Portal Berita Ekonomi Rabu, 19 September 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:55 WIB. Gubernur NTB - Akan memanggil kepala daerah yang terdampak gempa, tuntaskan persoalan.
  • 14:54 WIB. Gubernur NTB - Bakal koordinasi dengan TGB agar tugasnya terlaksana dengan baik.
  • 14:52 WIB. Jokowi - Gubernur dan Wagub NTB baru, langsung fokus rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa.
  • 14:40 WIB. Anies Baswedan - Pengganti Sandiaga bukan diusul satu partai tapi dua yakni PKS dan Gerindra.
  • 14:32 WIB. Wagub NTB - Mundur dari Partai Demokrat karena mengikuti TGB dan ada hal lain.
  • 14:32 WIB. Wagub NTB - Saya dukung Jokowi dua periode.
  • 14:31 WIB. Wagub NTB - Saya sudah mundur dari Partai Demokrat.
  • 14:06 WIB. Jubir TKN - Prabowo saja tidak mundur dari IPSI dan HKTI.
  • 14:05 WIB. Jubir TKN - Tak ada aturan Ma'ruf harus mundur dari Ketum MUI.
  • 14:02 WIB. PKS - Terpenting ialah nama Koalisi Indonesia Adil Makmur disukai masyarakat dan menang Pilpres.
  • 14:02 WIB. PKS - Penyebutan nama Koalisi Indonesia Adil Makmur sesuai selera.
  • 13:59 WIB. Demokrat - SBY titip salam ke Jokowi, begitupun sebaliknya.
  • 13:18 WIB. Bupati Pesisir Selatan - Pembangunan Jokowi beri dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.
  • 13:16 WIB. Politik - Bupati Pesisir Selatan siap dipecat dari PAN karena dukung Jokowi.
  • 13:15 WIB. Bupati Halmahera Selatan - Sejumlah program Jokowi sangan menyebuth desa di seluruh wilayah.

3 Sumber Ketidakpastian Global Ini Bikin Sejumlah Negara Ketar-Ketir

Foto Berita 3 Sumber Ketidakpastian Global Ini Bikin Sejumlah Negara Ketar-Ketir
Warta Ekonomi.co.id, Kuta, Bali -

Bank Indonesia (BI) menilai ada tiga sumber ketidakpastian global yang membuat sejumlah negara Emerging Market (berkembang) ketar-ketir, termasuk Indonesia. Akibat ketidakpastian tersebut, sejumlah nilai mata uang negara mengalami tekanan yang cukup dalam.

"Saat ini setidaknya ada tiga poin penting mengenai ketidakpastian global yang tengah dihadapi seluruh dunia," kata Perry saat konferensi pers mengenai kegiatan konferensi internasional Bulletin of Monetary Economics and Banking ke-12 di Kuta, Bali, Kamis (30/8/2018).

Ketidakpastian yang pertama, yaitu divergensi pertumbuhan ekonomi, sehingga ketimpangan pertumbuhan ekonomi antarnegara makin melebar. Saat ini ekonomi global hanya bertumpu pada Amerika Serikat (AS) yang terus mengalami penguatan. Sementara negara lain seperti China, Jepang, dan negara-negara Eropa mengalami pelemahan.

"Di sini kami sebut pertumbuhan ekonomi dunia tidak didukung dari berbagai belahan yang merata. Ekonomi China 6,7% tahun ini, 6,5% tahun depan. Di Eropa dan Jepang tahun ini bagus, tapi kemungkinan akan turun," jelas Perry.

Ketidakpatian yang kedua masih datang dari AS, yaitu rencana bank sentral AS alias The Fed yang menaikkan suku bunganya. Menurut Perry, bank sentral AS akan menaikkan suku bunganya hingga empat kali di tahun ini. Saat ini, The Fed telah menaikkan suku bunga sebanyak dua kali.

"The Fed mungkin menaikkan suku bunga dua kali lagi, kemungkinan September. Ini menimbulkan investor global menarik dana dari negara berkembang, terjadilah capital outflow. Mereka lebih memilih menanamkan modalnya di AS. Dan ini juga menjadi salah satu sumber nilai tukar di belahan dunia melemah. Banyak negara mengalami tekanan nilai tukar," paparnya.

Hal ini pula yang membuat bank sentral di sejumlah negara menaikkan suku bunga acuannya, termasuk Indonesia. BI sendiri hingga pertengahan tahun ini telah menaikkan suku bunga acuannya sebanyak 125 basis poin (bps). Tujuannya tak lain untuk menarik minat investor agar tak melarikan dananya ke negara lain, sehingga capital outflow tidak terjun terlalu dalam.

Terakhir, sumber ketidakpastian global lagi-lagi datang dari AS. Kebijakan AS yang menaikkan tarif impor menimbulkan perang dagang antara AS dengan China, Eropa, Kanada, dan Turki. Ketegangan ini menimbulkan ketidakpastian ekonomi global dan investor semakin tidak pasti.

"ini menimbulkan tekanan nilai tukar dan ekonomi di belahan dunia," tutupnya.

Tag: Bank Indonesia (BI), Ekonomi Global

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,991.68 3,951.90
British Pound GBP 1.00 19,685.55 19,482.04
China Yuan CNY 1.00 2,183.20 2,161.62
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,970.00 14,822.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,820.32 10,705.93
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,908.05 1,889.16
Dolar Singapura SGD 1.00 10,924.62 10,814.24
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,459.51 17,283.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,614.20 3,575.87
Yen Jepang JPY 100.00 13,327.99 13,192.70

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5811.790 -12.467 602
2 Agriculture 1591.302 -14.202 20
3 Mining 1906.982 13.144 46
4 Basic Industry and Chemicals 779.933 -0.140 71
5 Miscellanous Industry 1202.124 8.921 45
6 Consumer Goods 2412.224 -29.669 47
7 Cons., Property & Real Estate 420.063 -6.294 68
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1024.766 15.682 69
9 Finance 1049.012 -2.325 91
10 Trade & Service 813.453 -3.458 145
No Code Prev Close Change %
1 DIGI 200 340 140 70.00
2 PANI 108 183 75 69.44
3 SRSN 63 85 22 34.92
4 ABBA 145 195 50 34.48
5 TRIL 57 70 13 22.81
6 VIVA 139 163 24 17.27
7 MGNA 50 57 7 14.00
8 PNSE 765 850 85 11.11
9 MAMI 65 72 7 10.77
10 ALMI 320 350 30 9.38
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 252 189 -63 -25.00
2 COWL 630 515 -115 -18.25
3 GOLD 570 478 -92 -16.14
4 LCGP 140 119 -21 -15.00
5 PKPK 194 169 -25 -12.89
6 MOLI 1,265 1,105 -160 -12.65
7 CANI 204 180 -24 -11.76
8 KIOS 3,170 2,800 -370 -11.67
9 ERTX 140 124 -16 -11.43
10 FAST 1,745 1,555 -190 -10.89
No Code Prev Close Change %
1 PNLF 216 226 10 4.63
2 ABBA 145 195 50 34.48
3 BBRI 2,970 2,940 -30 -1.01
4 TLKM 3,470 3,570 100 2.88
5 KPIG 740 715 -25 -3.38
6 PTBA 3,930 4,130 200 5.09
7 BBCA 23,925 24,000 75 0.31
8 NUSA 252 189 -63 -25.00
9 PGAS 1,995 2,060 65 3.26
10 BMRI 6,450 6,375 -75 -1.16