Portal Berita Ekonomi Minggu, 23 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:37 WIB. BNI - BNI Singapura mencatat laba tumbuh 21% menjadi US$7,2 juta sampai semester I-2018.
  • 06:35 WIB. BNI - BNI Singapura mencatat pembiayaan dan trade financing untuk ekspor senilai US$550 juta pada kuartal III-2018.
  • 06:30 WIB. BNI - BNI menggandeng beberapa perusahaan di Singapura untuk mendorong ekspor.
  • 06:22 WIB. PTPN - PTPN III menargetkan ekspor CPO sekitar 300.000 ton pada tahun 2018.
  • 06:16 WIB. PTPN - PTPN III mengatakan akan menggenjot penjualan ekspor komoditas crude palm oil dan Karet pada tahun ini.
  • 06:10 WIB. Bulog - Ombudsman mendorong audit terhadap posisi stok serta kapasitas seluruh pergudangan Perum Bulog.
  • 19:58 WIB. Iran - 11 tentara Iran tewas dalam serangan terhadap parade militer.
  • 19:57 WIB. Republik Dominika - China membuka kedutaan di Republik Dominika.
  • 19:56 WIB. Al Jazeera - Festival Film Dokumenter Al Jazeera Balkan dimulai.
  • 19:56 WIB. Palestina - Mahmoud Abbas: Palestina siap memasuki pembicaraan damai dengan Israel.
  • 19:55 WIB. Nigeria - PBB: Wabah kolera di Nigeria tewaskan 97 orang.
  • 19:54 WIB. NAFTA - Meksiko akan mencari kesepakatan dengan Kanada jika perundingan NAFTA gagal.
  • 19:53 WIB. Australia - Kamboja berikan pengampunan kepada sutradara asal Australia.
  • 19:52 WIB. Paus Francis - Paus tiba di Lithuania untuk memulai tur solidaritas negara-negara Baltik.
  • 19:52 WIB. Meksiko - Wartawan Meksiko dibunuh saat meninggalkan rumahnya.

Harga Minyak Mentah Sentuh Titik Tertinggi

Foto Berita Harga Minyak Mentah Sentuh Titik Tertinggi
Warta Ekonomi.co.id, New York -

Harga minyak mentah naik lebih dari satu persen pada akhir perdagangan, Kamis (30/8/2018) pagi WIB, dengan Brent mencapai tertinggi dalam tujuh minggu dan minyak mentah AS menyentuh tertinggi tiga minggu.

Kedua kontrak minyak mentah meningkat setelah stok minyak mentah dan bensin AS berkurang, serta ekspor minyak mentah Iran turun karena sanksi-sanksi AS menghalangi para pembeli.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober bertambah 1,19 dolar AS atau 1,6%, menjadi menetap pada 77,14 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange. Patokan global sempat menyentuh 77,41 dolar AS, tertinggi sejak 11 Juli.

Sementara itu, minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober, naik 98 sen AS atau 1,4%, menjadi ditutup di 69,51 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, setelah menyentuh 69,75 dolar AS, tertinggi sejak 7 Agustus.

Persediaan minyak mentah AS turun 2,6 juta barel pekan lalu, Badan Informasi Energi (EIA) mengatakan, melebihi perkiraan penarikan 686.000 barel oleh para analis yang disurvei oleh Reuters.

"Minyak mentah mendapat dukungan tambahan hari ini dari penurunan persediaan di seluruh papan," kata Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates. Menurunnya ekspor Iran dan berkurangnya ekspor dari Venezuela karena kerusakan terminal, juga memberikan dukungan terhadap harga, katanya.

Diskon minyak mentah AS untuk Brent mundur sedikit dari tertinggi dalam lebih dari 10 minggu pada Selasa (28/8).

Harga minyak didukung oleh indikasi bahwa ekspor minyak mentah Iran jatuh lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya, kata para analis.

Ekspor minyak mentah dan kondensat Iran pada Agustus diperkirakan turun di bawah 70 juta barel untuk pertama kalinya sejak April 2017, data awal arus perdagangan pada Thomson Reuters Eikon menunjukkan.

Banyak pembeli minyak mentah telah mengurangi pesanan dari Iran, produsen terbesar ketiga OPEC, menjelang tanggal dimulainya sanksi-sanksi AS pada 4 November.

Organisasi pemasaran minyak Irak, State Oil Marketing Organisation (SOMO) pada Rabu (29/8) mengatakan bahwa sanksi-sanksi akan mendorong kekurangan minyak mentah, dan OPEC akan membahas kompensasi untuk penurunan pasokan.

Di Venezuela, di mana produksi telah berkurang separuhnya sejak 2016, perusahaan minyak milik negara PDVSA mengatakan pada Selasa (28/8) bahwa mereka telah menandatangani perjanjian investasi senilai 430 juta dolar AS untuk meningkatkan produksi sebesar 640.000 barel per hari, meskipun beberapa analis meragukan apakah investasi ini akan bisa melewati ketidakstabilan yang sedang berlangsung.

Sementara itu, rencana ekspor awal untuk sesama anggota OPEC Angola menunjukkan bahwa pengirimannya telah turun ke level terendah sejak Desember 2006, karena kurangnya investasi di infrastruktur yang menua sehingga membatasi produksi.

Meskipun ada risiko gangguan dari produsen-prpdusen OPEC tersebut, Bank of America Merrill Lynch mengatakan pasokan global bisa naik menjelang akhir tahun, sebagian karena peningkatan produksi non-OPEC dari Kanada, Amerika Serikat dan Brasil.

Perusahaan minyak Norwegia, Equinor, mengatakan bahwa pihaknya berencana mengembangkan ladang minyak baru di Brasil dan meningkatkan produksi dari 90.000 barel setara minyak per hari menjadi antara 300.000 hingga 500.000 barel per hari pada 2030.

Tag: Minyak

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Reuters/Ernest Scheyder

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,972.48 3,932.70
British Pound GBP 1.00 19,766.67 19,568.83
China Yuan CNY 1.00 2,179.44 2,157.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,898.00 14,750.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,860.64 10,751.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,904.46 1,885.47
Dolar Singapura SGD 1.00 10,919.89 10,810.61
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,552.82 17,372.55
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,609.89 3,570.56
Yen Jepang JPY 100.00 13,234.43 13,099.47

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5957.744 26.478 602
2 Agriculture 1585.807 1.672 20
3 Mining 1954.048 17.971 46
4 Basic Industry and Chemicals 821.966 11.293 71
5 Miscellanous Industry 1239.096 -33.418 45
6 Consumer Goods 2491.409 13.779 47
7 Cons., Property & Real Estate 420.972 -0.966 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1027.263 -2.237 69
9 Finance 1075.740 7.879 91
10 Trade & Service 829.850 7.907 145
No Code Prev Close Change %
1 LPIN 900 1,125 225 25.00
2 PANI 306 382 76 24.84
3 LAND 1,155 1,440 285 24.68
4 DIGI 530 660 130 24.53
5 IIKP 236 280 44 18.64
6 FILM 1,135 1,285 150 13.22
7 RELI 234 260 26 11.11
8 PBSA 660 730 70 10.61
9 NIKL 2,060 2,270 210 10.19
10 ACES 1,420 1,560 140 9.86
No Code Prev Close Change %
1 AIMS 230 200 -30 -13.04
2 BIKA 200 175 -25 -12.50
3 TOPS 825 730 -95 -11.52
4 SIPD 1,065 955 -110 -10.33
5 MAPA 4,180 3,800 -380 -9.09
6 INTD 308 282 -26 -8.44
7 MMLP 575 530 -45 -7.83
8 WICO 645 595 -50 -7.75
9 LMSH 695 645 -50 -7.19
10 UNIT 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 KPIG 690 680 -10 -1.45
2 BBRI 3,090 3,120 30 0.97
3 TRAM 260 254 -6 -2.31
4 ADRO 1,805 1,880 75 4.16
5 CPRO 50 50 0 0.00
6 BBCA 23,950 23,700 -250 -1.04
7 PNLF 232 238 6 2.59
8 LAND 1,155 1,440 285 24.68
9 TLKM 3,600 3,600 0 0.00
10 FILM 1,135 1,285 150 13.22

Recommended Reading