Portal Berita Ekonomi Rabu, 14 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:31 WIB. Titiek Soeharto - Jokowi telah bohong, kok minta dipilih dua kali?
  • 14:31 WIB. Titiek Soeharto - Negara kita kaya tapi nyatanya impor.
  • 14:31 WIB. Titiek Soeharto - Jokowi pernah janji swasembada padi, jagung, dan kedelai. Nyatanya tidak.
  • 14:28 WIB. Sekjen PSI - Rakyat akan memaafkan tapi tetap tidak melupakan kesalahan Prabowo-Sandi.
  • 14:28 WIB. Sekjen PSI - Bagi saya minta maaf tak cukup, meski tobat dan hijrah.
  • 14:28 WIB. Sekjen PSI - Prabowo dan Sandi sudah tiga kali buat kesalahan fatal.
  • 14:27 WIB. Sekjen PSI - Sebaiknya Prabowo dan Sandiaga segera hijrah dan bertobat.
  • 14:27 WIB. Ketua DPP PAN - Sejak awal Soetrisno Bachir yang menyarankan agar PAN tak gabung ke Jokowi.
  • 14:27 WIB. Ketua DPP PAN - Soetrisno Bachir tak bakal mendukung Jokowi-Ma'ruf.
  • 14:27 WIB. Ketua DPP PAN - Sampai sekarang Soetrisno Bachir belum tentukan sikap politik.
  • 14:11 WIB. Bukit Asam - Bukit Asam menargetkan penjualan batubara di tahun 2018 mencapai 25,88 juta ton.
  • 14:11 WIB. AISA - Sejak dipilih di RUPSLB, Tiga Pilar belum lakukan transisi direksi.
  • 14:11 WIB. Antam - Biaya eksplorasi preliminary Antam membengkak jadi Rp3,77 miliar di Oktober 2018. 
  • 13:29 WIB. UKM - Diskop-UKM Sleman berupaya melakukan pembinaan terhadap koperasi yang ada di wilayah setempat agar lebih berkualitas.
  • 13:28 WIB. Kadin - Kadin berharap pemerintah membuat kebijakan dan regulasi bidang kelautan dan perikanan pro dunia usaha.

PLN Kejar Target EBT 23% Sampai 2025

Foto Berita PLN Kejar Target EBT 23% Sampai 2025
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN mengejar target bauran energi nasional 23% di 2025. Hal ini dibuktikan dengan progres bauran energi nasional yang saat ini telah mencapai 11,68%, di mana sebanyak 6.516,3 MW pembangkit Energi Baru dan Terbarukan (EBT) telah beroperasi memasok listrik untuk masyarakat Indonesia.

Dalam sambutan pada pembukaan Pameran Indo EBTKE ConEx 2018 di Balai Kartini Jakarta, Rabu (29/8/2018), Wapres RI Jusuf Kalla menyebutkan, bagaimana energi telah menjadi kebutuhan pokok masyarakat.

"Energi sekarang menjadi kebutuhan utama kita. Kebutuhan energi akan meningkat terus menerus. Kira-kira setiap tahun diperlukan pertumbuhan energi sebanyak 12%. Untuk mencapai 23% EBT di 2025, setidaknya butuh tambahan 2.000 MW pembangkit EBT per tahun," ujar Jusuf Kalla.

Kepala Divisi EBT PLN Zulfikar Manggau menjelaskan, total pembangkit EBT yang beroperasi akan terus meningkat. Hal ini telah tercantum dalam Rencana Upaya Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027, di mana pengembangan pembangkit EBT ditargetkan sebesar 14.911,2 MW untuk seluruh wilayah Indonesia.

"PLN terus fokus mengembangkan pembangkit EBT dari tenaga surya, bayu, air, biomassa, biogas, bioenergi, panas bumi, arus laut, bahkan tenaga dari sampah. Ini tantangan bagi kami, namun harus diwujudkan demi energi yang lebih bersih. Selain itu, Indonesia memiliki banyak potensi EBT yang diperkirakan mencapai 21.398 MW," ujar Zulfikar.

Salah satu pembangkit EBT dari tenaga bayu yang beroperasi adalah PLTB Sidrap 75 MW di Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Pembangkit ini telah diresmikan Presiden RI Joko Widodo pada 2 Juli 2018 lalu.

Dengan total daya sebesar 75 MW, PLTB Sidrap berperan menopang 6% kebutuhan beban puncak Sulawesi bagian Selatan (Sulbagsel) yang meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Palu.

Kemudian salah satu pembangkit EBT yang saat ini dalam tahap pembangunan adalah PLTA Jatigede 2x55 MW yang berlokasi di Sumedang, Jawa Barat. Saat ini pembangunannya mencapai 38,43% dan target beroperasi pada Oktober 2019.

Tag: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN), Energi Baru Terbarukan (EBT)

Penulis: Bambang Ismoyo

Editor: Rosmayanti

Foto: PLN

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,953.45 3,913.79
British Pound GBP 1.00 19,296.98 19,098.51
China Yuan CNY 1.00 2,136.68 2,115.36
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,829.00 14,681.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,703.57 10,595.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,893.36 1,874.39
Dolar Singapura SGD 1.00 10,740.98 10,632.24
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,759.74 16,589.53
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.14 3,499.64
Yen Jepang JPY 100.00 13,025.03 12,891.64

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5835.198 58.145 615
2 Agriculture 1443.790 -27.403 20
3 Mining 1861.322 11.301 47
4 Basic Industry and Chemicals 746.011 4.484 71
5 Miscellanous Industry 1341.419 17.562 45
6 Consumer Goods 2278.563 23.314 49
7 Cons., Property & Real Estate 414.177 3.741 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1059.066 3.668 71
9 Finance 1103.474 16.174 90
10 Trade & Service 799.263 8.563 150
No Code Prev Close Change %
1 SOSS 1,000 1,250 250 25.00
2 TCPI 7,550 8,925 1,375 18.21
3 IBFN 254 300 46 18.11
4 MYOH 970 1,100 130 13.40
5 DEAL 250 282 32 12.80
6 TIRA 140 157 17 12.14
7 TNCA 175 196 21 12.00
8 ABMM 2,020 2,260 240 11.88
9 DYAN 81 90 9 11.11
10 LPPS 86 95 9 10.47
No Code Prev Close Change %
1 BBLD 500 402 -98 -19.60
2 BAYU 2,210 1,950 -260 -11.76
3 GSMF 113 101 -12 -10.62
4 ALMI 350 318 -32 -9.14
5 HDFA 134 122 -12 -8.96
6 PGLI 214 195 -19 -8.88
7 SATU 137 125 -12 -8.76
8 KPAL 414 380 -34 -8.21
9 ERTX 139 128 -11 -7.91
10 SIMA 104 96 -8 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 86 95 9 10.47
2 HMSP 3,300 3,300 0 0.00
3 TLKM 3,860 3,830 -30 -0.78
4 PTBA 4,420 4,650 230 5.20
5 SMCB 1,905 1,985 80 4.20
6 KPAS 472 498 26 5.51
7 UNVR 39,375 39,950 575 1.46
8 BBCA 23,700 24,075 375 1.58
9 PGAS 2,070 2,070 0 0.00
10 ADRO 1,510 1,515 5 0.33