Portal Berita Ekonomi Senin, 19 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:06 WIB. ADHI - Target harga saham ADHI berada pada level Rp3.000 per saham.
  • 06:04 WIB. ADHI - Analis menilai bahwa pertumbuhan laba bersih yang dibukukan ADHI pada kuartal III/2018 menjadi yang tertinggi dalam rerata 5 tahun terakhir.
  • 06:01 WIB. Mandiri - Mandiri menyarankan pemerintah meningkatkan porsi pendapatan di luar komoditas misalnya manufaktur.
  • 06:00 WIB. Mandiri - Bank Mandiri masih menyalurkan KPR di beberapa daerah dengan jumlah terbatas.
  • 21:00 WIB. WeChat - WeChat butuh 7 tahun untuk jadi aplikasi super.
  • 20:58 WIB. Huawei - Huawei bikin asisten pintar penantang Amazon dan Google.
  • 20:49 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo resmi cabut izin frekuensi First Media, Bolt, dan Jasnita.

Kesepakatan Perdagangan Jasa Asean Buka Peluang Besar Bagi Investasi

Foto Berita Kesepakatan Perdagangan Jasa Asean Buka Peluang Besar Bagi Investasi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Para Menteri Ekonomi Asean membahas program-program kerja prioritas yang dicanangkan dalam satu tahun pada pertemuan Menteri Ekonomi Asean ke-50 (Asean Economic Ministers’/AEM Meetings) pada 28 Agustus-1 September 2018 di Singapura. Salah satu isu penting yang menjadi perhatian pada pembahasan kerja sama dalam rangka integrasi ekonomi Asean, yaitu bidang perdagangan jasa.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menjelaskan, melalui protokol Asean Framework Agreement on Sevices (AFAS) atau AFAS Paket ke-10, negara anggota Asean dapat memanfaatkan kerja sama perdagangan jasa dan memberikan peluang peningkatan bidang tersebut bagi Indonesia di pasar Asean.

"Investasi dari negara-negara anggota Asean ke Indonesia diharapkan meningkat, sehingga mendorong pengembangan industri jasa dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Demikian juga peluang investasi Indonesia di negara-negara Asean bisa meningkat, sehingga bisa memperkuat profil sektor bisnis jasa kita pada ekonomi global," jelas dia dalam rilisnya kepada redaksi Warta Ekonomi, Kamis (30/8/2018).

Menurut Enggartiasto, dengan pemberlakuan AFAS Paket-10, komitmen kepemilikan modal asing harus sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam PP Nomor 44 Tahun 2016 tentang Daftar Negatif Investasi (DNI) maupun peraturan domestik lain yang mensyaratkan besaran kepemilikan modal asing sebesar 49%-70%.

Namun khusus untuk sektor tertentu, seperti jasa pariwisata (hotel dan resort) dan rekreasi, serta olahraga (golf courses and other facilities, tourist resort) Indonesia membuka peluang investasi dengan kepemilikan modal asing 100% khusus untuk wilayah Kalimantan, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur untuk menarik investasi guna mengembangkan sektor pariwisata yang menjadi destinasi pariwisata prioritas.

Lebih lanjut, implementasi AFAS Paket ke-10 akan memberikan peluang peningkatan perdagangan, baik ekspor maupun impor jasa Indonesia di Asean.

"Investasi dari negara-negara Asean ke Indonesia diperkirakan akan meningkat dan diharapkan bisa mendorong pengembangan industri jasa dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Juga sebaliknya, meningkatnya peluang investasi dari Indonesia ke negara anggota Asean memperkuat profil sektor bisnis jasa, termasuk pengaruh pada ekonomi global," imbuhnya.

Selain itu akan terjadi alih teknologi, tenaga profesional terbaik dari investor Asean ke Indonesia, serta tersedianya produk-produk jasa yang beragam bagi konsumen, baik konsumen akhir maupun produsen.

Pada AFAS Paket ke-10, seluruh negara anggota Asean memberikan peningkatan komitmen sebanyak kurang lebih 15 subsektor jasa, dari sebelumnya 97 subsektor pada AFAS Paket ke-9. Indonesia mengkomitmenkan 15 subsektor yang tercakup dalam jasa bisnis, telekomunikasi, distribusi, lingkungan, kesehatan dan transportasi.

Tag: Kementerian Perdagangan (Kemendag)

Penulis/Editor: Rosmayanti

Foto: Kementerian Perdagangan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35