Portal Berita Ekonomi Rabu, 19 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:14 WIB. ManageEngine - ManageEngine luncurkan Browser Security Plus.
  • 20:12 WIB. Oppo - Oppo F9 Starry Purple resmi meluncur di Indonesia.
  • 17:01 WIB. Nasional - MUI: vaksin MR boleh tapi imunisasi hukumnya wajib.
  • 17:00 WIB. Politik - PB NU bilang sebutan ulama tidak sekadar kuasai ilmu.
  • 17:00 WIB. Politik - Bakal calon presiden Prabowo impikan bangun akademi perawat.
  • 17:00 WIB. Nasional - Mendikbud sebut SEAMEO usung tujuh program prioritas pendidikan.
  • 16:59 WIB. DKI Jakarta -¬†Gubernur Anies Baswedan ajak jajarannya terapkan rencana pembangunan.
  • 16:59 WIB. Politik - Langkah TGB mundur dari Demokrat diikuti kakaknya yang Wagub NTB.
  • 16:59 WIB. Nasional - Mensos: Indonesia targetkan tujuh besar prestasi APG.
  • 16:58 WIB. Nasional - Buwas prioritaskan beras OP-Rastra dari dalam negeri.
  • 16:58 WIB. Industri - Menperin sambut target ekspor tekstil US$30 miliar.
  • 16:57 WIB. Politik - Neno Warisman jadi Wakil Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga.
  • 16:43 WIB. KPU - Bacaleg eks koruptor baru diumumkan tiga hari kedepan.
  • 16:43 WIB. KPU - Bacaleg eks koruptor belum dapat ditetapkan.
  • 16:41 WIB. KPU - Capres-Cawapres akan ditetapkan besok.

Pemerintah Targetkan Devisa US$28,5 M dari Pariwisata

Foto Berita Pemerintah Targetkan Devisa US$28,5 M dari Pariwisata
Warta Ekonomi.co.id, Bandung -

Pemerintah menargetkan perolehan devisa negara dari sektor pariwisata sebesar US$17,6 miliar pada 2019 dan US$28,5 miliar pada 2024. Sedangkan, Jumlah wisman sendiri ditargetkan sebesar 25–30 juta pada 2024 dengan prioritas destinasi Danau Toba, Borobudur-Joglosemar, Mandalika, Labuan Bajo, Bali, Jakarta, Banyuwangi, Bromo.

Mengatasi masalah defisit transaksi berjalan pada neraca perdagangan, Menko Luhut B Panjaitan membuat delapankeputusan di bidang pariwisata bersama dengan beberapa kementerian/lembaga. Solusi di sektor ini dinilai yang paling cepat dan efektif dibandingkan sektor lainnya.

“Pariwisata penyumbang devisa dan lapangan kerja maka dari itu kita duduk sama-sama, memutuskan apa yang harus kita lakukan,” kata Menko Luhut dalam keterangan resminya di Bandung, Rabu (29/8/2018).

Selain target kinerja, ada tujuh butir keputusan lain yang disepakati yaitu mengenai penguatan data, akses pembiayaan, layanan sistem pembayaran, sinergi promosi, penguatan konektivitas, atraksi terintegrasi, dan kualitas amenitas. Terkait akses pembiayaan, telah disepakati bahwa tahun ini Kemenko bidang Perekonomian akan menetapkan ketentuan umum Kredit Usaha Rakyat (KUR) di sektor pariwisata.

Luhut menyebutkan untuk penguatan konektivitas, disepakati bahwa status Bandara Banyuwangi akan ditetapkan sebagai bandara internasional oleh Kementerian Perhubungan RI. Selain itu, operasional bandara baru Yogyakarta ditargetkan mulai 2019, dan Kemenhub akan membangun jalur kereta api yang terkoneksi dengan bandara tersebut.

“Semua tergabung, sehingga banyak sekali keputusan-keputusan dari rapat teknis. Hari ini hanya ujungnya, sebelumnya sudah beberapa hari tim ini kerja melakukan proses pengambilan keputusan,” jelas Menko Luhut.

Mendorong sektor pariwisata sendiri merupakan satu cara untuk mengatasi masalah defisit transaksi berjalan, selain kebijakan lain yang ditempuh pemerintah yaitu penggunaan campuran biodiesel 20% (B20), peningkatan ekspor di sektor pertambangan, dan optimalisasi industri dalam negeri.

Oleh karena itu, sebagai salah satu provinsi andalan pariwisata, pemulihan NTB turut menjadi prioritas bahkan pemerintah sudah sudah mengalokasikan hampir Rp2 triliun untuk tangani gempa NTB.

“Pembangunan rumah-rumah yang rusak dan juga infrastruktur lain itu sudah mulai dilakukan tanggal 1 September ini saya kira mulai efektif, karena sesuai arahan Presiden. setiap keluarga atau rumah yang rusak akan terima Rp50 juta,” papar Menko Luhut 

Menko Luhut menjelaskan keseriusan pemerintah untuk bekerja secara teliti dan hati-hati demi menghindari adanya oknum-oknum yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan pribadi.

“Kita siapkan semua alat tukangnya, kemudian bahan - bahan bangunan juga disiapkan di situ, sehingga harganya bisa dikontrol dan tidak di-mark up orang-orang lain. Kemudian disiapkan pendampingan,” ungkap Luhut

Menjawab mengenai tidak ditetapkannya status bencana nasional untuk NTB, Menko Luhut menerangkan bahwa hal tersebut dilakukan untuk menghindari diterbitkannya travel warning dari negara lain. Sebab, masyarakat NTB dapat kehilangan pendapatannya dari pariwisata jika wisatawan menjadi enggan datang karena tidak terlindungi oleh asuransi. Padahal, sampai hari ini wisatawan mulai mau untuk datang kembali ke NTB.

“Jadi pengalaman kita di Bali, kalau negara asal turis mengeluarkan travel warning maka insurance-nya tidak mau meng-cover kunjungannya, akibatnya yang menderita rakyat kita di sana,” pungkasnya.

Tag: Pariwisata

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Irsan Mulyadi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,991.68 3,951.90
British Pound GBP 1.00 19,685.55 19,482.04
China Yuan CNY 1.00 2,183.20 2,161.62
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,970.00 14,822.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,820.32 10,705.93
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,908.05 1,889.16
Dolar Singapura SGD 1.00 10,924.62 10,814.24
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,459.51 17,283.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,614.20 3,575.87
Yen Jepang JPY 100.00 13,327.99 13,192.70

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5873.597 61.807 602
2 Agriculture 1573.131 -18.171 20
3 Mining 1915.607 8.625 46
4 Basic Industry and Chemicals 796.218 16.285 71
5 Miscellanous Industry 1257.362 55.238 45
6 Consumer Goods 2447.908 35.684 47
7 Cons., Property & Real Estate 421.933 1.870 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1023.502 -1.264 69
9 Finance 1055.900 6.888 91
10 Trade & Service 820.776 7.323 145
No Code Prev Close Change %
1 PANI 183 246 63 34.43
2 PADI 500 625 125 25.00
3 TFCO 680 850 170 25.00
4 DIGI 340 424 84 24.71
5 JSPT 1,200 1,450 250 20.83
6 BULL 141 169 28 19.86
7 PGLI 210 248 38 18.10
8 TCPI 3,020 3,480 460 15.23
9 ABMM 2,040 2,290 250 12.25
10 KPAL 394 442 48 12.18
No Code Prev Close Change %
1 ARTO 179 137 -42 -23.46
2 PNSE 850 665 -185 -21.76
3 AKPI 970 770 -200 -20.62
4 TAMU 4,290 3,590 -700 -16.32
5 MINA 550 464 -86 -15.64
6 COWL 515 448 -67 -13.01
7 TRUS 195 170 -25 -12.82
8 NICK 146 130 -16 -10.96
9 AGRS 260 232 -28 -10.77
10 MGNA 57 51 -6 -10.53
No Code Prev Close Change %
1 BMTR 384 406 22 5.73
2 SRSN 85 82 -3 -3.53
3 KPIG 715 710 -5 -0.70
4 PNLF 226 238 12 5.31
5 TLKM 3,570 3,550 -20 -0.56
6 BBRI 2,940 3,000 60 2.04
7 ASII 7,025 7,400 375 5.34
8 ERAA 2,470 2,510 40 1.62
9 ENRG 127 136 9 7.09
10 BBCA 24,000 24,000 0 0.00