 'Cool Japan' yang terpadu menggunakan teknologi canggih Jepang," ucapnya.

Ia mengakui, dirinya menerima banyak pertanyaan dari berbagai negara dan permintaan untuk menjual masjid berjalan itu ke luar negeri. 

Dia berharap produk solutifnya tersebut dapat digunakan bukan hanya untuk Olimpiade Tokyo, namun juga dalam berbagai situasi untuk masyarakat di Indonesia. Truk masjid berjalan tersebut dibanderol seharga 100 juta Yen atau sekitar Rp14 miliar. 

Menurut Yasuharu, harga yang mahal tersebut dikarenakan semua bahan baku asli dari Jepang. Namun jika bisa menggunakan material dari Indonesia, harga truk masjid berjalan bisa lebih murah. 

Tag: Masjid Berjalan

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Rosmayanti

Foto: Istimewa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56