Portal Berita Ekonomi Kamis, 15 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:20 WIB. TMII - Tunggak pajak hingga Rp2 miliar, Pemkot Jaktim pasang stiker tunggakan pajak di 150 objek pajak di TMII. 
  • 14:20 WIB. Bolt - Homologasi produsen Bolt dikabulkan, Kominfo terpaksa tangguhkan utang First Media dan Internux sebesar Rp463 miliar. 
  • 14:06 WIB. Bulog - Bulog Buntok sediakan daging kerbau beku sambut hari Natal.
  • 14:05 WIB. Kopra - Legislator akan berjuang perbaiki harga kopra.
  • 14:04 WIB. Biodiesel - Pemkab Kotabaru gandeng koperasi untuk operasikan biodiesel.
  • 14:02 WIB. Minyak - Permintaan ekspor minyak pala dari Provinsi Aceh semakin lesu.
  • 14:02 WIB. Cabai - Harga cabai rawit di Kupang naik tajam, mulanya Rp10.000/kg menjadi Rp25.000/kg.
  • 14:00 WIB. UMKM - BBPOM Manado memfasilitasi sebanyak 17 UMKM mendapatkan sertifikasi halal.
  • 14:00 WIB. Listrik - IESR memperkirakan harga listrik surya akan murah pada tahun 2028.
  • 12:58 WIB. Jubir Kogasma - Harus ada komitmen tertulis yang jelas dari Prabowo-Sandi ke Demokrat.
  • 12:58 WIB. Jubir Kogasma - AHY masih menunggu program Prabowo-Sandi.
  • 12:58 WIB. Jubir Kogasma - Partai Demokrat belum diajak berkoordinasi bahas pemenangan Pilpres 2019.
  • 12:54 WIB. BPN Prabowo-Sandi - Ada yang sengaja menghancurkan Habib Rizieq jelang Pilpres 2019.
  • 12:54 WIB. BPN Prabowo-Sandi - Kasus Habib Rizieq di Arab, ada kaitannya dengan Pilpres 2019.
  • 12:53 WIB. Moeldoko - TKN Jokowi-Ma'ruf tantang tim Prabowo-Sandi adu rekam jejak dan program.

Harga Minyak Mentah Sentuh Titik Tertinggi

Foto Berita Harga Minyak Mentah Sentuh Titik Tertinggi
Warta Ekonomi.co.id, New York -

Harga minyak mentah naik lebih dari satu persen pada akhir perdagangan, Kamis (30/8/2018) pagi WIB, dengan Brent mencapai tertinggi dalam tujuh minggu dan minyak mentah AS menyentuh tertinggi tiga minggu.

Kedua kontrak minyak mentah meningkat setelah stok minyak mentah dan bensin AS berkurang, serta ekspor minyak mentah Iran turun karena sanksi-sanksi AS menghalangi para pembeli.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober bertambah 1,19 dolar AS atau 1,6%, menjadi menetap pada 77,14 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. Patokan global sempat menyentuh 77,41 dolar AS, tertinggi sejak 11 Juli.

Sementara itu, minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober, naik 98 sen AS atau 1,4%, menjadi ditutup di 69,51 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, setelah menyentuh 69,75 dolar AS, tertinggi sejak 7 Agustus.

Persediaan minyak mentah AS turun 2,6 juta barel pekan lalu, Badan Informasi Energi (EIA) mengatakan, melebihi perkiraan penarikan 686.000 barel oleh para analis yang disurvei oleh Reuters.

"Minyak mentah mendapat dukungan tambahan hari ini dari penurunan persediaan di seluruh papan," kata Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates. Menurunnya ekspor Iran dan berkurangnya ekspor dari Venezuela karena kerusakan terminal, juga memberikan dukungan terhadap harga, katanya.

Diskon minyak mentah AS untuk Brent mundur sedikit dari tertinggi dalam lebih dari 10 minggu pada Selasa (28/8).

Harga minyak didukung oleh indikasi bahwa ekspor minyak mentah Iran jatuh lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya, kata para analis.

Ekspor minyak mentah dan kondensat Iran pada Agustus diperkirakan turun di bawah 70 juta barel untuk pertama kalinya sejak April 2017, data awal arus perdagangan pada Thomson Reuters Eikon menunjukkan.

Banyak pembeli minyak mentah telah mengurangi pesanan dari Iran, produsen terbesar ketiga OPEC, menjelang tanggal dimulainya sanksi-sanksi AS pada 4 November.

Organisasi pemasaran minyak Irak, State Oil Marketing Organisation (SOMO) pada Rabu (29/8) mengatakan bahwa sanksi-sanksi akan mendorong kekurangan minyak mentah, dan OPEC akan membahas kompensasi untuk penurunan pasokan.

Di Venezuela, di mana produksi telah berkurang separuhnya sejak 2016, perusahaan minyak milik negara PDVSA mengatakan pada Selasa (28/8) bahwa mereka telah menandatangani perjanjian investasi senilai 430 juta dolar AS untuk meningkatkan produksi sebesar 640.000 barel per hari, meskipun beberapa analis meragukan apakah investasi ini akan bisa melewati ketidakstabilan yang sedang berlangsung.

Sementara itu, rencana ekspor awal untuk sesama anggota OPEC Angola menunjukkan bahwa pengirimannya telah turun ke level terendah sejak Desember 2006, karena kurangnya investasi di infrastruktur yang menua sehingga membatasi produksi.

Meskipun ada risiko gangguan dari produsen-prpdusen OPEC tersebut, Bank of America Merrill Lynch mengatakan pasokan global bisa naik menjelang akhir tahun, sebagian karena peningkatan produksi non-OPEC dari Kanada, Amerika Serikat dan Brasil.

Perusahaan minyak Norwegia, Equinor, mengatakan bahwa pihaknya berencana mengembangkan ladang minyak baru di Brasil dan meningkatkan produksi dari 90.000 barel setara minyak per hari menjadi antara 300.000 hingga 500.000 barel per hari pada 2030.

Tag: Minyak

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Reuters/Ernest Scheyder

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,955.01 3,915.25
British Pound GBP 1.00 19,289.40 19,089.66
China Yuan CNY 1.00 2,138.29 2,116.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,838.00 14,690.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,791.68 10,682.57
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,895.12 1,876.14
Dolar Singapura SGD 1.00 10,775.60 10,664.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,807.00 16,637.89
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,538.76 3,499.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,069.67 12,935.89

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5955.736 97.443 615
2 Agriculture 1423.963 12.836 20
3 Mining 1853.228 -3.981 47
4 Basic Industry and Chemicals 779.183 6.043 71
5 Miscellanous Industry 1415.509 50.792 45
6 Consumer Goods 2347.142 47.921 49
7 Cons., Property & Real Estate 416.915 6.341 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1070.072 28.920 71
9 Finance 1123.151 17.207 90
10 Trade & Service 806.748 7.155 150
No Code Prev Close Change %
1 SURE 1,885 2,350 465 24.67
2 KPAS 470 585 115 24.47
3 GIAA 200 238 38 19.00
4 HDTX 166 197 31 18.67
5 RODA 330 390 60 18.18
6 YPAS 595 690 95 15.97
7 GLOB 178 204 26 14.61
8 NUSA 222 254 32 14.41
9 LION 600 680 80 13.33
10 CTTH 98 110 12 12.24
No Code Prev Close Change %
1 AKSI 300 254 -46 -15.33
2 APEX 1,730 1,520 -210 -12.14
3 LPLI 116 102 -14 -12.07
4 UNIC 3,890 3,520 -370 -9.51
5 PRIM 935 855 -80 -8.56
6 KONI 156 143 -13 -8.33
7 LCKM 326 300 -26 -7.98
8 BMSR 155 144 -11 -7.10
9 ALMI 344 320 -24 -6.98
10 MTSM 136 127 -9 -6.62
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 108 103 -5 -4.63
2 PTBA 4,880 4,700 -180 -3.69
3 KPAS 470 585 115 24.47
4 DEAL 352 352 0 0.00
5 TKIM 12,325 12,050 -275 -2.23
6 WSKT 1,420 1,500 80 5.63
7 TLKM 3,750 3,910 160 4.27
8 ASII 8,175 8,525 350 4.28
9 BBRI 3,350 3,410 60 1.79
10 SMGR 10,000 10,300 300 3.00