Portal Berita Ekonomi Sabtu, 22 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:58 WIB. Iran - 11 tentara Iran tewas dalam serangan terhadap parade militer.
  • 19:57 WIB. Republik Dominika - China membuka kedutaan di Republik Dominika.
  • 19:56 WIB. Al Jazeera - Festival Film Dokumenter Al Jazeera Balkan dimulai.
  • 19:56 WIB. Palestina - Mahmoud Abbas: Palestina siap memasuki pembicaraan damai dengan Israel.
  • 19:55 WIB. Nigeria - PBB: Wabah kolera di Nigeria tewaskan 97 orang.
  • 19:54 WIB. KIK - Akan lebih mengandalkan cara kampanye dengan gotong royong dan bukan sekadar modal finansial.
  • 19:54 WIB. KIK - Sumber dana kampanye Jokowi-Ma'ruf yakni perusahaan dan partai politik.
  • 19:54 WIB. NAFTA - Meksiko akan mencari kesepakatan dengan Kanada jika perundingan NAFTA gagal.
  • 19:53 WIB. Australia - Kamboja berikan pengampunan kepada sutradara asal Australia.
  • 19:53 WIB. KIK - Dana¬† kampanye Jokowi-Ma'ruf sebanyak Rp11,9 miliar.
  • 19:52 WIB. Paus Francis - Paus tiba di Lithuania untuk memulai tur solidaritas negara-negara Baltik.
  • 19:52 WIB. Meksiko - Wartawan Meksiko dibunuh saat meninggalkan rumahnya.
  • 19:51 WIB. Trump - Menlu Iran: Donald Trump ancaman bagi perdamaian global.
  • 19:50 WIB. Jack Ma - Jack Ma bantah pindahkan aset Rp259 triliun.
  • 19:49 WIB. China - 21 orang ditangkap terkait pencurian data di China.

Apindo: Industri Dalam Negeri Masih Butuh TKA

Foto Berita Apindo: Industri Dalam Negeri Masih Butuh TKA
Warta Ekonomi.co.id, Solo -

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah menyatakan industri di dalam negeri masih membutuhkan keberadaan tenaga kerja asing (TKA) khususnya di bidang pemasaran.

"Terutama untuk industri garmen yang selama ini orientasinya ekspor, mereka membutuhkan TKA dari negara tujuan ekspornya," kata Ketua Apindo Jateng Frans Kongi di Solo, Kamis (30/8/2018).

Ia mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk mengetahui karakteristik konsumen di pasar yang dituju, termasuk apa yang dibutuhkan oleh konsumen.

"Misalnya model baju seperti apa, corak seperti apa yang mereka inginkan. Memang industri harus bayar mahal untuk menggaji TKA tetapi kan kita dapat order," katanya.

Ia tidak memungkiri selama ini industri kerap kerepotan dengan upah yang harus diberikan kepada TKA. Menurut dia, upah TKA asal Tiongkok termasuk yang paling murah jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

"Untuk TKA dari Tiongkok paling tidak upahnya lima kali lipat dari tenaga kerja lokal. Apalagi dari Eropa dan Amerika Serikat, upahnya bisa puluhan kali lipat lebih tinggi," katanya.

Oleh karena itu, dikatakannya, pemilik perusahaan berupaya terus memperbaiki kualitas SDM lokal agar kemampuannya bisa menyamai TKA.

"Di dunia usaha kalau kami pakai satu TKA paling tidak kami siapkan 20 orang dari lokal yang kemampuannya mendekati dia. Kami awasi mereka, setelah itu silakan (TKA, red) pulang," katanya.

Di sisi lain, ia juga mengapresiasi langkah pemerintah yang menggalakkan program vokasi. Menurut dia, program tersebut dapat mencetak SDM yang unggul dan produktif.

"Kalau program vokasi ini bisa berjalan baik ditambah dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, saya yakin makin banyak investor yang masuk ke Indonesia. Dengan begitu pengusaha dapat meminimalisasi jumlah TKA," katanya.

Tag: tenaga kerja

Penulis: Redaksi

Editor: Vicky Fadil

Foto: Cahyo Prayogo

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,972.48 3,932.70
British Pound GBP 1.00 19,766.67 19,568.83
China Yuan CNY 1.00 2,179.44 2,157.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,898.00 14,750.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,860.64 10,751.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,904.46 1,885.47
Dolar Singapura SGD 1.00 10,919.89 10,810.61
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,552.82 17,372.55
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,609.89 3,570.56
Yen Jepang JPY 100.00 13,234.43 13,099.47

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5957.744 26.478 602
2 Agriculture 1585.807 1.672 20
3 Mining 1954.048 17.971 46
4 Basic Industry and Chemicals 821.966 11.293 71
5 Miscellanous Industry 1239.096 -33.418 45
6 Consumer Goods 2491.409 13.779 47
7 Cons., Property & Real Estate 420.972 -0.966 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1027.263 -2.237 69
9 Finance 1075.740 7.879 91
10 Trade & Service 829.850 7.907 145
No Code Prev Close Change %
1 LPIN 900 1,125 225 25.00
2 PANI 306 382 76 24.84
3 LAND 1,155 1,440 285 24.68
4 DIGI 530 660 130 24.53
5 IIKP 236 280 44 18.64
6 FILM 1,135 1,285 150 13.22
7 RELI 234 260 26 11.11
8 PBSA 660 730 70 10.61
9 NIKL 2,060 2,270 210 10.19
10 ACES 1,420 1,560 140 9.86
No Code Prev Close Change %
1 AIMS 230 200 -30 -13.04
2 BIKA 200 175 -25 -12.50
3 TOPS 825 730 -95 -11.52
4 SIPD 1,065 955 -110 -10.33
5 MAPA 4,180 3,800 -380 -9.09
6 INTD 308 282 -26 -8.44
7 MMLP 575 530 -45 -7.83
8 WICO 645 595 -50 -7.75
9 LMSH 695 645 -50 -7.19
10 UNIT 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 KPIG 690 680 -10 -1.45
2 BBRI 3,090 3,120 30 0.97
3 TRAM 260 254 -6 -2.31
4 ADRO 1,805 1,880 75 4.16
5 CPRO 50 50 0 0.00
6 BBCA 23,950 23,700 -250 -1.04
7 PNLF 232 238 6 2.59
8 LAND 1,155 1,440 285 24.68
9 TLKM 3,600 3,600 0 0.00
10 FILM 1,135 1,285 150 13.22